
Mengetahui Seseorang yang barusan dia tabrak tidak lain adalah Suci. Langsung membuat Shakti merasa khawatir. karena bagaimanapun, Suci termasuk wanita yang sangat berarti untuk Shakti. walaupun hanya sebatas teman. tapi Shakti sangat menyayangi Wanita itu.
"Maafkan aku suci, apa ada yang terluka".tanya Shakti dengan raut wajah penuh Kecemasan.
"aku baik" sajah Shakti, tidak perlu khawatir begitu gih". ucap Suci Sembari tersenyum kearah Shakti.
"Dia tersenyum padaku, apakah setelah penolakanku waktu itu. dia tidak membenciku sama sekali."pikir Shakti".
"Suci, bisa kita bicara sebentar. aku ingin bicara denganmu berdua sebentar. apakah bisa ". ucap Shakti memohon.
Mendengar permintaan Shakti, Suci langsung melirik Kearah Vara sebentar dan langsung mendapatkan anggukan dari Vara. "kalau begitu gue tunggu dikelas yah Ci" ucap Vara sambil berlalu pergi kearah kelas. "kita bicara ditaman saja, biar leluasa".ajak Suci pada Shakti.
Sesampainya ditaman, tampak mereka berdua merasa canggung. setelah lama berdiam akhirnya Shakti buka suara.
"aku ingin bicara denganmu mengenai masalah kemarin. terutama aku pengen minta maaf sama kamu ". ucap.Shakti..?
"Sudahlah Shakti, tidak perlu minta maaf. aku mengerti dengan situasimu" ujar Suci
"tapi Suci, gue benar" merasa bersa...!!"
Suci Langsung menyela ucapa Shakti. " tidak usah merasa bersalah Shakti. aku paham betul kalau cinta tidak bisa dipaksakan. aku tidak ingin egois, hanya karena aku mencintaimu. tidak mungkin kan aku memaksamu harus membalas cintaku. tapi aku merasa lega sekarang. setidaknya aku sudah mengungkapkan semua perasaanku padamu. yahh walaupun Cintaku sepihak tapi kan itu wajar. karena dalam cinta, diterima ataupun tidak itu hal biasa". tutur Suci sembari tersenyum kearah Shakti.
Mendengar penjelasan dari Suci, sontak Shakti langsung menarik tangan suci serta memeluknya dengan erat. Shakti merasa terharu dan bergumam.???
"sungguh...aku sangat merasa bersalah telah menyakitimu Suci, dan aku janji mulai sekarang aku akan selalu menjagamu layaknya seorang teman dan semoga kelak akan ada laki" yang mencintaimu setulus hati dan tentunya yang jauh lebih baik dari aku."
"sudahlah...!!! jadi cowo kok cengeng" kekeh Suci sambil menepuk bahu kokoh Shakti.
"sungguh...? aku sangat takut kau akan membenciku dan tidak mau berteman lagi denganku...!!.ujar Shakti.
tawa suci.pun pecah karena mendengar penuturan Shakti barusan. Suci tidak menyangka bahwa Shakti akan merasa takut kehilangan, akan dirinya walaupun hanya dalil sebagai teman. tapi Suci merasa senang, biarpun dia kehilangan cintanya. tapi dia tidak merasa kehilangan teman.
__ADS_1
"aku akan selalu menjadi temanmu. asal kamu kurangin sifat rese dan narsismu" kekeh Suci.
"biar rese begini tapi banyak yang suka loh". bangga Shakti.
"dibilangin kok ngeyel, dasar tukang Narsis". umpat Suci merasa kesal...!!
"jam pelajaran sebentar lagi mulai nih...!!!, balik ke kelas yuk". ajak Shakti pada Suci dan lansung mendapat anggukan dari Suci.
Setibanya Dikelas, suci merasa bingung. pasalnya di bangku tempat dia belajar ada sebuket bunga yang Sangat cantik. namun tidak ada nama pengirimnya. melainkan memo yang bertuliskan "untukmu Suci yang sangat aku cintai ". karena merasa penasaran, suci bertanya pada teman" sekelasnya namun hasilnya nihil. tidak ada yang mengetahui siapa yang mengirim bunga untuknya.
"cieeee....!!! pengagum rahasia nih ceritanya" muncul Vara yang langsung membuat Suci merasa kesal.
"apaan sih Var, gue juga gak tau nih siapa yang ngirim...kurang kerjaan nih orang." kesal Suci.
" bikin iri ajah deh..!!!, pengen juga... dapat pengagum rahasia heheh." ujar Vara sambil terkekeh geli.
" mending nih bunga. Lo ambil ajah gih.. gue gak butuh...!!! ucap Suci seraya menyodorkan bunga kepada Vara.
***
Setelah bangun tidur, suci langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah 15 menit Suci mengambil seragam pakaiannya dan langsung bersiap".
setelah memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan liptint, suci meraih tas.nya dan ikut bergabung dengan keluarga untuk sarapan pagi sebelum berangkat di sekolah.
"tinggal berapa bulan lagi kamu ujian sayang", tanya haris lembut. selaku papah kandung dari Suci.
"kurang lebih 2 bulan lagi pah" jawab suci sambil melahap sarapannya.
" setelah kamu lulus nanti, papah ingin kamu melanjutkan studi di london." tegas haris.
" gak bisa dong pah, aku ingin kuliah disini gak mau di luar negeri. teman" aku banyak yang kuliah disini pah". jawab Suci sendu.
__ADS_1
"kamu harus pikirkan ini dengan baik, karena kamu putri satu-satunya dari papah jadi jelas kamu yang akan menggantikan papah nanti untuk mengelola perusahaan keluarga kita" tegas Haris menatap Suci.
" iya pah..!! nanti aku pikirkan...!!. aku berangkat sekolah dulu yah pah, mah". ucap Suci sambil mencium pipi ayah dan ibunya. setelah itu langsung berlalu pergi untuk berangkat di sekolah.
Setelah mobil Suci berhenti di depan gerbang sekolah. Suci langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ruang kelasnya. belum sampai di kelas, Suci dikejutkan dengan panggilan dari Shakti yang menghampirinya.
"Suci tunggu...!!. panggil Shakti.
" eh Shakti, ada apa hah ".menatap Shakti keheranan.
" aku mau pinjam buku yang waktu itu kamu pinjam di perpustakaan" ujar Shakti.
" ada kok bukunya di dalam laci ayo ikut aku". ajak Suci pada Shakti dan langsung diikuti oleh Shakti.
Setelah mereka tiba Dikelas, dan benar saja sebuket bunga ada lagi di meja tempat Suci belajar. dan itu sukses membuat Suci merasa kesal. pasalnya sudah hampir seminggu orang itu tidak berhenti menaruh sebuket bunga di meja Suci setiap hari tanpa mengetahui identitas pengirimnya dengan memo tanpa nama pengirimnya. melainkan ungkapan cinta terhadap Suci.
entah Sudah berapa banyak bunga yang dikumpulkan oleh Vara. lantaran Suci sama sekali tidak tertarik untuk menyimpan barang yang tidak jelas identitas pengirimnya.
Saat Suci sibuk mengoceh panjang lebar tentang bunga. Shakti malah diam membisu karena merasa kesal ada yang diam" menyukai Suci Sahabatnya. entah mengapa Shakti merasa tidak rela bila ada yang mendekati suci selain dirinya.
"Siapa sih yang berani ngirim bunga ke Suci, aku tidak rela bila ada yang mendekati Suci selain aku, laki laki yang boleh mendekati Suci itu hanya aku .
Arghhhh....!!! apa yang terjadi padaku. kenapa aku merasa kesal bila ada yang mendekati Suci. apakah aku sedang Cemburu. tapi tidak mungkin. pasti ini karena aku sangat berteman akrab dengan Suci .jadi ada perasaan tidak rela...yaa..!! mungkin saja.."gumam Shakti.
"aku permisi balik ke kelas" ucap Shakti dengan raut wajah dingin.
"terus bukunya bagaimana"tanya Suci.
"gak usah...!! gak jadi". ketus Shakti dan langsung berlalu pergi meninggalkan Suci yang diam mematung karena terkejut akan sikap dingin Shakti.
"ada apa dengan Shakti, gak biasanya dia bicara dingin padaku". gumam Suci dengan wajah sendu.
__ADS_1
Bersambung...
❤❤❤