
Intan melewati masa kehamilan Dengan begitu sabar , dia hanya memikirkan keadaan calon anaknya di dalam sana .
Dan Kabarnya kedua mertuanya akan berkunjung setelah Didin memberi tahu mereka jika intan sedang hamil .
Tentunya intan sudah menyiapkan dirinya nanti , entah hanya karena takut atau bawaan bayi entahlah .
Saat Didin dan Intan tengah fokus pada layar tipis di depan nya suara mobil dari luar membuat ke duanya berdiri .
Didin langsung membuka pintu rumahnya , dan orang tuanya sudah masuk dalam halaman dan mobilnya di biarkan di laut pagar karena garasi Didin tidak muat untuk menampung dua mobil .
" Masuk Bu " Ucap Didin pada Kedua orang tuanya .
" Ayah " Intan mencium punggung tangan ayah mertua nya tapi saat akan mencium tangan ibu mertua nya wanita itu hanya menatapnya lalu pergi begitu saja .
" Ayo kita duduk " Ucap ayah lalu membawa intan duduk di sofa " Iya ayah " Jawab intan Tersenyum .
" Ayah sama ibu mau minum apa biar intan buat kan " Tanya intan .
"Tidak usah repot² ,apa kamu hamil " Tanya nya dengan sinis menatap perut intan
" Iya Bu " Jawab intan .
" Kamu yakin itu anak Didin "
" Ibu " Bentak sang suami " Kenapa aku hanya bertanya karena Didin sering di luar ...."
' Cukup, dulu ibu memintanya untuk hamil sekarang sudah ada " Bentak sang suami .
" Jika Ibu meminta ayah menemani ke sini hanya untuk sekedar menghina atau meragukan kehamilan intan lebih baik kita pulang " Ucapnya dengan suara tinggi .
" Ayah,intan baik² saja " Ucap intan Tersenyum paksa .
" Sekalipun kamu baik² saja ,tapi sikap ibu mu itu tidak benar ,dia pernah hamil dia juga wanita !! Apa pantas dia menanyakan itu " Ucap mertuanya dengan serius .
" Tinggal di kota itu tidak sama dengan tinggal di desa ,Risna saja....."
__ADS_1
" IBU " intan dan ayah nya langsung menatap Didin yang wajahnya sudah memerah " Kenapa harus mengungkit nama Risna " Ucapnya dengan suara tinggi .
" Memang kenyataannya dia hamil ...."
" Diam " Bentak nya lagi " maaf ayah jika didin kurang sopan kalau bisa bawa ibu pergi , kalau ayah mau ke sini silahkan tapi untuk sementara Didin harap untuk tidak membawa ibu ke sini " Ucap Didin lalu meninggalkan ruangan tamu itu .
" Maaf iya ayah ibu ,intan susul Kaka Didin dulu " Ucap intan tidak enak .
" Tidak usah nak, kami akan pulang " Ucap sang ayah mertua .
" Tapi ibu sama ayah baru sampai , istirahat dulu biar intan bersihkan kamar bawah " Ucap intan menatap ayah mertua nya .
" tidak usah sok baik ,kamu senang kan saya di usir di rumah anakku sendiri " Ucap sang ibu mertua .
" Intan tidak ada....."
" Sudah nak, mendingan kamu istirahat saja " ayah pun menarik tangan ibu mertua nya membuat wanita berdiri " Jaga kesehatan mu, jangan memikirkan apa pun ,Jika kamu butuh papa hubungi ayah " Intan mengaguk lalu mencium punggung tangan ayah mertuanya .
' Jangan nakal nak " Ucap ayah mertua nya mengelus perut buncit intan.
Intan mendapat perhatian dari ayah mertuanya berkaca-kaca ini pertama kalinya ada yang mengelus perutnya padahal suami nya sendiri tidak pernah .
" Wanita iblis " Ayah pun langsung menyeret istri nya ke luar dari rumah anaknya padahal mereka baru saja datang .
Tapi karena ulahnya ,mereka harus ke pergi dengan paksa .
Intan tetap mengantar ke dua mertuanya hingga di depan pagar melambaikan tangannya sambil mengelus perut nya .
" Kamu senang nak, kakek begitu menyayangi mu " Ucap intan Tersenyum miris . Lalu dia kembali masuk menutup pagar rumah dan masuk dalam rumah dengan helaan napas .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya Didin baru ke luar dari kamarnya bahkan siang tadi dia tidak turun makan padahal intan sudah menyiapkan .
" Makan kak " Didin hanya mengaguk intan pun mengambil kan piring untuk suaminya lalu memberikan gelas minum untuk suaminya .
__ADS_1
" Boleh intan ke rumah ibu " Ucap intan .
" Nanti aku antar besok " Jawab Didin .
" Intan pergi saja sendiri kak, kakak juga pasti sibuk di restoran " Ucap intan .
" Nanti kalau sudah sampai Intan kabari. " Lanjutnya .
" Iya terserah " Jawab Didin .
" Makasih kak " Ucap intan .
Besok kita akan ketemu kakek sama nenek nak, kamu senang Tanya intan dalam hati .
Bunda juga senang, tidak papa kan ayah tidak mengantar kita Lanjutnya dalam hati .
Intan menatap Didin yang hanya fokus pada makanannya .
Terimakasih kak, setidaknya dia menjadi penguat intan dalam hubungan ini , sekalipun kehadiran nya tidak merubah perasaan kakak terhadap nya tapi intan bahagia atas kehadiran nya ,sekali lagi terimakasih kak
Intan kembali memasukan makanan dalam mulutnya dia berusaha baik² saja kareja anaknya membutuhkan itu dia tidak ingin terjadi papa dengan kandungan nya .
karena dia obat dari segala obat yang dia alami selama ini dan dia juga lah sumber kekuatan dari semua hinaan dan rasa sakit yang dia terima selama ini baik dari suami atau pun dari ibu mertua nya.
Intan Tersenyum miris saat kehamilan nya di ragukan sama halnya dengan suaminya ,bahkan seakan tidak terjadi papa Didin hanya bersikap biasa saja .
Seperti nya memang kami tidak ada artinya dalam hidupnya Intan tertawa dalam hatinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟