Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Chapter 6 Lingkaran masa lalu


__ADS_3

Kini semua orang Menatap Shakti dengan tajam khususnya Suci. hingga membuat nyali Shakti menciut seketika! sedangkan Aldi tersenyum puas.


Melihat Aldi demikian, membuat Shakti geram, ingin melayangkan sebuah pukulan diwajahnya.


" apa yang ingin kau buktikan dengan melakukan semua ini hah? teriak Suci tiba-tiba.


" apa...?? apa yang kulakukan."


" jangan coba-coba membodohiku? kau hanya berpura-pura."tuduh Suci."


" oh ayolahh? tuduhan kalian tidak benar sama sekali, aku benar-benar kesakitan tadi." bantah Shakti.


" jangan mempercayainya, dia berbohong." ucap Aldi tiba-tiba.


" lebih baik kau diam saja." geram Shakti sambil menunjuk kearah Aldi.


Karena Merasa kesal, Suci berlalu pergi begitu saja? meninggalkan mereka semua. bersamaan dengan Vara yang mengekor Di belakang Suci.


Sesampainya mereka di kelas. Suci memperhatikan Vara yang sedari tadi hanya diam saja. karena merasa penasaran? akhirnya Suci memberanikan diri bertanya.


"apa kau baik-baik saja." tanya Suci.


" Ci..??? beberapa hari ini kau merasa aneh gak sih." jawab Vara tiba-tiba.


" emangnya apa yang kau pikirkan." tanya kembali Suci.


" beberapa hari ini tingkah Shakti sangat Aneh, Ci? menurutku yang dilakukan Shakti tadi, karena ingin mendapat perhatianmu Ci." bisik Vara.


" apaan sih?? jangan ngaco deh Var, kamu tau sendiri kan, perasaannya padaku." jawab Suci sendu.


" iya juga sih?? tapi...."


" sudahlah Var??? dengan Susah payah aku melupakan dia, kumohon, jangan lagi mengatakan ini yang akan membuatku berharap lagi padanya." ujar Suci.


Mendengar penuturan Suci membuat Vara merasa bersalah. alhasil vara langsung memeluk dan merengkuh erat sahabatnya tersebut.


"Maafkan aku ci? maafkan aku karena Sudah membuatmu mengingat kembali rasa sakitmu. batin Vara.

__ADS_1


***


Di sebuah ruangan tampak Shakti duduk termenung sambil melihat keramaian kota jakarta dari atas balkonnya. pikirannya tampak kacau mengenai tingkah anehnya beberapa hari ini.


" beberapa hari ini, apa yang terjadi padaku. kenapa aku? begitu cemburu bila melihatnya dekat dengan orang lain. mengapa aku, ingin sekali mendapatkan perhatiannya, ingin selalu ada didekatnya, bahkan senyumnya, tingkahnya, semuanya membuatku tertarik. apakah? aku mulai menyukainya. tapi bagaimana perasaanku terhadap Nisa. perempuan yang lebih dulu mengisi hatiku di masa lalu. batin Shakti sembari mengingat kejadian 4 tahun yang lalu bersama Nisa.


Flashback on;


" dasar cupu??? orang cupu sepertimu hanya sampah di sekolah ini" seru beberapa Siswa sembari melempar sisa sampah kearah Shakti.


Shakti hanya bertumpu pada lututnya sembari menangis sesegukan meratapi nasibnya karena bulian datang bertubi-tubi.


" Shakti jelek, shakti bodoh, Shakti cupu", dan masih banyak lagi kata hinaan dan cacian yang menggema di telinganya. tidak ada yang membela atau bahkan berteman dengannya. Shakti terus berharap, akankah ada seseorang yang bisa membelanya dikala bulian datang menyerang.


Hingga suatu hari Shakti merasa depresi meratapi nasibnya karena bulian bertubi-tubi. ditambah kurangnya kasih sayang dari orang tua. semakin membuatnya seperti anak yang yang tidak di anggap. oleh karena itu Shakti merasa yakin akan ide yang muncul di benaknya.


Bunuh diri, ya..kata itulah yang muncul di pikiran Shakti. merasa tidak ada yang perduli padanya. terpaksa ia mengambil jalan yang salah.


sekarang ia sudah berada di ketinggian, jika melompat? maka bisa dipastikan orang itu akan tewas seketika. karena merasa yakin sontak Shakti langsung melompat, namun seseorang menahan tangannya. ya itulah Nisa, siswi baru yang mempunyai paras cantik, mata yang indah serta hidungnya yang mancung.


" biasanya orang yang berniat mengakhiri hidupnya, memiliki pikiran yang sempit alias Bodoh." ucap Nisa sembari melotot tajam kearah Shakti.


" maafkan aku? aku tidak bermaksud menghinamu, aku hanya heran kenapa bisa kau memilih jalan ini. pasti ada cara lain untuk mengatasinya bukan? tapi jangan dengan bunuh diri, ini jalan yang salah." ucap Nisa lembut.


" apalagi yang mesti aku lakukan, setiap harinya aku di bully. tdk ada satupun orang yang mau berteman denganku atau bahkan membelaku, disaat bulian datang menyerangku. orang tuaku sendiri bahkan tidak perduli. mereka hanya sibuk dengan dunianya sendiri, jadi untuk apa juga aku hidup." emosi Shakti.


" aku perduli padamu " ucap nisa.


" kau siapa??? aku bahkan tidak mengenalmu" heran Shakti.


" aku temanmu?? kenalkan namaku Nisa." ujar nisa sembari menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


Shakti tersentak mendengar perkataan Nisa. pasalnya baru pertama kali ada seseorang yang menganggapnya teman.


Sejak saat itulah Shakti dan Nisa berteman. sejak pertemanannya dengan Nisa, tidak ada lagi yang berani membuly atau bahkan mencaci Shakti. karena Nisa tidak akan membiarkannya. Nisa juga mendaftarkan Shakti di les karate, jika sewaktu-waktu Shakti dalam bahaya. ia bisa membela dirinya sendiri. bahkan Nisa juga merubah penampilan Shakti yang biasanya Cupu sekarang menjadi siswa terganteng disekolah tersebut.


Sejak penampilannya berubah, banyak sekali siswi yang mendekatinya. bahkan, siswi yang sebelumnya membulinya, sekarang malah mendekatinya. Namun Shakti hanya bersikap datar. karena perhatiannya hanya tertuju Pada Nisa, baginya Nisa adalah cinta pertamanya sekaligus dewi penolongnya.

__ADS_1


1 tahun sudah mereka bersama. mereka tampak sangat akrab layaknya sepasang kekasih. bahkan tidak sedikit orang yang mengira bahwa mereka menjalin hubungan, ada banyak yang merasa iri akan pasangan mereka. karena sama-sama memiliki wajah yang rupawan.


suatu hari Nisa datang menghampiri Shakti, namun dengan isak tangis. melihatnya demikian jelas membuat Shakti merasa cemas.


" ada apa denganmu? kenapa kau menangis." tanya Shakti lembut sembari menyeka air mata Nisa.


" besok aku akan terbang ke paris!! ayah menyuruhku melanjutkan pendidikan disana". jawab Nisa sendu.


degh!!!


Shakti terkejut dengan ucapan Nisa, sekali lagi takdir mempermainkan dirinya. setelah mengirim seseorang untuk mewarnai hari-harinya sekarang malah di renggut kembali.


" kau tidak boleh meninggalkanku sendiri Nisa, bagaimana hidupku jadinya tanpa dirimu." teriak Shakti.


" tenangkan dirimu??? kau pasti bisa menjalani hidupmu tanpa diriku." ucap Nisa seraya menyeka air mata Shakti.


" aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri lagi." mohon Shakti.


" tidak bisa Shakti?? aku harus pergi." lirih Nisa.


" kalau begitu, pergilah Sana..!!! pergi....." marah Shakti.


" tenangkan dirimu, aku janji tahun depan aku pasti balik lagi."


" sungguh...!!!!."


" iya Shakti...?." ujar Nisa.


dengan bahagia Shakti memeluk dan merengkuh erat tubuh mungil Nisa. Shakti berjanji akan menunggu hari itu tiba.


dan hari itulah merupakan hari pertemuan mereka yang terakhir sebelum mereka benar-benar berpisah.


flashback of


" aku merasa kecewa padamu Nisa, kau mengingkari janjimu bahwa setelah 1 tahun kepergianmu kau akan balik lagi kesini, namun ternyata tidak..!! seperti orang gila aku menunggumu waktu itu, tapi sudahlah...!! karena sekarang hatiku sudah di gantikan oleh wanita lain, dan berkat dia juga akhirnya aku bisa melupakanmu. sekarang demi menebus kesalahanku, aku akan memperjuangkannya. tunggu aku Suci. batin Shakti.


Bersambung...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2