
" Intan " Panggil Didin setelah sampai di dapur membuat intan mengehentikan kegiatan nya membuat susu .
" Ada yang kakak butuhkan " Tanya intan .
" Bisa kita bicara " Ucap Didin ' Tentang nya " Lanjutnya menatap perut intan .
" Aku selesaikan ini dulu " Didin mengaguk lalu menarik kursi untuk dia duduki .
" Jika tidak suka kenapa memaksa nya " Tanya Didin saat melihat wajah intan yang ingin mengeluarkan kembali susu yang di minum .
" Dokter bilang harus minum " Jawab intan lalu menyimpan gelasnya dan duduk kembali berhadapan dengan Didin .
" Apa yang ingin kakak bicarakan " Tanya intan .
" Berapa usianya " Tanya Didin
" 7 Minggu " Jawab Intan .
" Apa mereka ibu sudah tahu " Intan menggeleng " Belum " Jawabnya .
" Apa kamu yakin dengan kehamilanmu, kamu tahu hubungan kita seperti apa ..."
" Kakak bisa melakukan apa yang kakak mau buat, tidak usah memikirkan kehadiran nya ,dia menjadi urusanku nantinya , perasaan kakak terhadap nya itu bukan urusan kami " Potong intan cepat .
" Maaf aku ke atas mau istirahat " Didin menahan tangan intan lalu menatap wanita itu " Ada yang ingin kakak bicarakan lagi " Didin ikut berdiri lalu membawa intan ke lantai atas masuk dalam kamar intan .
" Aku akan tidur sini " Intan hanya diam saja lalu merebahkan tubuhnya saat keduanya sudah berada dalam kamar .
Di ikuti Didin yang memeluk intan dari belakang, Didin mengelus perut intan dengan tangan bergetar .
" Makasih " Intan hanya diam saja ,ada rasa bahagia saat Didin mengelus perutnya .
Selamat malam ayah. Batin intan mewakili anak nya lalu memejamkan matanya .
🌵
🌵
🌵
🌵
🌵
🌵
__ADS_1
Pagi harinya intan bangun lebih dulu dia bersyukur karena tidak merasakan mual seperti orang hamil pada umumnya .
Tapi tiba-tiba dia di buat kaget saat didin terbangun dengan tergesa langsung berlari kedalam kamar mandi .
Hoek ......Hoek
Intan pun langsung menyusul Didin ke dalam kamar mandi saat mendengar suara muntah dari dalam kamar mandi .
" Kakak baik² saja " Tanya intan panik .
Hoek ....Hoek....
" Kakak " Panggil intan lirih lalu memijat tengkuk leher suaminya dengan pelan .
" kakak kenapa " Didin menggeleng pelan kepalanya terasa berat " Intan " Didin langsung memeluk intan membuat wanita itu mundur kebelakang karena menahan tubuh didin .
" Ayo aku antar ke kamar " Mereka pun ke luar dari kamar ,intan membantu Didin baring di tempat tidur " Aku buatkan minuman dulu iya " Didin hanya menggaguk pelan .
" Apa aku masuk angin " Gumamnya lalu memijat kepalanya dengan pelan .
Didin Kembali membuka matanya saat mendengar dering Hp intan ,dia pun langsung menjawab nya saat melihat nama ibu di layar HP nya .
" Hallo "
" Lo nak ,kamu kenapa " Tanya Iin .
" Kamu sakit nak "
"Masuk angin Bu " Jawab Didin
" Astaga, makanya jangan suka mandi malam² ,suruh intan kerokin biar kamu enakan ,buatkan minuman hangat jahe kah atau apa , jangan suka begadang nak " Ucap Iin panjang lebar .
" Iya Bu,ah iya Bu intan hamil " Ucap Didin .
" Siapa yang hamil " pekik Iin membuat Didin menjauhkan Hp nya " Intan Bu, istri Didin " Jawabnya lagi .
" Alhamdulillah,intan nya mana ,ibu mau ngomong " Saat akan menjawab Pintu kamar terbuka Didin pun memberikan HP intan saat wanita itu sudah berdiri di samping nya .
" Intan "
" Iya Bu " Jawab intan .
" Ayo minum dulu biar enakan mumpung masih panas " Ucap intan menatap Didin yang masih berbaring ,Didin pun bangun dengan perlahan .
" Maaf Bu " Ucap intan .
__ADS_1
" Kamu hamil nak, kata suami mu hamil " Intan menatap Didin yang masih minum .
" Iya Bu, doakan intan semoga bisa menjaganya dengan baik iya " Ucap Intan .
" Pasti nak,Gimana kamu mual atau menginginkan makanan yang lain " Tanya Iin antusias .
" Intan tidak mual Bu " Intan menatap Didin yang kembali berbaring dan memeluk pinggang nya " kalau ngidam intan juga tidak tahu ,tapi sesekali intan menginginkan makanan " Jawab Intan .
" Syukurlah, jika kamu ingin sesuatu katakan pada Ibu iya biar ibu buatkan " Ucap Iin .
" Benaran boleh Bu " Tanya intan serius .
" Boleh ,kamu mau apa " Tanya Iin .
" Nasi bambu boleh sama ikan kuah masakan ibu tapi ikannya yang bagian kepala iya pakai nanas " Ucap intan cepat membuat Didin mengangkat kepalanya menatap wanita hamil itu .
" Ganti tomat atau belimbing saja iya nak, ibu hamil tidak boleh makan nanas " Ucap Iin lembut .
" Terserah saja Bu yang penting masakan ibu " Ucap intan .
' Iya sudah, ibu ke kamar dulu mau bangunin ayah ,nanti setelah belanja mau langsung ke situ " Intan Tersenyum kuda.
" Intan tunggu iya ,kalau begitu intan tutup dulu , hati² iya Bu " Ucap intan .
" Iya nak, Ah iya kerokin suaminya biar dia baikan " Ucap Iin
" Iya Bu " Jawab intan .
" Kamu mengidam " Tanya Didin
" Tidak tahu, buka bajunya biar aku kerokin " Didin menggeleng " Sudah mendingan habis minum susu jahe tapi kepalaku masih berat " Ucapnya .
" Iya sudah Kaka istirahat dulu ,aku mau buat sarapan " Ucap intan .
"Kue mu masih ada " Intan mengaguk " Ada " Jawabnya .
" antar ke sini ,pengen mau makan itu " Intan mengaguk lalu ke luar dari kamarnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟