
Tok ....tok
" Dila "
" Dila buka pintu nya " Panggil Gio ,karena Dila menguncinya dari dalam .
" Kenapa Nak " Tanya sang ibu membuat Gio kaget memegang dadanya lalu dia menatap ibunya .
" Ada sedikit salah paham " Elak Gio Tersenyum .
" Orang hamil itu suka marah² nak ,harusnya kamu mengalah " Gio hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Iya Bu " Jawab Gio pelan .
" Dila ,ini Ibu Nak " Panggil nya dengan lembut .
Ceklek .
" tuh sudah di buka, selesaikan dengan baik !! Ingat istri mu hamil " Gio mengaguk " Terimakasih Bu " Jawab Gio sambil menahan pintu agar Dila tidak kembali menutup nya .
" Kalau Gio buat kamu marah kasih tahu ibu " Ucapnya pada Dila .
" Iya Bu " Jawab Dila Tersenyum .
" istirahat iya ,jangan begadang langsung selesaikan ibu ambil air minum dulu " Ucapnya sambil menunjuk teko di tangan nya .
" Dila " Panggil Gio setelah menutup pintu kamar tidak lupa mengunci nya .
" Jangan tidur " Tahan Gio .
" Aku mengantuk ,ini sudah waktunya aku istirahat " Jawab Dila dingin menepis tangan Gio .
" Maaf " Cicit Gio lirih .
" istirahat lah, mungkin sebentar dia akan memintamu ke saja lagi " Ucap Dila tanpa memperdulikan permintaan maaf Gio .
" Aku minta maaf, aku tidak ada maksud untuk kembali dengan nya aku hanya real membantu Dil, aku bersumpah untuk itu ' Ucap Gio di belakang Dila .
" Kamu bisa menyuruh orang tanpa kamu yang ke sana ,membantu dalam arti apa ?? " Tanya Dila membalikkan badannya .
" Apa yang kamu lakukan padanya namanya membantu ,apa di saat aku yang meminta bantuan kamu ada ?? Bahkan aku sungkan untuk itu karena nyatanya kamu sibuk di luar sana ,kamu sendiri juga yang bilang jika pernikahan kita hanya status bukan ,maka dari sekarang aku akan melakukan semuanya hanya semua karena status " Ucap Dila menatap Gio .
" Aku tidak bisa berjanji sampai kapan pernikahan ini, tapi saat waktunya tiba aku harap anakku ...."
" Anak kita " Potong Gio
" Jika dia sudah paham dengan keadaan kita ,aku harap dia tidak tersakiti nanti nya " Lanjut Dila .
" Tidak ada yang akan tersakiti " Ucap Gio menekan ucapannya membuat Dila tersenyum sinis .
" Kau yakin " Tanya Dila menatap Gio .
" Apa kamu cemburu " Tanya Gio tiba² membuat Dila gugup .
Dia sendiri tidak paham dengan perasaan nya tapi satu yang dia yakini dia membenci Gio kembali berdekatan dengan mantannya entah perasaan itu kapan datang nya ,tapi sikap Gio membuat nya kecewa dan terluka .
" Karena " Tanya Dila menyembunyikan kegugupan nya .
__ADS_1
" Bersamanya " Dila tertawa kecil " Itu urusan kalian ingin bersama atau tidak ,karena fokus ku bukan pada kalian atau kamu tapi pada anakku " Jawab Dila ketus .
Belum juga Gio menjawab panggilan masuk di Hpnya,Dila menatap Gio Tersenyum remeh .
" Pergilah wanita mu sudah menunggumu " Ucap Dila membalikkan badannya membelakangi Gio .
" Hallo "
" Aku takut " Jawab nya lirih .
" Aku lagi menemani istri ku " Dila hanya diam saja .
" Tapi aku takut Gio " Kekeh nya tidak ingin kalah .
" Lagian di rumah ada orang tuamu ,di sini aku sendiri " Lanjutnya lagi .
" Maaf , seperti nya aku tidak bisa " Ucap Gio .
" Apa Istri mu melarangmu ke sini " Tanya nya dengan kesal .
" Dia tidak tahu jika aku ke situ " Jawabnya sambil menatap punggung Dila .
" Aku tunggu ,aku takut Gio !! Kamu kan tahu aku tidak bisa sendirian " Jawabnya dengan nada lirih .
"Kamu bisa memanggil teman mu untuk menemanimu lagian di situ banyak tetangga, Aku tidak bisa lagi menemanimu " Jawab Gio .
" Bukannya kamu bilang kita teman, dan kamu sudah berjanji akan selalu ada saat aku butuh " Ucap Sandra kesal .
" Iya awalnya seperti itu,tapi nyatanya kamu tidak seperti itu !! Bahkan dengan sengaja kamu mengirimkan foto,video pada istri ku " Jawab Gio .
" Cukup San, kita selesai harusnya sejak saat itu tapi sepertinya aku yang terlalu baik hingga tidak sadar kalau kamu punya niat lain " Ucap Gio serius .
" Gio aku benar....."
Tut
Gio mematikan sambungan teleponnya , menyimpan di atas meja lalu memeluk Dila.
" Maaf " ucap Gio memeluk tubuh Dila dengan Erat .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di tempat lain Gina sedang berada di rumah krdia mertua nya tentu nya bersama Fandi setelah makan malam mereka milih bercerita karena memang ini jarang mereka lakukan .
Padahal sudah pukul 10 malam tapi cerita mereka terus mengalir hingga sampai ibu Fandi menanyakan hal yang membuat Gina gugup .
" Maaf ,apa ibu boleh bertanya ?? Tapi jangan anggap serius ibu hanya ingin bertanya saja " Ucapnya menatap Gina .
" Iya Bu " Jawab Gina .
" Kamu belum ngisi iya Nak " Tanya Lembut .
Glek
Dila menelan ludahnya kasar,menatap ibu mertua nya setelah pernikahan mereka selama 5 bulan ini pertama kalinya dia bertanya pada Gina .
" Doakan saja iya Bu, maaf kalau Gina belum memberikan Cucu pada Ibu sama ayah " Ucap Gina Tersenyum paksa .
__ADS_1
" Maaf ibu tidak bermaksud papa ,tidak usah di pikirkan lagian kalian baru menikah nya ,ibu hanya bertanya saja " Ucap ibu tidak enak .
" Lagian ibu ada² saja bertanya " Ucap ayah Fandi .
" Tidak papa Yah, bukan kah itu hal yang wajar, Gina tidak papa karena ibu juga sering menanyakan itu tapi belum di kasih saja " Ucap Gina lembut sambil tersenyum .
" Fandi akan memberikan itu " Gina dan kedua orang tuanya langsung menatap Fandi .
" Maksud nya ,Gina hamil " Fandi menggeleng " Jika sudah waktunya aku akan bicara pada ayah sama ibu " Gina semakin di buat tidak tenang .
" Katakan saja nak " Ucap sang ibu lembut .
" Belum waktunya Bu ' Jawab Fandi serius .
" Jangan membuat kami penasaran Fan " Ucap sang ayah .
" Fandi Serius ayah, jika sudah waktunya Fandi akan memberikan apa yang kalian inginkan " Jawab Fandi serius menatap sang ayah .
" Kami tunggu " Jawab sang ayah , Fandi mengagukan kepalanya pelan .
Setelah pembahasan itu mereka kembali ke kamar masing-masing .
Sesampainya di kamar Gina langsung menghentikan langkahnya menatap Fandi .
" Apa Gina boleh tahu maksud Kaka bicara seperti tadi " Fandi menatap Gina .
" Jangan berjanji, aku takut membuat mereka kecewa kak " Lanjutnya serius .
" Aku tidak berjanji ,aku mengatakan yang sebenarnya " Jawab Fandi melanjutkan langkah nya .
" Tapi Aku tidak bisa hamil kak, bukannya tidak bisa tapi semenjak pembahasan anak beberapa bulan lalu kakak tidak menyentuh ku lagi " Ucap Gina serak .
" Tanpa menyentuhmu aku bisa memiliki itu " Jawabnya naik ke atas tempat tidur .
" Apa kakak punya wanita di luar " Tanya Gina hati² , pertanyaan yang selama ini dia simpan .
" Kakak ...."
" Tidurlah " Jawab Fandi .
" Apa itu artinya ucapan kakak tadi, kakak akan memberikan Cucu pada ayah sama ibu dari nya " Tanya Gina tapi Fandi hanya diam saja .
" Kakak " Panggil Gina lagi .
Tapi hasilnya sama tidak ada jawabannya dari Fandi, Gina menyerah dia naik ke atas tempat tidur merebahkan tubuhnya membelakangi Fandi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1