
" Katakan apa lagi yang kalian sembunyikan dari kami " Ucap Ayah dengan suara rendah .
" Maaf ini semua kesalahan Gina ..." Fandi menarik tangan Gina meminta wanita itu untuk diam dan terus menyalahkan dirinya .
" Fandi minta maaf sudah tidak jujur sama ayah dan ibu , begitu juga sama Gina , aku minta maaf " Fandi menggegam tangan Gina dengan lembut " Saya tidak berniat untuk menyembunyikan ini ,awalanya aku akan bicara setelah anak itu lahir dan menceritakan semuanya maaf jika aku sudah menyakiti mu maaf " Fandi menundukkan kepalanya sambil menggenggam tangan Gina dengan erat .
" Aku bertemu dengan nya saat aku singgah membeli minuman selepas mengurus persiapan pernikahan Gio dan saat aku kembali masuk dalam mobil aku melihat nya berjalan sendirian sambil menunduk sesekali aku melihat dia mengusap perutnya ,aku juga tidak tahu kenapa sepeduli ini saat melihat nya sehingga aku menawarkan membawanya kembali ke tempat nya sepanjang perjalan dia terus menangis hingga akhirnya aku berani bertanya padanya dan dia menceritakan semuanya ,dia tidak ingin menggugurkan kandungan nya tapi dia juga masih ingin melanjutkan kuliah tahap akhir tapi memikirkan perut nya dia tidak mungkin kembali ke sana saat status nya belum menikah " Fandi terus menggegam tangan Gina " Saat itu kamu tahu sendiri kita sedang bermasalah karena masalah anak , pikiranku kalut tidak bisa berpikir dengan baik hingga aku menawarkan hal bodoh itu asal saat anak itu lahir dia tinggal bersama kita " Ucap Fandi panjang lebar .
" Gina istri mu terlepas kalian punya masalah atau tidak dia berhak tahu dan kamu harusnya berbicara dulu dengan Gina dan kamu baru bisa mengambil sikap , tidak seperti ini nak apa pun alasannya kamu salah karena sudah menikah tanpa sepengetahuan Gina atau pun ayah dan ibu " Ucap ibu dengan helaan napas berat .
" Kamu Kepala rumah tangga dan kamu tahu itu artinya apa , Ayah tahu maksud kamu baik tapi di sisi lain ayah juga tidak bisa membenarkan keputusan yang kamu ambil tanpa meminta pendapat dari kami yang lebih tepatnya pendapat Gina karena dia saat ini istri mu , apa pun keadaan kalian dia berhak tahu ,kalian belum memiliki anak itu hanya soal waktu nak ,ayah dan ibu tidak memaksa kalian harus punya anak sekarang kalian juga dekat belum lama lalu memutuskan menikah itu bukan hal yang muda ,apa kamu berpikir bagaimana jika kabar ini di ketahui oleh orang tua Gina " Tanya ayah .
Fandi terus menatap Gina yang sejak tadi memilih diam tanpa mengatakan apa pun tapi Fandi bisa melihat dari sorot mata indah Gina ,di sana tergambar kekecewaan dan kesakitan yang besar di buat olehnya .
"Gina " Panggil Ibu lembut tapi wanita itu hanya terdiam dengan tatapan kosong nya .
" Maafkan sikap Fandi yang sudah menyakiti mu ,maaf kalau ibu tidak bisa mendidik Fandi ....."
" ini bukan salah Ibu ,ayah atau Fandi ,di sini Gina yang salah karena tidak bisa memberikan anak padanya ,dan mungkin sampai nanti pun Gina tidak bisa memberikan itu padanya ...."
" Kamu bisa memberikan kita akan berobat ,kita terapi atau operasi seperti kata dokter " Gina menggeleng " Biarkan Gina begini aku sudah cukup bahagia bersama kakak selama ini dan Gina tidak ingin merepotkan kakak terus,Kaka sudah cukup terluka karena sikap Gina jadi biarkan begini " Ucap Gina Tersenyum paksa .
" Gina sakit apa " Tanya Ibu yang sejak menunggu.
" Kanker serviks tapi dokter bilang belum terlalu parah ,dan bisa di atasi asal dia mau terapi " Jawab Fandi tanpa mengalihkan pandangannya .
Kedua orang tua Fandi hanya bisa melongo dengan mata terbuka lebar keduanya menatap Gina yang berusaha selalu kuat .
" Bawa istri mu ke kamar Nak, bicara baik² " Ucap ayah .
" Ayo Bu kita istirahat " Ibu langsung berdiri ,tapi belum itu dia memeluk Gina dengan erat .
" Kamu tetap anak perempuan ibu dan ayah ,kami hanya membutuhkan kamu sehat ,anak dan apa pun itu kami tidak membutuhkan nya " Gina tidak bisa lagi membendung sesak di dadanya hingga cairan bening itu ke luar begitu saja .
__ADS_1
Begitu besarkah rasa sayang dan cinta orang tua Fandi padanya ,dia seperti wanita jahat saat suaminya meminta anak dia malah menundanya hanya untuk sebuah studi .
Apa ini hukuman untuk ya karena sudah mengabaikan permintaan suami dan mertua nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Gina dan Fandi sudah berada di dalam kamar ,Gina duduk di meja riasnya menyisir rambut nya dengan menatap pantulan dirinya dalam cermin .
" Gina " Panggil Fandi lembut memegang kedua bahu Gina .
" Kakak sudah ganti baju " Tanya Gina sambil tersenyum tapi Fandi dapat mengartikan jika senyuman itu penuh luka.
" Keluarkan apa yang ingin kamu katakan ,aku siap mendengar nya " Ucap Fandi .
" Aku tidak papa kak, ayo istirahat aku sudah mengantuk " Fandi tidak bergeming dia terus berdiri di tempatnya .
" Apa yang harus aku lakukan " Tanya Fandi mengentikan langkah Gina.
" Apa kakak bisa mengabulkan permintaan ku " Tanya Gina tanpa membalikkan badannya
" Perceraian "
DUAR
Fandi mengepalkan tangannya kuat menahan amarah yang sudah siap meledak.
" Kamu bisa meminta yang lain, tapi tidak untuk perceraian " Jawab Fandi tegas .
" Apa yang membuat Kaka bertahan dengan ku ,sampai kapan pun aku tidak mengabulkan permintaan kakak ,aku tidak bisa memberikan kakak ...."
" Cukup " Teriak Fandi emosi .
" Sekarang dia hamil dan itu anak Kaka terlepas siapa ayahnya tapi saat ini kakak suaminya ,tidak ada seorang ibu yang ingin berpisah dengan ....."
__ADS_1
" Aku sudah membayar mahal untuk itu, dan dia menyanggupi nya terlepas dia sanggup atau tidak ,Laura sudah menandatangani surat perjanjian yang artinya jika dia melanggar penjara menantinya dan denda dua kali lipat dari apa yang sudah aku kasihkan " Potong Fandi tegas
" kamu bisa memberikan aku anak ,jika kamu ingin terapi " Fandi mendekati Gina memeluk wanita itu " Aku mohon kali ini saja menurut lah " Ucap Fandi lirih .
" Maaf kak, Gina tidak bisa " Fandi terus mengeratkan pelukannya " Aku mohon Gina ,jika tidak untukku setidaknya untuk ayah sama ibu ,aku mohon " Ucap Fandi lagi .
" Aku akan rajin minum obatnya ...."
" Itu hanya sementara Gina...." Gina membalikkan badannya membuat Fandi mengehentikan ucapan nya .
" Boleh Gina minta sesuatu " Fandi Mengaguk cepat " Tapi tidak untuk perceraian " Gina hanya diam saja .
" Apa bisa selama seminggu kita kencan ,seminggu saja " Ucap Gina menatap Fandi .
" Apa yang kamu rencana kan " Tanya Fandi dingin menatap Gina .
" hanya ingin " Jawab Gina .
" Berikan alasannya dan aku akan mengikuti apa maumu jangankan seminggu sampai tua pun aku siap " Jawab Fandi .
" Ayo istirahat " Fandi menahan tangan Gina " Apa yang kamu rencana kan " Fandi mengulangi pertanyaannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Maafkan author kalau banyak typo nya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Like
Koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘