Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
biarkan aku bertanggung jawab


__ADS_3

Gio menatap lurus ke depan sambil berpegangan pada besi pagar balkon kamarnya Sesekali dia menarik napasnya panjang .


Sejak kejadian tempo hari dia dan Dila sudah tidak bertemu bahkan bertukar pesan pun tidak padahal sebelumnya lancar saja sekalipun keduanya sibuk .


Gio mengeluarkan ponselnya lalu mencari nomor yang seseorang langsung di hubungi , hingga nada dering ketiga panggilan itu terangkat .


" kamu di mana " Tanya Gio to the poin.


" Rumah " Jawabnya.


" Kita ketemu di tempat biasa " Ucap Gio


" Aku tidak ...."


" Ke luar, atau aku yang jemput " Ucapnya penuh penekanan .


" Baiklah " Putusnya


Gio Kembali memasukan ponselnya lalu masuk dalam kamarnya ke ruangan ganti hanya mengambil jaket lalu ke luar dari kamarnya .


" Kemana sayang " Gio menatap sang ibu " Biasa Ma ketemu Fandi dan Didin " Jawabnya sambil berjalan.


" Jangan pulang larut " Ucap Sang ibu .


" Iya " Ucap Gio sedikit berteriak .


🌵


🌵


🌵


Gio lebih dulu sampai di tempat mereka bertemu dia memilih tempat duduk yang sedikit sunyi agar nanti bisa berbicara dengan nyaman .


Tidak berselang lama dia melihat sosok wanita dia langsung mengangkat tangannya .


" Kenapa " Tanya nya sambil menarik kursi duduknya .


" Ayo menikah " Ucap Gio serius .


" jangan Gila ,kamu punya kekasih " Jawab Dila tenang .


" Aku dan dia hanya status pacaran Dila ,tidak ada yang lebih " Ucap Gio .


" Jangan mengajari aku serakah Gi, aku sudah mengikhlaskan Fandi jadi jangan lagi membuat ku seperti wanita tidak punya hati " Ucap Dila .


" Fandi dan aku beda Dil, karena Fandi dan Gina tidak seperti yang kamu pikirkan makanya aku memintamu untuk kembali berpikir ....."


" Lalu bedanya dengan mu apa ?? Kau juga sama bukan " Potong Dila cepat .

__ADS_1


" Aku tidak sejauh itu Dil ,kalau hanya tidur ,ciuman pelukan ,bermain dadanya itu hal biasa tapi kalau seperti yang kita lakukan itu tidak " Ucap Gio jujur .


' Ok kita akan menikah ,tapi apa kamu sudah yakin, di antara kita tidak ada perasaan papa Gio , dan aku yakin wanita itu mencintai mu karena dia bisa menyerahkan semuanya untuk mu ...."


" Lalu apa kamu juga begitu, karena menyerahkan semuanya bahkan aku yang pertama " Potong Gio membuat Dila terdiam .


" jangan Gila " Ucap Dila ketus lalu meminum minumannya yang sudah di pesan Gio sebelumnya .


" Jika kamu masih membahas ini mungkin ini terkahir nya kita bertemu " Ancam Gio .


" jika ini terakhirnya aku akan menemui orang tuamu ' Ancam balik Gio membuat Dila menatap nya tajam .


" Aku sudah bilang lupakan Gi, apa sudah nya sih " Ucap Dila emosi.


" Apa segampang itu ,aku bukan laki² bajingan Dila sekalipun memang iya tapi aku tahu batasan ku dan yang kita lakukan itu sudah di luar batas " Ucap Gio emosi .


" Kita sama² mau ,lebih tepatnya aku yang meminta dan memaksa mu !! Kenapa harus di perpanjang sih sedangkan aku saja tidak terlalu pusing " Ucap Dila .


" kamu perempuan Dila , pikirkan nanti kedepannya kamu tidak mungkin sendiri terus ....."


" Aku melakukan nya karena aku ingin sendiri selama nya " Potong Dila cepat membuat Gio membulat kan matanya tajam .


" Jangan Gila Dil " Ucap Gio .


" Aku serius ,aku tidak akan menikah, karena aku tidak ingin merasakan sakit yang dalam Gi ' Ucap Dila sendu sambil menunduk , Gio memejamkan matanya kuat " Dila " Panggil Gio pelan .


" Biurkan aku bertanggung jawab " Dila menggeleng " Lalukan itu dengan kekasih mu jangan denganku" Gio menghela nafas panjang " Kami tidak sejauh itu ...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mau ikut ke restoran " Intan menggeleng " Di rumah saja " Jawabnya sambil memasang dasi Didin .


" Baiklah, nanti siang aku kembali " Ujar Didin .


" Bisa temani aku belanja , pakaianku banyak yang sudah kekecilan " Didin mengaguk lalu menatap perut intan yang sudah membesar .


" Kamu bisa sesak jika memakai pakaian ini " Tegur Didin .


" Makanya aku tidak memakai dalaman biar sedikit longgar " Didin langsung menatap dada intan terlihat besar .


Gluk


Didin menelan ludahnya kasar saat melihat benjolan kecil tercetak di baju intan .


" Masuk saja di ruangan ganti ,cari pakaian kaos yang besar lalu pakai " Ucap Didin mengalihkan pandangannya .


" Apa tidak papa " Didin mengaguk " Nanti setelah makan siang aku akan menemani mu " Intan tersenyum senang lalu mencium bibir Didin sekilas " Makasih ,i love you " Ucapnya tapi Didin hanya menatap nya datar .


" Tapi nanti bawahannya gimana " Tanya intan .

__ADS_1


" Kamu tidak memaki dalaman juga " Intan menggeleng " kan kalau tidur selalu begitu " Didin melonggarkan dasinya kembali lalu lalu menghela napas panjang dan menatap intan .


" Sejak kapan " Tanya Didin


" Sejak bulan lalu " Jawab intan jujur .


" Ayo turun ,aku hanya bakar roti saja " Ucap Intan .


Didin menahan tangan intan membuat wanita itu berbalik badan .


' Kakak butuh sesuatu " Didin hanya diam saja menatap intan .


" Shhiiit " Umpat Didin frustasi .


" kakak kenapa " Tanya Intan bingung .


" Kakak mau Hhhmmmppp " Intan melotot kan matanya saat Didin mencium nya .


" Aku menginginkan mu, boleh "Tanya Didin setelah melepaskan ciuman mereka, Intan mengaguk saja ,Didin membawa intan ke tempat tidur miliknya di mana di atas kepala mereka ada pigura besar yang sedang tersenyum .


" Aaahhhh " Didin terus melanjutkan aksinya dia mengangkat kedua kaki intan yang langsung di suguhkan pemandangan yang begitu indah .


" Aku sudah tidak tahan " Ucapnya serak .


" Kaka bisa melakukan nya " Jawab intan mengelus wajah Didin sambil tersenyum .


Didin membuka kain yang melekat di tubuh mereka lalu kembali ke atas tempat tidur .


dia menatap intan yang begitu cantik dan seksi di matanya lalu dia mencium kening ,mata , hidung ,bibit ,dada, perut hingga berakhir di bibir tempat nya dia menikmati surga dunia


Didin mencium dengan pelan membuat intan merinding .


" Kakak " Didin menatap ke atas sambil tersenyum,tapi itu hanya sebentar,karena setelah itu dia menenggelamkan kepalanya di bawah membuat intan mengeram meremas sprei dan mengeluarkan suara terindah nya .


" Ssstt Aaahhhhhh " Intan membusungkan dadanya ke atas dengan mata terpejam .


" KakakHhhh" Lenguhannya dengan indah sambil bergerak bebas merasakan kenikmatan yang tidak ada tandingannya .


" Stop kakak.....aku ....Ahahhhh "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2