Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Kuat


__ADS_3

Didin ke luar dari kamar intan menuju kamarnya mengambil Hpnya langsung menelpon Nomor Intan .


Setelah itu dia mengambil Laptopnya sambil menelpon intan


" Shiitt " Umpat Didin lalu kembali menelpon intan tapi hasilnya sama no intan tidak bisa di hubungi .


Didin langsung melihat rekaman CCTV sejak pagi tadi dia menatap dengan seksama dia memulai dari dapur.


Dimana setelah kepergian nya intan langsung ke arah dapur mengambil kotak bekal dan di simpan sarapan yang dia buat.


Lalu setelah itu intan meninggalkan dapur masuk ke kamarnya tidak berselang lama dia melihat intan ke luar dan menuju kamarnya dengan selembar kertas dan dua kartu kreditnya .


Didin memejamkan matanya saat melihat intan benaran masuk dalam kamarnya, Didin memutar rekaman CCTV yang di dalam kamarnya .


Dia bisa melihat jika intan begitu kaget saat masuk dalam kamarnya lalu pandangan menatap foto besar Risna yang di gantung dalam kamarnya .


Didin mengusap wajahnya kasar mempercepat rekaman itu hingga dia berhenti saat melihat taxi online dan memperbesar gambarnya .


" Ini jam berapa " Gumam Didin sambil menatap jam " Baiklah ,besok aku akan menghubungi pihak mereka " Jawabnya saat dia mendapatkan plat membawa intan pergi .


Besok dia akan menelpon pihak mereka dan meminta taxi yang membawa intan ke rumahnya sesuai plat yang dia dapat .

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, intan duduk menghadap jendela sambil memeluk lututnya .


Syukur masih ada sisa uang yang di berikan Daniel sebelumnya sehingga dia bisa menyewa kamar kost yang menurutnya lumayan untuk dirinya sendiri .


" Apa kakak sudah pulang ? " Gumamnya menatap lurus ke arah jendela .


" Maaf intan tidak berpamitan, karena intan tidak ingin menangis atau terlihat lemah depan kakak ,semoga kakak bahagia " Ucapnya intan lirih .


" Ayah ibu maafkan intan tidak bisa mempertahan pernikahan ku dengan kakak Didin ,suatu saat intan akan kembali dengan hidup baru intan ,untuk sekarang biarkan intan hidup seperti ini " Ucap intan dengan cairan bening yang sudah mulai ke luar .


" Intan kangen kak " Pecah sudah tangisan intan dia menekan dadanya dan memukul pelan .


Intan menatap ponselnya di atas meja dia sendiri takut menyalahkan hp nya .


Takut jika Didin menghubungi nya sekalipun itu sangat mustahil ,bahkan bisa saja surat yang dia tulis belum tentu di baca .


" Intan akan simpan perasaan ini kak, Jika suatu saat kita bertemu tanpa sengaja intan harap perasaan itu sudah tidak ada lagi sehingga intan bisa berdiri depan kakak " Ucpa intan lirih .


Malam semakin larut tapi intan belum bisa memejamkan matanya karena memikirkan sang suami .


Apa dia sudah pulang ,sudah makan dan banyak lagi pertanyaan dalam pikirannya .

__ADS_1


Ada rasa sesal dalam hatinya tapi mungkin ini yang terbaik untuknya dan Didin .


Dia tidak menyesal menikah dengan Didin ,hanya mungkin takdir nya sampai di sini saja bersama Didin .


Kini dia hanya menyiapkan hatinya saat nantinya jika Didin memberikan surat cerai padanya .


Dan semoga pada saat itu dia bisa siap dan menerima nya dengan ikhlas karena dia yang memilih pergi .


Ada rasa takut dalam diri intan tapi sebisa mungkin dia tepis dan semoga apa yang sedang dia pikirkan itu tidak benar-benar terjadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2