
Pagi harinya di apartemen Gina dan Fandi sudah berada di meja makan hanya tinggal menunggu wanita yang berstatus Siri tapi mungkin sebentar lagi akan berstatus janda .
Tidak berselang lama Laura ikut bergabung dengan mereka ,tapi dari wajahnya sebenarnya dia enggan untuk bergabung .
" Pagi Mba " Sapa Gina lembut .
" Pagi " Jawabnya ketus lalu menarik kursi nya duduk di depan Gina sedangkan Fandi berada di samping ke dua wanita itu .
" Kakak mau makan apa " Tanya Gina lembut .
" Roti saja yank "
" Biar aku saja Mba, bagiamana ....."
" Biarkan Gina yang siapkan " Potong Fandi cepat sambil mengambil gelas kopinya .
" Tidak papa Kak, kalau Mba Laura ...."
" Di sini aku kepala keluarga " Gina langsung mengambil kan roti dan mengoleskan selai kemudian di letakan di piring Fandi .
" Aawww mas ....Baby nya " Pekik Laura tiba² sambil mengelus perutnya .
" Mba kenapa " Tanya Gina panik .
" Ssstttt " Desis Laura .
Ting ....tong ....
" Bibi tolong buka pintunya " Ucap Fandi .
" Baik Den " Jawab pelayan
" Makanlah " Ucap Fandi mengelus perut Laura .
" Makasih mas " Ucap Laura tersenyum lembut .
" Sayang " Fandi menatap Gina " nanti temani Gina kan " Fandi mengaguk tapi tangannya masih berada di perut Laura karena kesal Gina langsung mencubit paha Fandi sambil melototkan matanya membuat pria itu memejamkan matanya lalu melepaskan tangannya .
CUP
Fandi langsung mencium bibir Gina sekilas saat paham kode dari sang istri .
" Aku ke sini bukan mau lihat adegan live kalian " Ketiga peserta di meja makan itu menatap ke sumber suara .
" Kau sudah datang ,sarapan dulu " Lidah Gio berdecak kesal lalu duduk di samping Gina .
" Pagi kak " Gio membalas senyuman Gina " Pagi Istri sah " Canda Gio tertawa kecil tapi sadarlah sebenarnya itu sindiran yang sangat tajam membuat Laura mengepalkan tangan kuat sekali pun bibirnya tersenyum .
__ADS_1
" Diamlah dan sarapan kerjaan kita masih banyak " Gio hanya tertawa .
Dret....Dret ...
Fandi menengadah kan tangannya meminta ponsel Gina ,lalu menerima panggilan itu .
" Kamu di rumah "
" Apartemen " Jawab Gina .
" Gayanya anak mama Dedeh tinggal di apartemen ,katakan di mana alamatnya aku akan menyusul mu sayang ,kapan lagi kan " Gina langsung tertawa kecil , sedangkan Laura langsung menatap Gina saat pria yang ada di sambungan telepon itu memanggil nya sayang .
" Kenapa menelpon istri ku pagi² apa kamu kurang kerjaan " Ucap Fandi membuat Laura semakin kaget karena pria itu tidak marah sama sekali .
" Maaf kak, aku khilaf !! Tapi kami harus ke kampus Gina mau daftar ulang karena dia sudah lulus daftar online " Ujar Aris ,Fandi langsung menatap Gina dengan mata membulat .
" Gina harus ke rumah sakit ,karena dia sakit " Ucap Fandi sambil menatap Gina .
" Kakak "
" Sakit apa " Tanya Aris panik " Ke rumah lah kita akan ketemu di sana " Gina menghela napas panjang saat Fandi menutup panggilannya .
" Mas mau pergi " Tanya Laura .
" Hebm "
" Bisa ,tapi kakak Fandi ingin pergi bersama ku !! Gimana dong " Jawab Gina santai membuat Gio menahan senyum.
Tiba² ingatannya kembali berputar saat Dila mengusir Sandra dengan halus ,ah memikirkan Dila membuat pria itu kangen dan memeluk nya .
"Mas ..."
" Kamu ingin tidak berpisah dengan anakmu kan " Laura mengaguk cepat .
" Kamu sudah yakin dengan jawabanmu, kamu bilang akan mengembalikan Semua yang kamu dapat asal tetap bersama nya kan " Laura mengagguk cepat " Iya aku tidak mau berpisah dengan anakku ,tidak papa kalau mas mau narik semua nya " Ucap Laura cepat .
" Baiklah, aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu Laura Adelia Putri !! Karena pernikahan kita hanya di bawah tangan ,Aku Fandi Fradana ku haramkan kau Laura Adelia Putri menyentuh diriku , Aku menjatuhkan talak tiga untukmu " Ucap Fandi lantang tidak ada keraguan sama sekali kini dia bisa hidup bahagia bersama Gina .
Wanita yang perna dia sakiti bahkan terlalu sakit ,tapi wanita itu tetap menerima nya kembali .
" Tidak bisa begitu mas bagaimana ...."
" Aku sudah merekamnya dari tadi, dan di isi perjanjian hanya Fandi yang bisa membatalkan, dan kamu harus bersyukur karena tempatmu bukan di penjara karena kamu sudah terlalu jauh ke luar dari isi perjanjian " Ucap Gio menatap Laura .
" Kenapa mas lebih memilih dia " Tunjuknya pada Gina " Bahkan dia tidak bisa memberikan anak untuk mas ,dan mungkin sebentar lagi dia akan meninggal karena penyakitnya dan saat itu tiba aku orang pertama yang akan melayat " Ucap Laura kesal .
" Jaga ...."
__ADS_1
" Iya Aku memang tidak bisa memberikan anak pada suamiku ,tapi setidaknya aku tidak hamil di luar nikah dan mengikat suami orang dengan wajah polos seolah ingin di lindungi ,Aku diam bukan berarti aku lemah tapi karena suamiku Menikmati nya bersama wanita rendahan seperti mu ,Ah apa aku harus mengatakan ini " Gina berdiri dari duduknya menatap tajam pada Mantan madunya itu tangannya di letakan di atas meja " Kelas kita beda jika caramu mengikat suamiku karena kandungan mu itu salah, karena sampah pada akhirnya akan kembali ke asalnya dan aku akan tunjukkan di mana tempat mu berada " Ucap Gina menahan tajam Laura .
" Ah iya satu lagi apa kamu yakin dia anak mantanmu, aku Tidak percaya bahwa hanya satu ayah nya " Ucap Gina sinis membuat Laura meradang dan langsung berdiri .
BRAK
" Ke luar dari apartemen ku " Gina langsung tertawa sinis " Apartemen mu ?? Apa kamu lupa ucapan yang kamu ucapkan tadi " Gio memutar rekaman percakapan Fandi dan Laura tadi membuat wanita itu gelagapan .
" Kamu belum terlalu tua bukan untuk melupakan ucapan mu " Ucap Gina .
" Bibi bereskan semua barang nya dan buang apa pun yang berkaitan dengan wanita ****** ini " Ucap Gina tajam lalu pergi meninggalkan meja makan itu dan ke luar .
" Sayang " Panggil Fandi mengejar Gina di susul Gio .
" Aakkkhhh " Teriak Laura tapi belum juga reda emosi nya dua orang pria berbadan besar memasuki apartemen .
" Siapa kalian " Bentak Laura emosi .
" Bawa dia ke luar " Laura langsung menatap pelayan dengan tajam " Hei kamu itu hanya ....Lepas " Ucap Laura saat kedua pria itu menariknya dengan paksa .
" Sayang kamu kenapa " Tanya Fandi saat sudah berada di lift dia menatap Gina yang terlihat pucat dan keringat dingin .
" Aku tidak ...."
" Gina " Pekik Fandi dan Gio bersamaan saat Gina jatuh di pelukan Fandi .
" Hubungi Dila Gi ,sayang bangun maaf aku sudah membawa ke sini tapi aku mohon bangun " Ucap Fandi mengakat tubuh Gina .
" Sepertinya dia sudah menahan sakit nya sejak tadi, apa dia tidak minum obat nya " Fandi hanya menggeleng saja .
" Sayang jangan membuatku takut ,ini tidak lucu Gina " Ucap Fandi lirih .
" Dila sudah menunggu di rumah sakit ,dokter yang akan memeriksa Gina juga sudah bersamanya " Ucap Gio .
Saat pintu lift terbuka Fandi langsung ke luar dengan langkah besar nya .
" Pakai mobil ku saja "Fandi menurut saja saat ini pikirannya hanya keadaan Gina .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
__ADS_1
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟