
Pagi harinya saat Didin dan Intan sedang tertidur ,ibu Didin masuk dengan perlahan dia melihat kedua manusia itu begitu pulas Tidur nya mungkin karena semalam mereka bangun karena Dita sering bangun larut malam jika lapar dan Didin pun ikut bangun menemani istri nya .
Dengan pelan ibu mengakat Dita lalu membawanya ke luar kamar ,hingga tidak sengaja dia berpapasan dengan suaminya .
" Loh Dita mau di bawah ke mana Bu " Tanya Ayah khawatir .
" Di depan jemur ,mereka belum bangun " Jawab ibu seadanya . padahal ini sudah pagi tapi Kedua manusia itu belum bangun sedangkan ayah sama ibu sudah lebih dulu sarapan .
" Iya sudah Ayah temani " Jawabnya lalu mereka duduk di teras,ibu membaringkan tubuh Dita di atas meja lalu membuka semua kain yang menempel di tubuhnya hingga menyisakan Popok saja .
" Cup ...cup Jemur² iya Nak biar Dita sehat " Ayah menarik sudut bibirnya melihat istrinya yang begitu menyayangi anak Didin .
Sedangkan di dalam kamar kedua manusia itu belum juga bangun hingga sejam berlalu intan meraba tempat tidur tapi tidak menemukan yang dia cari hingga dia memaksakan matanya terbuka .
" Dita " Gumam Intan langsung bangun membuat Didin kaget karena Didin tidur sambil memeluk Intan .
' Kenapa yank " tanya Didin yang belum sadar sama sekali .
" Dita mana Kak, koh tidak ada " Didin menatap ke arah tempat tidur Dita langsung bangun saat tidak anak nya .
Didin langsung turun dari tempat tidur melihat ke ujung tempat tidur mungkin Dita jatuh tapi itu tidak masuk akal karena guling Dita masih di tempat nya .
" Kakak " Panggil intan serak sambil menatap sekeliling kamar .
" Jangan nangis, mungkin Dita sama ayah atau ibu " Ucap Didin seadanya lalu ke luar kamarnya di susul Intan .
" Ayah... ibu. "Panggil Didin .
" Ayah ... Ibu " panggil nya lagi .
" Di luar " Jawab ayah ,keduanya langsung ke luar seketika tubuh Didin dan Intan langsung melorot ke lantai teras .
" Kenapa " Tanya ayah bingung .
" Ayah bikin kami jantungan , kami kira Dita hilang " Jawabnya dengan helaan napas panjang .
" Tadi ibu masuk ambil kalian masih tidur mau jemur Dita tidak enak mau bangunin kalian " Jawab Ayah .
" Sudah sana sarapan biar ibu yang mandikan Dita " Ucap nya tanpa rasa bersalah padahal Didin dan Intan hampir saja gila .
" Astaga " Gumam Didin menatap sang ibu lalu membantu intan untuk berdiri " Sarapan dulu yank " Intan mengaguk .
" Makasih Bu, maaf tadi intan mengantuk " Jawab Intan tapi ibu Didin hanya diam saja .
" Ibu membuat mereka takut " Ucap ayah sedangkan ibu hanya fokus pada Dita yang sudah menggelit karena panas .
" Maafkan ibu iya sayang " Intan menggeleng Tersenyum " Kenapa meminta maaf ,bukannya tadi Kaka sudah dengar kata ayah ibu hanya tidak enak membangun kita " Didin mengaguk Tersenyum .
__ADS_1
" Semangat sayang " Ucap Didin saat mendengar helaan napas panjang istri nya .
" Kakak bicara seperti itu kaya mengejek intan " Didin tertawa kecil " Demi Dita ,atau mau ibu marah " Intan Tersenyum kuda .
" siang ,malam ,pagi hanya tinggal modelnya tapi semua bening " Didin tertawa sambil mengelus kepala istri nya .
" Demi Dita " Intan mengaguk lalu makan masakan ibu mertua nya sedangkan Didin hanya minum kopi dan roti yang sudah di kasih slei .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini ibu sudah berada di kamar Didin di temani suami nya mereka sedang memandikan Dita .
Beberapa menit kemudian Didin dan Intan ikut masuk ke dalam kamar karena saat ke teras mereka sudah tidak ada .
" Anak ayah sudah mandi " Tanya Didin saat melihat ibunya ke luar sambil menggendong Dita .
" Harumnya " Lanjutnya mencium pipi Dita .
" Biar intan saja Bu " Ucap Intan tidak enak " Mandi saja " Jawabnya datar .
Didin mengaguk sebagai jawaban,intan mengambil baju ganti nya karena tidak mungkin dia memakai pakaian dalam kamar karena ada ayah mertuanya .
CUP
CUP
" Jangan di ganggu , istri mu masih mandi " Tegur ibu nya .
" Gemas Ibu ,harum " Jawabnya terus memainkan pipi Dita .
" Minggir dulu " Ucap Ibu mendorong pelan tubuh Didin .
Baru saja ibu menuangkan minyak telon di telapak tangannya Dita mengeluarkan air mancur hingga mengenai kaki neneknya .
Didin langsung tertawa melihat wajah kaget ibunya begitu juga ayah nya .
" Jangan nakal sayang " Ucap Didin ,ibu terus melanjutkan kegiatan nya setelah itu dia mengambil botol plastik yang ada airnya lalu menyiram sedikit bagian inti Dita begitu juga kakinya lalu melepaskan kain yang ada di bawah Dita di simpan keranjang khusus pakaian Dita .
" Nakal iya Cucu nenek " Ucap Ibu sambil mengeringkan bagian bawah Dita .
Lalu dia kembali melanjutkan memakaikan pakaian pada Dita hingga selesai .
Ceklek .
Intan ke luar dengan keadaan jauh lebih segar lalu ikut bergabung dengan mereka di atas tempat tidur duduk di ujung tempat tidur .
" Tadi Dita kencing langsung mengenai ibu " intan langsung melotot kan matanya " Maaf iya Bu " Ibu hanya diam saja .
__ADS_1
" Kasih makan dulu " Ibu memberikan Dita pada intan .
" Lo mau di bawa ke mana Bu " Tanya Didin
" Cuci " Jawabnya membawa pakaian kotor Dita
" Tapi ...."
" Sudah biarkan saja " Potong ayahnya lalu ikut ke luar bersama sang istri .
" Jadi tidak enak sama Ibu " Ucap intan menatap Didin
" Jangan di pikirkan ibu melakukan itu karena dia tahu kamu pasti lelah karena tiap malam harus terbangun mengurus Dita saat lapar dan popoknya penuh " Ucap Didin lembut .
" Maaf belum bisa jadi ibu dan istri yang baik untuk kakak sama Dita " Ucap Intan menatap Dita yang sudah mengisap sumber makanan nya .
" Kenapa bicara seperti itu, bukannya aku sudah bilang kita sambil belajar tidak semua orang langsung bisa mengurus anak atau suami sayang " Ucap Didin .
" Ibu juga pasti paham karena dia pernah melewati itu sayang " Intan mengaguk Tersenyum mengusap kepala Dita dengan lembut .
" Dita senang iya tinggal di rumah kakek sama nenek " Tanya Didin menatap sang putri .
" Iya ayah " Jawab Intan .
" Kapan kita balik Yank " Tanya Didin menatap intan .
" Seminggu saja gimana " Didin memicing kan matanya " Ibu baru dekat dengan Dita kak, masa kita hanya sementara di sini kasian ibu sama ayah " Lanjutnya lagi .
" Aku tidak papa ,tapi kita Izinnya sama ayah sama ibu kan beda yank tidak nginap tapi kamu malah bilang nginap " Ucap Didin
" Nanti sebentar sore kita kembali ke sana, soalnya pakaian intan juga sudah habis " Jawabnya sambil tersenyum " Dita biar sama ayah ibu di rumah " Lanjutnya lagi .
" Apa nanti dia tidak nangis " Intan mengagguk " Nanti aku kasih ASI dulu baru kita pergi " Didin mengagukan kepalanya sambil memainkan pipi Dita .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
"
__ADS_1