
Seminggu sudah intan berada di kampung dan perasaan nya sudah semakin membaik .
Aris tidak pernah berhenti menanyakan keadaannya dan juga kandungan nya,pria itu membuat intan merasa di perhatikan bahkan Aris lebih perhatian pada sang anak di mana selalu menanyakan susu ,vitamin dan lainnya .
Saat sore hari tengah duduk di teras sambil menatap orang² yang berlalu lalang .
Dua mobil mewah mendekati rumah membuat intan kaget tapi setelah itu dia kembali memasang wajah biasa dia tahu pemilik mobil itu .
Siapa lagi kalau bukan keluarga kakaknya dan juga Didin suaminya, mungkin kedua orang tuanya meminta mereka pulang karena ada dia di sini .
Intan berdiri dari duduknya sekalipun malas tapi dia tidak ingin membuat yang lainnya khawatir .
" Koh pulang tidak bilang kakak " Intan hanya tersenyum tipis " Mendadak teh ,soalnya kakak Didin juga perginya dadakan " Jawab intan kaku mencium tangan Risna dan Daniel.
Lalu dia berjalan mendekati Didin dan mencium punggung tangan suaminya .
" kalian sudah datang " Ucap Iin yang baru saja ke luar bersama suaminya .
" Cucu Kakek " Ucap Usman langsung mengambil Kanz dalam gendongan Risna .
" Makin gemuk kakek jadi takut menggendong mu " Ucapnya lagi .
" Ayo masuk " Ucap Iin lalu mereka masuk dalam rumah .
Istirahat sebentar di sofa berkumpul bersama di ruangan itu .
' Gimana kerjaan nya sudah beras " Tanya Usman menatap Didin .
" Sudah ayah,maaf baru sempat jemput Intan " Ucap Didin
" Tidak Papa , dia juga hanya diam diri di kamar hanya sesekali ke luar sama temannya " Jawab Usman .
" Gimana kandungan nya dek " Tanya Risna lembut .
" Baik kak " Jawab intan seadaanya " Ah iya kakak sampai lupa kenapa selalu saja tidak mengangkat panggilan dan pesan Kakak ,kamu marah sama kakak " Tanya Risna kesal .
" Kan teteh tahu ,kalau intan jarang pegang Hp ' Elak intan Tersenyum .
" Tuh suamimu HP nya selalu di tangannya makanya setiap aku hubungi langsung di angkat " Ucap Risna .
Karena dia masih mencintai mu Batin intan Tersenyum .
" Kakak Didin pegang Hp karena kerjaan teh " Jawab intan .
' Tapi adek tahu ,setiap aku hubungi mas Didin , selalu ada yang cemburu " Daniel hanya tersenyum lalu memeluk Risna membuat seseorang menahan emosi nya .
__ADS_1
' Sorry " Risna hanya mengangguk saja Daniel pun langsung mencium pipi sang istri.
" Abang " Daniel hanya tersenyum saja tanpa dosa " Kebiasaan deh tidak lihat tempat " Ucap Risna .
" Hanya kita sayang, ayah sama Didin juga pasti begitu iya kan " Kedua pria itu hanya tersenyum .
Ah kakak salah bahkan mungkin sekarang suami ku sedang menahan emosi nya lihat saja wajahnya memerah Batin intan .
" Tapi malu bang " Cicit Risna tidak enak .
" Anggap kami patung saja teh, iya kan Kanz " Ucap Usman meminta persetujuan pada Cucu nya .
"Ayo minum dulu mumpung masih panas ,maaf ibu hanya bikin ini " Ucap Iin yang datang dari dapur membawa kopi dan juga pisang goreng .
" Weeee gorengan " Ucap Daniel langsung melepaskan pelukannya pada Risna .
" Apa makanan lebih enak " Ucap Risna.
" Kamu yang lebih enak, apa lagi di kamar " Jawab Daniel jujur
PLak
Daniel hanya tertawa saja melihat wajah kesal dan malu sang istri .
" Itu tadi intan pengen ngidam katanya ,jadi ayah pergi cari pisang katanya enak di makan sama sambalnya " Ucap Iin .
Didin langsung menatap intan yang kembali fokus pada gorengan nya entahlah perasaan pria itu semakin tidak menentu .
" Memang Risna tidak pernah bikin begini " Tanya Usman .
" Mana bisa Risna masuk dapur ayah, kecuali dia pengen di masakan sesuatu baru Risna ke dapur " Ucap Risna .
" Nanti lecet sayang " jawab Daniel seadanya .
" Kan sudah terbiasa Abang, namanya main di dapur pasti lecet lah " Ucap Risna .
" Iya dan aku tidak suka milikku rusak " Ucapnya sambil tersenyum menatap sang istri " Urus Kanz saja itu sudah cukup " Lanjutnya .
" Kenapa tidak bayar orang saja untuk jaga Kanz " Ucap Iin tertawa .
" Anak ibu tidak mau, katanya dia mau urus sendiri anaknya bahkan pelayan di rumah saja tidak ada yang sentuh kanz hanya ayah sama ibu karena takut sama dia " Timpal Daniel .
" Jangan gitu nak " Tegur Usman .
" Bukannya apa ayah, kalau Kanz kenapa² Abang pasti akan memarahi mereka " Jawab Risna kesal .
__ADS_1
" Karena mereka tidak bisa menjaga anakku " Bela Daniel .
" Ayah sama ibu bisa lihat kan, jadi salah Risna di mana " Tanya Risna membuat Usman dan Iin tertawa tapi tidak dengan kedua orang yang ada di ruangan itu yang hanya fokus pada gorengan saja .
boleh kah aku iri dengan nya di cintai dua pria Batin intan Tersenyum miris
" Seperti nya yang ngidam bukan hanya intan deh " Ucap Risna menatap Didin .
" Enak Neng, pamali tolak rezeki " Ucap Didin lembut .
" tunggu ibu ambil lagi " Iin langsung berdiri ke arah dapur .
" Tambah sambal Bu " Ucap intan .
" Kamu sudah makan banyak " Tegur Didin.
" Tapi ...."
" Tidak usah Bu " Ucap Didin sedikit meninggi kan suaranya .
" Kurang enak kak " Ucap intan kesal .
" Di enakin saja ,kamu lagi hamil " Intan melirik didin kesal .
" Jangan marah nak , Didin benar kamu lagi hamil kalau tidak biar makan sama pohonnya cabai juga tidak papa " Intan hanya mendengus saja .
" Iya ayah " Jawabnya singkat .
" Adek jangan lagi iya " Tegur Iin yang baru datang sambil membawa sepiring pisang goreng dan sambal .
" Iya " Jawabnya .
Lalu mereka kembali mengobrol di mana obrolan itu hanya di domisili Risna dan Daniel sedangkan kedua peserta lainnya hanya fokus pada gorengan di depannya .
jika intan karena memang ingin tidak dengan Didin yang tidak ingin melihat kemesraan Risna bersama suaminya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟