Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Tidak menyesali nya


__ADS_3

" Kakak " Panggil intan kini keduanya tengah duduk di ruangan TV setelah makan malam .


" Kandungan intan sudah 5 bulan, 4 bulan lagi intan lahiran !mungkin saat 7 bulan intan akan kembali ke kampung mau lahiran di sana " Didin hanya diam saja " Apa kakak tidak ingin tahu jenis kelamin nya " Tanya Intan, dia tidak berharap Didin bertanya sih tapi dia hanya ingin memberi tahu


" Dia perempuan kak ' Didin langsung menatap intan yang tersenyum sambil mengelus perutnya " Padahal aku berharap dia laki², karena aku lihat kakak begitu sayang sama Kanz, jadi aku berpikir jika dia laki² mungkin kakak juga akan menyayangi nya, tapi itu hanya keinginan saja selebihnya tuhan yang atur " Lanjutnya sambil menatap Didin yang masih menatap nya .


" Apa nanti kakak akan tetap menyayangi nya ?? " Didin masih saja terdiam menatap intan .


" Maaf,intan kelepasan kak !! jadi bahas yang tidak bermutu " Ucapnya saat Didin hanya terdiam .


Seharusnya dia tidak memulai atau menjelaskan semuanya bukan, dia hanya ingin terlihat santai sekalipun hubungan mereka bisa di bilang rumit .


Jujur intan bingung dengan hubungannya dengan Didin, Apa dia hanya partner di atas ranjang ,apa pelayan nya atau apa ?? Kalau istri itu sudah tidak mungkin karena dalam hatinya sudah ada yang mengisinya dia hanya figuran pengganti saja .


Intan Tersenyum kecut lagi² Didin hanya terdiam fokus pada layar di depannya .


Jangan berkecil hati ,Bunda akan selalu ada buat Ade Ucap intan dalam hati .


Sekalipun kita tidak berarti untuk ayah lanjut nya lagi .


" Kakak sibuk weekend " Didin menggeleng " Bisa jalan² " Tanya intan .


Setidaknya dia ingin membuat kenangan bersama Didin nanti nya sebelum mereka berdua benar berpisah .


" Tapi kalau kakak sibuk tidak papa " Lanjutnya .


" Aku akan lihat nanti " Jawabnya ,intan hanya mengaguk ,bukannya tadi dia bilang tidak sekalipun hanya menggeleng .


" Kakak " Didin kembali menatap intan " Apa menurut kakak intan terlalu murahan ?? soalnya intan merasa seperti itu " Ucapnya sambil tersenyum .


Bukannya apa selama pernikahan selalu dia yang memulai duluan tidak kecuali urusan ranjang .


Itu pun kecuali Didin menginginkannya ,kalau tidak semua akan berjalan seperti biasa .


" Apa yang kamu inginkan " Tanya Didin datar .


" Bisakah selama dua bulan ini kita habiskan untuk kencan " Tanya intan penuh harap .


" Tidak usah di luar ,di rumah juga tidak papa ,karena kakak juga pasti sibuk dengan urusan restoran " Lanjutnya .


" Setiap weekend kita ke taman " Intan masih menunggu jawaban Didin,jika nanti nya menolak dia sudah menyiapkan itu .

__ADS_1


" Aku akan usahakan " Intan mengaguk " Makasih kak " Ucap Intan tulus .


Kita gunakan waktu dua bulan iya nak kamu tidak papa kan Lagi² intan selalu mengajak anaknya berbicara sekalipun itu hanya di ucapkan dalam hati .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gio menatap lurus ke depan memejamkan matanya kuat lalu menatap seseorang yang berada di atas tempat tidur .


" Sudah bangun " Hanya anggukkan kepala yang dia dapat " Aku bantu " Dila menolak " aku bisa " Jawabnya Tersenyum.


" Kenapa dengan ekspresi mu " Tanya Dila tertawa .


" Dila "


" Hebm "


" Kamu tidak menyesal " Dila menatap Gio " Karena " Tanya Dila balik .


" Tidak usah memikirkan apa pun , ini sudah keputusan ku dan aku tidak akan menggangu hubungan kalian, aku sudah berjanji untuk itu " Ucap Dila saat Gio hanya menatapnya tanpa ekspresi .


" Aku bukan laki² brengsek Dila " Tekan Gio kesal .


" Iya aku tahu, dan aku juga bukan wanita yang suka mengambil milik orang ,sudah aku mau mandi " Ucap Dila menurunkan kakinya dan membungkus tubuh polosnya dengan selimut tebal .


" Sakit " Dila mengagguk " Aku bisa tahan " Jawabnya ,Gio langsung mengakat tubuh Dila membawanya ke kamar mandi .


" Gio " Pekik Dila kaget .


" Diam " Dila langsung menutup mulutnya rapat lalu mengalungkan tangannya di leher Gio .


" Jika sudah selesai panggil aku " Dila hanya mengaguk lalu Gio ke luar dari kamar mandi dan bertepatan Hpnya berdering


" Di mana "


" Lagi ada kerjaan sayang di luar " Ucap Gio .


" Masih lama " Gio menatap ke arah kamar mandi " Belum tahu ,kenapa ?? Ada yang kamu butuhkan " Tanya Gio lembut .


" Tidak ada ,hanya kangen saja " Gio tertawa kecil " Besok pagi aku akan menjemputmu " Ucap Gio .


" Ke mana " Tanya nya dengan manja .

__ADS_1


" Kemana saja " Jawabnya Tersenyum .


Keduanya larut dalam perbincangan yang begitu hangat hingga Gio tidak sadar bahwa Dila sudah ke luar dan duduk di tempat tidur karena pria itu membelakangi nya dan menghadap kaca besar yang memperlihatkan keindahan di luar .


" I Miss you sayang ,nanti aku jemput iya 😘😘😘 " Gio menutup panggilan nya, alangkah kagetnya saat melihat Dila sudah rapi .


" Dila " Ucapnya Gugup , seperti Orang yang sedang tertangkap basah dengan selingkuhannya.


" Kita balik " Ucap Dila .


" Tapi kamu belum sehat Dil " Ucap Gio terbata .


" Aku tidak sakit, nanti juga sakitnya hilang ' Jawabnya lalu membuka sprei yang masih meninggalkan noda merah itu di masukan dalam tong sampah .


' Dila " Gio menahan tangannya saat wanita itu akan ke luar dari kamar hotel " Bukannya aku sudah bilang jangan memikirkan apa pun, aku yang menginginkan nya apa pun yang terjadi kedepannya aku tidak akan menuntut apa pun !! Aku dokter jadi aku bisa mengatasi nya " Ucapnya Tersenyum lalu melepaskan tangan gio dari lengannya .


" Kita kembali,dia sudah menunggumu " Ucap Dila lalu membuka pintu kamar meninggal kan Gio yang masih terdiam dalam kamar hotel .


Sedangkan di rumah besar Fandi di buat kaget saat ke luar dari kamar ayah dan ibunya sudah berada di depan kamarnya sambil berkacak pinggang mendapatnya tajam .


" Astaga " Fandi mengelus dadanya dengan napas terputus .


" Menantu kalian masih utuh bu, yah . Kalian bisa memeriksa nya " Ucap Fandi yang paham tatapan itu .


" sekarang Fandi minta kejelasan dari mana Ayah sama ibu tahu aku memiliki kekasih bahkan kalian tahu di mana dia kerja " Sang ibu menghela napas panjang " Kita kebelakang " Fandi mengaguk mengikuti ibu dan ayah nya.


' Kamu yakin dia masih utuh tidak lecet satu bolong " Tanya sang ayah .


"M.A.S.I.H U.T.U.H " Fandi menekan setiap ucapan nya .


" Syukurlah ' Sang ibu mengelus dadanya lega ' Ibu tidak percaya dengan fandi " Tanya Fandi kesal .


" Siapa tahu kamu khilaf " Lidah Fandi berdecak lalu duduk di ikuti ayah nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2