Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Cerita


__ADS_3

3 hari sudah intan meninggalkan rumah,Didin sudah merasa kesepian bahkan beberapa hari belakangan dia selalu lupa kalau tidak ada intan .


Hingga selalu saja ke dapur hanya untuk mencari intan atau ke tempat laundry membuatkan Copi atau hanya menanyakan kue .


Apa lagi pagi harinya yang sudah terbiasa di meja makan ada sarapan tapi selama intan pergi meja makan itu selalu kosong .


Ingin memanggil sahabat dan asistennya tapi dia malas karena selalu saja di salahkan oleh mereka .


Memang ada yang salah dengan perasaan nya ?? Dia juga ingin seperti yang lainnya bahagia !! Tapi mau gimana lagi perasaan memang tidak bisa di paksa lalu dia mau gimana .


Didin menarik napas panjang dalam² lalu membaringkan tubuhnya di sofa ,selama pergi intan hanya mengirimkan pesan satu kali ,itu pun hanya pemberitahuan kalau dia sudah di kampung .


" Aku tidak mungkin kangen kan ?? Hanya karena sepi saja kan " Gumam Didin meyakinkan diri nya .


" Iya hanya Sepi karena sudah terbiasa dengannya ,lama² juga akan terbiasa seperti dulu " Didin kembali meyakinkan diri nya .


Lalu memejamkan matanya membiarkan layar tipis itu bersuara agar tidak terlalu sepi itulah menurutnya .


" Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan denganku,kenapa begitu sulit melupakan mu, bahkan sekalipun kamu sudah mengkhianati ku tidak sedikit pun aku membencimu " Gumam Didin dengan helaan napas panjang .


Di waktu yang sama setelah makan malam Intan memilih langsung ke kamar duduk di dekat jendela menatap langit malam .


" Kak ,intan kangen " Ucapnya serak lalu menatap perut nya" Apa kita akan hidup berdua terus nak, apa yang harus bunda lakukan ,bilang sama bunda " Ucap Intan, cairan bening itu sudah mulai membasahi pipi mulusnya .


Dia ingin berbagi kesediaan hanya untuk perasaan nya tenang, tapi pada siapa .


Kedua orang tuanya, tidak !! Dia tidak ingin mengecewakan mereka apa lagi sampai khawatir memikirkan keadaanya .


Lalu Risna, intan Tersenyum miris bahkan dia sudah tidak perna menggubris panggilan atau pesan dari nya,dan jika wanita itu bertanya pasti dia hanya akan menjawab HP nya di kamar dia di lantai bawah pastinya dia selalu menghubungi Didin suaminya .


Gina !! Intan tidak ingin membuat wanita cerewet itu khawatir apa lagi dia sudah tahu kalau dia hamil .


" Bunda bingung harus bagaimana ?? " Lanjutnya lagi .


" Apa kakak merindukan kami " Intan Tersenyum miris menatap langit malam ,itu sangat mustahil bukan ?


Bahkan sampai sekarang pun pria itu belum juga menghubungi mereka, Rindu ??


Intan hanya menghela napasnya panjang di hembuskan dengan pelan .


Dret......dret.....


" Iya " Jawab intan .


" Bikin apa ? Apa aku mengganggumu " Tanya dari seberang .


" Tidak koh ,aku duduk saja " Jawabnya dengan lembut .


"Syukurlah ,Besok sibuk tidak mau jalan pagi " Ucap nya lagi .


" Boleh, tapi di mana " Tanya balik Intan.


" Terserah,kamu maunya di mana " Tanya balik .


" Aku ikut saja ,kan kamu yang ajak " Intan Tersenyum saat mendengar tawa dari seberang .

__ADS_1


" Baiklah, besok aku jemput iya !! " Ucapnya .


" Iya ,kalau sudah mau ke sini kirim pesan biar aku siap " Ujar intan .


" Siap Cantik " Jawabnya membuat intan tersenyum kuda .


" Aku tutup iya " Tanya lagi .


" Iya "


Intan kembali menyimpan HP nya setelah berbicara sebentar pada Aris padahal dia sudah berharap jika itu Suaminya tapi nyatanya bukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya masih sedikit gelap Intan sudah bersiap karena Aris sudah mengirimkan pesan padanya .


" Mau ke mana nak " Tanya Usman .


" Jalan pagi Yah, sama Aris teman intan " Usman hanya mengaguk saja .


" Hati² jalan nya kamu lagi hamil tidak usah lari iya " Ucap Iin .


" Iya Bu " Jawab intan Tersenyum .


Tok ....tok ...


" Itu pasti Aris " Intan langsung berdiri membukakan pintu .


" Apa terlalu pagi " Tanya Aris saat menatap intan sudah berada di depannya .


" Tidak koh ,ini lebih baik ! izin dulu iya " Ucap intan .


" Koh mobil " Tanya intan bingung .


" Kita jalannya agak jauhan dikit ,kamu tidak papa kan " Intan mengaguk setelah lama terdiam .


" Baiklah, ayo masuk " Aris membukakan pintu mobil bagian depan bahkan pria itu melindungi kepala intan .


Membuat wanita itu tersenyum lembut " Makasih " Aris hanya mengaguk saja .


Lalu dia pun ikut masuk dalam mobil lewat pintu yang lainnya .


" Aris " Aris menatap intan lalu menjalankan mobilnya " Iya " Jawabnya .


" Bisa ke puncak saja tidak ,aku ingin ke sana " Tanya intan .


" Baiklah " Jawab Aris Tersenyum.


" Maaf sudah merepotkan " Aris hanya tertawa kecil " Omongan basi " Jawabnya membuat intan tertawa kecil


Akhirnya kedua manusia itu memutuskan kepuncak dan membatalkan jalan paginya ,entahlah apa yang mau di bikin intan di puncak .


Bunuh diri kah ?? Karena sudah lelah 😁😁😁😁😁


" Kamu kenapa " Tanya Aris karena sejak tadi intan Hanya diam diam .

__ADS_1


" Ah tidak " Jawab intan kaget sambil tersenyum .


" Kamu punya masalah " Intan menggeleng " Kamu tidak pintar berbohong intan ,itu sangat jelas terlihat " Intan kembali diam .


" Baiklah ,mungkin kamu belum siap cerita " Lanjutnya lagi ,Aris kembali fokus ke depan karena jalanan nya cukup terjang sedangkan intan menatap ke arah luar jendela .


Sesampainya di puncak Aris lebih dulu turun lalu membukakan pintu untuk intan .


" Makasih " Aris hanya membalas nya dengan senyuman.


Aku kembali lagi ke sini Ucap intan dalam hati ,iya mereka ke puncak pertamanya iya dan Didin pergi


" Ayo " Intan mengaguk lalu mengikuti langkah Aris dari belakang .


Sesampainya intan langsung berdiri di pinggir berpegangan pada pagar .


Aris yang memperhatikan sejak tadi hanya bisa terdiam membiarkan intan menangkan dirinya .


" Kamu baik² saja " Tanya Aris saat melihat intan menangis


" Hebm " Jawabnya .


Namun akhirnya dia berjongkok menyembunyikan wajahnya di kedua kakinya ,Aris langsung ikut berjongkok menepuk pelan pundak intan .


" Sakit Ris " Aris hanya diam saja " Kenapa sakit sekali " Lanjutnya lagi .


Setelah lama menangis intan menghapus air matanya mengangkat kepalanya lalu tersenyum .


" Sudah baikan " Intan mengaguk " Maaf ,kamu harus melihat ini semua " Aris hanya Tersenyum " It's ok jangan memikirkan itu " Jawab Aris .


" Ingin berbagi " Intan menatap Aris yang hanya tersenyum, Aris membantu intan berdiri lalu duduk di kursi yang ada di situ .


" Aku hamil " Aris langsung menatap intan .


Kaget !!


Kapan menikah nya atau apa intan hamil ....!! Aris menggeleng kan kepalanya tidak mungkin intan sejauh itu kan atau terpaksa itu sangat tidak mungkin .


" Aku sudah menikah " Lanjutnya lagi saat melihat wajah bingung Aris .


" Aku menikah dengan kakak Didin " Aris semakin bingung bukannya pria itu kekasih kakak nya itulah yang perna dia dengar , Intan Tersenyum saat melihat wajah bingung Aris .


" Kakakku menikah dengan orang lain dan kini mereka sudah memiliki anak satu, Tapi hingga sampai sekarang pun Kaka Didin masih mencintainya " Ucap intan serak .


" Lalu bagaimana kamu bisa hamil " Tanya Aris serius .


" Aku hanya menjalankan kewajiban ku, dan aku kira dengan kehadiran dia semuanya akan berubah tapi semuanya sama saja ,bahkan dia tidak terlalu peduli jangan kan sama aku dengan nya saja tidak " Aris menarik intan dalam pelukannya membiarkan wanita itu menangis melepas kan bebannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment

__ADS_1


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2