Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
sebuah kenginginan


__ADS_3

" Ayah ,ibu " Panggil intan saat melihat kedua orangtuanya berdiri di depan rumah menunggu dia dan Didin .


" Pelan² nak " Ujar Iin mendekati sang anak , sedangkan Didin mengambil barang intan di belakang di bantu ayah mertuanya .


" Kangen " Ujar intan memeluk ibunya .


" Ayo masuk dulu ,kalian pasti lelah " Ujar Usman membawa anak dan menantunya ke dalam rumah .


" Gimana tadi " Tanya Usman .


"Maaf ,tadi kami banyak berhenti karena intan tidak nyaman terlalu lama duduk dan baring " Ujar Didin.


" Tidak papa, sejak tadi ibu mondar mandir buat kepala ayah sakit karena kalian belum sampai juga " Didin Tersenyum saja .


" Ayah sama ibu mu tahu " Didin menggeleng " Hanya ayah saja " Usman menepuk pundak menantunya " Jangan membenci ibumu bagaimana pun sikapnya dia tetap ibumu " Didin menatap intan yang hanya tersenyum .


" Sudah ayo kita makan dulu " Ujar Iin .


" Ibu belum makan " Tanya intan kaget .


" Ibumu tidak bisa makan, memikirkan kalian " Jawab Usman .


" Maafkan intan iya Bu " Iin hanya tersenyum saja " Ayo makan ,kalian pasti belum makan " Ujar Iin .


" Koh ibu tahu " Ujar intan Tersenyum .


" Intan sejak tadi makan Bu " Aduh Didin .


" Hanya buah sama kue Bu " Ujar intan cepat .


" Tapi itu namanya makan " Jawab Didin .


" itu bukan makan tapi ngemil kak " Jawab intan tidak mau kalah .


" Ibu hamil selalu benar. " Ujar Usman membuat Didin tertawa " Ayah benar " Jawab Didin .


" Mau makan apa " Tanya Didin setelah membantu intan duduk .


" terserah kak " Didin mengambil kan makanan untuk intan lalu meletakkan di depannya.


" makasih " Didin hanya diam saja ,lalu mereka makan siang sekalipun sudah telat .


Setelah selesai makan Didin dan Intan langsung ke kamar istirahat .


" Cape " Intan mengaguk ,Didin memijat pinggang belakang intan " Bilang kalau sakit " Intan hanya mengaguk saja .


" Mau baring " Intan menggeleng " duduk saja kak " Ujar Intan .


" Nanti kalau kakak telepon di angkat iya " Intan mengagguk ' Kakak pulang hari ini " Didin menggeleng " Lusa baru pulang " Jawabnya .


" Apa tidak papa " Didin mengaguk " Zul bisa mengatasinya " Jawab Didin .


" Kakak bantal " Didin mengambil bantal penahan pinggang dan perut intan " Mau baring " intan mengagguk .


" Pelan² sayang " Ujar Didin lembut .


" Jangan nakal iya, jangan buat Bunda kesakitan nanti ayah akan sering ke sini ,jika tidak ada ayah jangan membuat bunda sakit jagain bunda " Ujar Didin berbicara depan perut intan sambil mengelus nya .


" Kalau lelah tidak harus ke sini kak, nanti kakak sakit " Ucap intan .


" Kakak ke sini hanya weekend saja dek " Jawab Didin lembut .


" Ayo istirahat aku mengantuk " Ujar Didin memeluk intan dari belakang " Perut mu semakin besar apa berat " Intan mengaguk pelan " Sedikit " Jawabnya lirih .

__ADS_1


" Ayo istirahat " Didin mencium kepala intan lalu melingkar kan tangan di atas perut besar intan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kakak " Fandi merentangkan tangan nya meminta Gina untuk mendekati nya .


" Sayang " Panggil Fandi lembut .


" Apa kamu tidak ingin punya anak seperti intan " Tanya Fandi .


" Pengen ,tapi kan belum di kasih kak " Jawab Gina .


" Tadi aku ketemu Dila " Gina langsung menatap Fandi " Sama Gio " lanjutnya Tersenyum.


" Banyak hal yang aku tanya kan padanya , Dia bilang salah satu penyebab susah hamil karena kita kelelahan " Ujar Fandi .


" Nanti Dila akan jadwalkan kapan kita akan ke rumah sakit " Ujar Fandi lembut .


" Apa kamu ingin kerja terus " Gina mengaguk " Bosan kalau di rumah saja kak, " Jawab Gina .


" Dila bilang kamu harus berhenti,biar nanti program nya bagus yank tapi jika kamu ingin kerja juga tidak papa " Ucap Fandi .


" Aku juga akan mengurangi porsi kerajaan ku, tidak terlalu mengambil banyak pekerjaan !! Aku sudah membahas nya dengan Gio " Lanjutnya dengan lembut .


" Lalu bagaimana dengan kuliah ku, kan aku sudah janji mau ....."


" Kalau kamu berat tidak papa " Potong Fandi , sekalipun dia kecewa dengan jawaban Gina tapi dia tidak ingin memaksa kan Gina .


" Kakak ...."


" Tidak papa ,ayo tidur !! Besok kamu kerja lagi " Ujar Fandi merebahkan tubuhnya .


" Kakak ,Gina bukannya tidak mau hamil tapi kan beberapa bulan lagi sudah mau mendaftar ......"


" Kakak ,Gina Hanya ingin ...."


" Iya Ayo istirahat ,maaf sudah mengungkit masalah itu " Fandi langsung memejamkan matanya .


' Kakak " Fandi membalikkan badannya membelakangi Gina .


" Kakak "


" Istirahat Gin ,besok kamu akan kerja lagi " Ujar Fandi rendah .


Sedangkan Gio kini lagi berhadapan dengan kekasih nya


" ada yang ingin kamu bicarakan ,dari tadi diam terus " Gio menatap sang kekasih .


" Sandra " Panggil Gio dengan helaan napas panjang .


"Maaf , seperti nya hubungan kita berhenti di sini saja " Sandra langsung menatap Gio .


" Maksudnya " Tanya Sandra .


" Kamu meminta putus " Lanjutnya dengan serius.


" Iya " Jawab Gio .


" Kenapa ?? Bukannya kamu sudah berjanji akan selalu bersama ku lalu kenapa meminta putus " Ucap Sandra bingung .


" Maaf , aku tidak bisa menjelaskan !! Dan aku ingin kita berpisah baik² " Ujar Gio .


" Apa kamu memiliki wanita lain " Gio Hanya terdiam .

__ADS_1


" Siapa " Lanjutnya lagi .


" Kamu yang bilang tidak akan ada orang lain dalam hubungan kita bukan ,lalu ini apa " Tanya Sandra kesal .


" Maaf, tapi ini sudah jalannya San !! Aku harap ada pria yang tulus mencintai mu tidak seperti ku " Ujar Gio .


" Semoga saja dan aku berharap tidak akan bertemu lagi dengan pria yang hanya ingin kesenangan sesat setelah bosan dia yang kembali membuang ku " Ujar Sandra serak .


" Bukan begitu Maksud...."


" Maaf, semoga kamu bahagia dengan nya " Sandra langsung mengambil tasnya meninggalkan Gio sendirian .


" Gio " Gio langsung menatap ke belakang dengan wajah terkejut .


" Kenapa kamu bisa di sini " Dila menarik kursinya lalu duduk depan Gio .


" Apa dia kekasih mu " Tanya Dila tanpa menjawab pertanyaan Gio .


" Kamu tidak perlu mengakhiri nya ....."


" Jangan gila Dila " Potong Gio cepat .


" Aku tidak gila, aku bicara serius !! Kamu bisa melanjutkan hubungan kalian aku tahu kamu sendiri mencintai nya begitu juga dia ,aku tidak melarang mu bertanggung jawab atas kehamilan ku, tapi setelah dia lahir kamu bisa mengajukan perceraian " Ucap Dila serius .


" Aku tidak akan melarangmu atau menghalangi mu bertemu anakmu nanti dan saat dia sudah bisa melepas ASI dia bisa tinggal bersama mu gantian " Lanjutnya m


" Aku tidak ingin jadi wanita yang jahat dan egois , menyakiti wanita lain karena kesalahan ku " Ucap Dila .


" Dila ...."


" Temui dia ,minta maaf !! Jika ada waktu aku akan menemui nya bicara padanya " Potong Dila cepat .


"Aku sudah mengakhiri nya Dil, jangan membuat semuanya makin rumit " Ujar Gio menatap Dila .


" Kamu yakin sudah mengakhiri nya ,lalu bagaimana dengan perasaan mu , bukannya aku sudah bilang tidak perlu bertanggung ......"


" Cukup " Bentak Gio membuat orang yang makan di sana menatap ke arahnya " Aku sudah memutuskan jadi jangan menghalangi ku " Ujar Gio datar .


" Ayo pulang, kamu lagi hamil " Dila tidak membantah " Tunggu pesanan ku " Jawab Dila .


" Apa yang kamu inginkan " Tanya Gio .


" Daging asap " Jawabnya .


" Kenapa tidak menelpon ku ,malah ke luar sendiri Dila " Geram Gio .


" Bukannya kamu bilang ingin bertemu dengan nya " Gio menghela nafas panjang " Apa pun itu jangan keluar,kamu bisa mengirimkan pesan padaku " Ujar Gio gemas .


" Aku sudah mengirimkan pesan " Gio melototkan matanya lalu mengambil HP nya di jaket nya .


" Maaf " Cicit Gio saat melihat ada 3 pesan dari Dila .


" Tidak papa " Jawab Dila .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2