Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Mual


__ADS_3

" Intan " Panggil Didin setelah sampai di dapur membuat intan mengehentikan kegiatan nya membuat susu .


" Ada yang kakak butuhkan " Tanya intan .


" Bisa kita bicara " Ucap Didin ' Tentang nya " Lanjutnya menatap perut intan .


" Aku selesaikan ini dulu " Didin mengaguk lalu menarik kursi untuk dia duduki .


" Jika tidak suka kenapa memaksa nya " Tanya Didin saat melihat wajah intan yang ingin mengeluarkan kembali susu yang di minum .


" Dokter bilang harus minum " Jawab intan lalu menyimpan gelasnya dan duduk kembali berhadapan dengan Didin .


" Apa yang ingin kakak bicarakan " Tanya intan .


" Berapa usianya " Tanya Didin


" 7 Minggu " Jawab Intan .


" Apa mereka ibu sudah tahu " Intan menggeleng " Belum " Jawabnya .


" Apa kamu yakin dengan kehamilanmu, kamu tahu hubungan kita seperti apa ..."


" Kakak bisa melakukan apa yang kakak mau buat, tidak usah memikirkan kehadiran nya ,dia menjadi urusanku nantinya , perasaan kakak terhadap nya itu bukan urusan kami " Potong intan cepat .


" Maaf aku ke atas mau istirahat " Didin menahan tangan intan lalu menatap wanita itu " Ada yang ingin kakak bicarakan lagi " Didin ikut berdiri lalu membawa intan ke lantai atas masuk dalam kamar intan .


" Aku akan tidur sini " Intan hanya diam saja lalu merebahkan tubuhnya saat keduanya sudah berada dalam kamar .


Di ikuti Didin yang memeluk intan dari belakang, Didin mengelus perut intan dengan tangan bergetar .


" Makasih " Intan hanya diam saja ,ada rasa bahagia saat Didin mengelus perutnya .


Selamat malam ayah. Batin intan mewakili anak nya lalu memejamkan matanya .


🌵


🌵


🌵


🌵


🌵


🌵

__ADS_1


Pagi harinya intan bangun lebih dulu dia bersyukur karena tidak merasakan mual seperti orang hamil pada umumnya .


Tapi tiba-tiba dia di buat kaget saat didin terbangun dengan tergesa langsung berlari kedalam kamar mandi .


Hoek ......Hoek


Intan pun langsung menyusul Didin ke dalam kamar mandi saat mendengar suara muntah dari dalam kamar mandi .


" Kakak baik² saja " Tanya intan panik .


Hoek ....Hoek....


" Kakak " Panggil intan lirih lalu memijat tengkuk leher suaminya dengan pelan .


" kakak kenapa " Didin menggeleng pelan kepalanya terasa berat " Intan " Didin langsung memeluk intan membuat wanita itu mundur kebelakang karena menahan tubuh didin .


" Ayo aku antar ke kamar " Mereka pun ke luar dari kamar ,intan membantu Didin baring di tempat tidur " Aku buatkan minuman dulu iya " Didin hanya menggaguk pelan .


" Apa aku masuk angin " Gumamnya lalu memijat kepalanya dengan pelan .


Didin Kembali membuka matanya saat mendengar dering Hp intan ,dia pun langsung menjawab nya saat melihat nama ibu di layar HP nya .


" Hallo "


" Lo nak ,kamu kenapa " Tanya Iin .


" Kamu sakit nak "


"Masuk angin Bu " Jawab Didin


" Astaga, makanya jangan suka mandi malam² ,suruh intan kerokin biar kamu enakan ,buatkan minuman hangat jahe kah atau apa , jangan suka begadang nak " Ucap Iin panjang lebar .


" Iya Bu,ah iya Bu intan hamil " Ucap Didin .


" Siapa yang hamil " pekik Iin membuat Didin menjauhkan Hp nya " Intan Bu, istri Didin " Jawabnya lagi .


" Alhamdulillah,intan nya mana ,ibu mau ngomong " Saat akan menjawab Pintu kamar terbuka Didin pun memberikan HP intan saat wanita itu sudah berdiri di samping nya .


" Intan "


" Iya Bu " Jawab intan .


" Ayo minum dulu biar enakan mumpung masih panas " Ucap intan menatap Didin yang masih berbaring ,Didin pun bangun dengan perlahan .


" Maaf Bu " Ucap intan .

__ADS_1


" Kamu hamil nak, kata suami mu hamil " Intan menatap Didin yang masih minum .


" Iya Bu, doakan intan semoga bisa menjaganya dengan baik iya " Ucap Intan .


" Pasti nak,Gimana kamu mual atau menginginkan makanan yang lain " Tanya Iin antusias .


" Intan tidak mual Bu " Intan menatap Didin yang kembali berbaring dan memeluk pinggang nya " kalau ngidam intan juga tidak tahu ,tapi sesekali intan menginginkan makanan " Jawab Intan .


" Syukurlah, jika kamu ingin sesuatu katakan pada Ibu iya biar ibu buatkan " Ucap Iin .


" Benaran boleh Bu " Tanya intan serius .


" Boleh ,kamu mau apa " Tanya Iin .


" Nasi bambu boleh sama ikan kuah masakan ibu tapi ikannya yang bagian kepala iya pakai nanas " Ucap intan cepat membuat Didin mengangkat kepalanya menatap wanita hamil itu .


" Ganti tomat atau belimbing saja iya nak, ibu hamil tidak boleh makan nanas " Ucap Iin lembut .


" Terserah saja Bu yang penting masakan ibu " Ucap intan .


' Iya sudah, ibu ke kamar dulu mau bangunin ayah ,nanti setelah belanja mau langsung ke situ " Intan Tersenyum kuda.


" Intan tunggu iya ,kalau begitu intan tutup dulu , hati² iya Bu " Ucap intan .


" Iya nak, Ah iya kerokin suaminya biar dia baikan " Ucap Iin


" Iya Bu " Jawab intan .


" Kamu mengidam " Tanya Didin


" Tidak tahu, buka bajunya biar aku kerokin " Didin menggeleng " Sudah mendingan habis minum susu jahe tapi kepalaku masih berat " Ucapnya .


" Iya sudah Kaka istirahat dulu ,aku mau buat sarapan " Ucap intan .


"Kue mu masih ada " Intan mengaguk " Ada " Jawabnya .


" antar ke sini ,pengen mau makan itu " Intan mengaguk lalu ke luar dari kamarnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2