
Di dalam kelas, Shakti terus - menerus merasa gelisah dan kesal karena memikirkan siapa yang diam diam mengagumi Suci sahabatnya. di lubuk hatinya, Sedikit ada perasaan tidak rela bila ada yang mencoba mendekati Suci.
Lain hal dengan Suci, dia masih sibuk mencerna perkataan Shakti yang Sangat ketus padanya. sehingga merasa kesal dibuatnya. pasalnya ini pertama kalinya Shakti bicara ketus padanya.
"apa aku melakukan kesalahan, sehingga dia begitu ketus padaku tadi" gerutu Suci.
" ehemm..!!. suara deheman seseorang membuyar lamunan Suci seketika.
" boleh duduk disini " tanya Aldi sembari menunjuk bangku di sebelah Suci.
" iyaa boleh dong kak " jawabnya kembali sambil tersenyum manis.
melihat Suci tersenyum manis membuatnya terpana akan kecantikannya.
" disini aku ingin bicara mengenai acara sekolah kita yang akan di gelar minggu depan" tutur Aldi.
" waahh..!! pasti seru sekali itu kak " girang Suci.
" iyaa? apa kau bersedia, menjadi pasanganku nanti Suci " mohon Aldi.
Suci berfikir sejenak, untuk mempertimbangkan permintaan Aldi padanya. sebelum akhirnya menyetujui permintaan Aldi.
" baiklah kak, aku mau jadi pasangan kakak nanti, minggu depan " jawabnya kembali.
" sungguh...!!! ".
" iya kak...!!! ".
" wah terima kasih yaa, aku merasa sangat senang sekali " . girang Aldi.
" iya sama sama kak " sembari tersenyum manis.
Di kejauhan Melihat Suci berbicara dan tertawa bersama Aldi, membuat Shakti merasa panas. rahangnya mengeras serta mengepal tangannya dengan kuat. sebelum akhirnya berlalu pergi sambil melampiaskan amarahnya yang membuncah.
Shakti menyetir mobilnya, dengan kecepatan tinggi. matanya memerah karena menahan amarah. setelah sampai di rumahnya, tanpa memperdulikan orang sekitarnya, dia langsung bergegas menuju kamarnya. setelah masuk Shakti langsung mengunci pintu kamarnya dari dalam, dan membanting semua barang - barang yang ada di sekitarnya.
Mendengar keributan dari kamar majikannya. membuat bi Ana, selaku Asisten rumah tangga dari keluarga Shakti merasa cemas.
setelah beberapa lama menunggu, akhirnya majikannya keluar namun dengan tangan yang penuh luka dan bersimbah darah. tentu saja hal itu membuat bi Ana histeris karena cemas. karena bagaimanapun Shakti sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. lantaran sedari kecil, bi Ana lah yang mengurus Shakti, sebab orang tuanya selalu sibuk bekerja dan jarang pulang kerumah.
Tidak butuh waktu lama, bi Ana segera menuntun Shakti untuk duduk Di sofa, dan bergegas mengambilkan kotak P3K yang tersimpan rapi di dalam laci. Setelah itu dengan segera bi Ana membersihkan luka majikannya dengan sangat hati - hati.
__ADS_1
Saat bi Ana membersihkan lukanya, tampak Shakti meringis kecil sembari menahan sakit melihat majikannya kesakitan, membuat bi Ana merasa iba.
" yaampun den ? masalahnya apa sehingga den tega melukai diri sendiri " tanya bi Ana dengan raut wajah penuh kecemasan.
" tidak ada bi " jawab Shakti tanpa menatap bi Ana.
Mendengar jawaban Shakti, bi Ana paham betul, bahwa seberat apapun masalahnya majikannya tersebut tidak akan pernah mau bercerita.
" den? lukanya sudah selesai di balut dengan perban, sekarang den isirahat. bibi akan membersihkan kamar den dulu " ucap bi Ana sembari berlalu pergi.
***
Esoknya di sekolah, tampak Shakti menunggu Suci di gerbang sekolah tersebut. sebelum akhirnya orang yang dia cari, muncul seketika. dengan segera Shakti menghampiri Suci dengan wajah binar.
melihat Shakti tersenyum lebar. tentu sajah membuat Suci keheranan. pasalnya kemarin raut wajahnya sangat dingin terhadapnya dan sekarang malah sebaliknya.
"orangnya tidak bisa ditebak , benar - benar aneh" batin Suci.
" Suci aku ingin bicara padamu ".
" bicara sajah " ketus Suci
" aku masih kesal sama kamu Shakti, kamu tahu, kemarin kau bicara sangat ketus padaku? apa aku membuat kesalahan sehingga kamu bersikap dingin padaku kemarin ".jawabnya kembali.
" maafkan aku, itu tidak disengaja. maafkan aku yaa ". memohon sembari memasang wajah sok imut
melihat Shakti dengan Wajah Sok imut. sontak membuat Suci tertawa seketika saking lucunya.
" hahaha...!!! jangan pasang wajah sok imut begitu ih. nanti ku jitak pala.mu". tertawa Suci sambil memegang perutnya.
" cantik sekali, sangat cantik " gumam Shakti.
" di pesta nanti kau pergi dengan siapa " tanya Shakti
" dengan Aldi " jawab Suci
"Sialan si Aldi, berani sekali dia" batin Shakti
" kapan dia mengajakmu " tanyanya kembali.
" kemarin " jawab Suci enteng.
__ADS_1
" ayolah kau pergi denganku sajah " bujuk Shakti
" ogah...!! malas bangat, aku pergi dengan orang yang rese dan narsis sepertimu " jawab Suci sambil berlalu pergi meninggalkan Shakti.
" harusnya kau bangga bisa berpasangan denganku secara kan aku tampan tak terbatas " ujar Shakti berjalan sambil mengekor di belakang Suci.
" cih....!! kumat lagi narsisnya " cibir Suci
***
Akhirnya, tibalah sudah perayaan acara tahunan. dalam rangka untuk memperingati HUT yang ke 10 berdirinya sekolah tersebut.
Dikediaman Haris, sembari menunggu Suci bersiap siap, Aldi menunggunya Di ruang tamu serta di temani papah haris dan mama Alisa selaku kedua orang tua Suci. tampak mereka sangat akrab dan entah apa yang mereka bicarakan. yang jelas tampak sekali tawa mereka terdengar oleh Suci. sehingga mereka bahkan tidak menyadari kedatangan Suci lantaran keasikan mengobrol. dan tentu sajah, hal itu membuat Suci merasa Kesal Karena merasa Diasingkan.
" Seru bangat kayanya bahkan lupa pada putri sendiri " geram Suci.
mendengar Suci berbicara, sontak mereka bertiga menoleh kearah Suci. dan benar Saja mereka tampak terpukau dengan penampilan Suci hingga tidak ada seorangpun yang berbicara saking terkejutnya mereka. apalagi Aldi yang terkejut dengan mulut menganga saking terpukaunya kepada Suci.
Suci memakai gaun berwarna merah maroon. dengan bahu sedikit terbuka, semakin menambah kecantikan Suci. apalagi dengan kulitnya yang putih bersih. serta rambutnya dibiarkan gerai semakin membuat Suci bak bidadari.
" kau cantik sekali nak " ujar Alisa dengan terharu.
" iya sayang cantik sekali " tambah haris.
" makasih pah, mah " jawab suci sembari tersenyum malu - malu.
" sekarang kalian lekaslah pergi , jangan sampai terlambat " ujar Haris
" iya om, tante, kalau gitu kita pamit dulu gih" ujar Aldi.
" iya...!! hati - hati di jalan " ucap Alisa dan Haris bersamaan dan tentu sajah mendapat anggukan dari Aldi dan Suci.
Aldi menuntun Suci untuk masuk ke mobilnya,dan tidak lupa Aldi membukakan pintu untuk Suci.
Setelah 15 menit perjalanan merekapun Sampai. Aldi turun dari mobil dan bergegas membukakan pintu untuk Suci, tampak para tamu yang lain mengagumi pasangan Aldi dan Suci. karena selain Suci yang Cantik, Aldi pun tidak kalah tampan. dengan balutan tuxedo warna putih semakin membuat ketampanan Aldi terpancar. jadi jelas saja banyak yang mengagumi pasangan mereka.
Sedangkan dari jauh, Shakti tampak tidak berhenti menatap Suci. dia terkagum akan kecantikan Suci yang menurutnya sangat cantik luar biasa. Shakti ingin bersanding dengan Suci sebagai pasangan. namun apalah daya, Aldi lebih dulu mendapatkan Suci. jadi Shakti terpaksa meminta Vara sahabat Suci, untuk menjadi pasangannya di pesta tersebut.
Bersambung...
❤❤❤
__ADS_1