
" Sudah baikan " Intan mengaguk,setelah mengeluarkan semua yang di pendam selama ini perasaan nya sedikit membaik .
" Maaf bajumu jadi basah , kita juga tidak jadi jalan pagi " Ucap intan menatap baju kaos Aris yang sudah basah .
" Tidak papa ,kita bisa jalan lain kali !! Yakin sudah mendingan " Intan mengaguk " Sedikit lebih baik " Jawabnya Tersenyum .
" Masih mau di sini " Tanya Aris mengacak rambut intan " pulang saja , Takut nya ibu sama ayah khawatir " Aris mengaguk membantu intan berdiri .
Sesampainya di mobil Aris membukakan pintu mobil untuk Intan setelah itu dia pun ikut masuk lewat pintu satunya .
" Intan "Intan menatap Aris " Boleh aku menyapanya " Tanya nya menatap perut intan .
" Bo-leh " Jawab intan gugup, Aris pun berjongkok sedikit .
" Hai, gimana kabarnya ?? kenalkan uncle temannya bundamu ,panggil saja uncle Aris semoga kita bisa berteman seperti uncle sama bundamu !! Sehat terus di dalam sana uncle menunggu mu " Intan Tersenyum menatap Aris dan perut nya bergantian " Boleh " Intan mengagguk ,dengan pelan Aris mengelus perut intan " Berjuanglah bersama bunda " Lanjutnya lalu kembali duduk di kursi nya .
" Kita pulang iya ,kamu pasti belum makan papa pagi ini " Intan hanya mengangguk sebagai jawaban .
Aris pun membawa mobilnya kembali ke rumah karena memang mereka sudah cukup lama perginya .
Saat tengah fokus pada jalanan intan memintanya berhenti mendadak membuat pria itu kaget dan hampir saja mengumpat kesal .
" Kamu baik² saja " Tanya Aris panik, Intan mengaguk karena dia masih kaget .
" Maaf "
" Jangan pikirkan itu, perutmu baik² saja kan " Intan kembali mengaguk " Kamu kenapa " Tanya lagi .
" Mau yang itu " Tunjuk intan pada gerobak lewat kaca spion samping pintu mobil .
Aris menatap ke belakang lalu menghela napas panjang nya ' Kamu mengidam "dengan malu intan mengaguk pelan " Ok aku turun kamu tetap di dalam , di luar banyak mobil dan motor " Ucap Aris sebelum turun .
Intan Tersenyum miris melihat Aris dari kaca spion, seandainya Didin seperti Aris mungkin dia sangat bahagia bahkan bisa di bilang dia wanita paling bahagia di dunia ini .
Tapi apa itu mungkin, bahkan saat tahu hamil itu respon nya biasa saja bahkan Dengan polos nya dia bertanya kenapa dia bisa hamil .
Tidak berselang lama Aris kembali dengan memegang dua mika somay lalu di berikan pada intan .
__ADS_1
" Koh dua " Tanya intan ,Didin menatap nya sekilas " Takutnya kurang " Jawabnya sambil memasang sabuk pengaman nya .
" Berapa " Aris menggeleng sambil menjalankan mobilnya " Aku lupa " Jawabnya seadaanya .
" Bohongnya kentara sekali " Aris tertawa " Makanlah takut nya keponakan ku ileran " Intan pun membuka jika somay yang cukup besar " Apa ini pedas " Aris mengaguk ,intan pun langsung memakan nya .
" Mau " Tanya intan sambil mendekatkan ke arah mulut Aris " Makanlah kamu baru makan beberapa suap " Intan menggeleng " Aku tahu kamu juga mau " Aris langsung memakan dari tangan intan langsung " Puas " Intan hanya terkekeh pelan .
" kapan kamu kembali " Tanya Aris yang kembali fokus pada jalanan " Belum tahu " Jawabnya .
" Kalau mau balik telepon saja biar aku jemput ,karena mungkin besok aku sudah kembali " Ucap Aris .
" Atau mau ikut " Intan menggeleng pelan ,dia masih belum siap kembali " Baiklah, jika sudah siap telepon saja jangan naik bus lagi jika itu hari aku tahu mendingan kita naik taxi " Ucap Aris .
" Jangan aneh² " Aris hanya tersenyum " maaf sudah repotin " Ucap intan .
" Aku tidak dengar " Ucap Aris masa bodoh .
Tidak terasa mereka sampai di depan rumah Intan di mana sang ibu sedang menyiram tanaman sedangkan ayah nya tidak terlihat mungkin di sawah .
" Aku turun iya " Aris mengaguk " maaf aku habiskan " Lanjutnya Tersenyum .
' Iya ,makasih untuk pagi ini " Aris hanya menaikan jempolnya,intan pun turun dari mobil .
" Selamat pagi Kembang desa " Sapanya pada Iin yang sudah menunggunya sejak tadi .
" Pagi juga " Balas Iin ' Koh Aris tidak singgah nak, padahal ini sudah masak banyak loh " Lanjutnya.
" Buru² dia Bu " Ucap Intan .
" Lagian kemana sih ,jalan paginya jauh iya hingga pakai mobil " Intan mengagguk " Cari tempat yang adem Bu, yang banyak pohonnya yang banyak pemandangan baik untuk calon anak intan " Jawabnya Tersenyum .
" Memang di sini tidak ada pohon , pemandangan nya buruk bahkan di kampung ini masih murni ' Intan tertawa saja " Sudah intan mau mandi dulu, sudah lapar " Iin mengaguk " Mau iku ibu ke sawah " Tanya Iin sebelum intan masuk " Sawah lagi " Iin mengaguk tersenyum " Tidak bekerja " Jawab Iin .
" Iya intan ikut " Jawab intan lalu masuk dalam rumah sedang kan sang ibu kembali melanjutkan menyiram tanaman .
Sedangkan di restoran Didin hanya menatap lurus ke arah luar jendela membelakangi meja kerjanya bahkan dia tidak sadar bahwa kedua sahabat dan asistennya sudah berada dalam ruangannya .
__ADS_1
" Bosan bos " Ucap Fandi sedikit meninggikan suaranya membuat Didin kaget dan memutar kursinya .
Huuuuhhhh
Didin membuang napas nya panjang saat melihat kedua sahabatnya dan juga asisten nya .
" Kau lupa kita ada kerjaan pagi ini " Tanya Gio sinis .
" Zul yang akan menemani kalian ,Aku lagi malas " Jawabnya tanpa menatap mereka .
" Sepi iya " Sindir Fandi .
" Pergilah jangan membuatku tambah pusing " Usir Didin .
" Semoga ada pria yang begitu tulus mencintai kakak ipar dan juga anak dalam kandungan nya , Aku juga tidak keberatan jika dia mau iya kan " Tanya Gio pada Fandi .
" Jangankan kamu, aku pun mau apa lagi bonus anak " Timpal Fandi .
' Terserah, jadi ke luar lah jangan mengganggu ku !! Zul akan bersama kalian " Ucap Didin cuek .
" Dasar manusia yang tidak tahu diri " Ucap Gio
" Laki² pengecut " Timpal Fandi .
" Ayo Zul, bos mu itu sedang meratapi cintanya yang tidak kesampaian " Gio langsung menarik Zul ke luar dari ruangan Didin begitu juga Fandi langsung ke luar .
Tapi sebelum itu dia ke arah meja Didin membuat pria itu menatap nya .
" Semoga nantinya kamu tidak menyesal karena kadang ada masa nya saat seseorang merasa lelah tidak di hargai dan aku harap saat itu tiba kamu tetap dengan perasaan mu yang sekarang sehingga saat mereka pergi kamu tidak terlalu sakit saat kehilangan mereka bahkan mungkin sakit nya lebih dari wanita yang selalu kamu harapkan itu " Ucap Fandi penuh penekanan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟