Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
langkah terakhir


__ADS_3

" Katanya belum masuk " Didin menatap ke arah pintu di mana Gio dan Fandi masuk lalu duduk di sofa .


" Pekerjaan menumpuk makanya kemarin langsung masuk di rumah juga ada Mertua ku " Jawab Didin tetap fokus pada pekerjaan nya .


" Selamat ,Maaf kami belum bisa ke rumah " Ucap Gio .


" Tidak papa " Jawab Didin menatap kedua sahabatnya lalu berdiri ikut bergabung di sofa .


Tadi tidak sengaja Fandi bertemu dengan Gio di Depa. restoran seperti nya pria itu sengaja ingin bertemu dengan Didin ,sehingga dia ikut masuk kedalam .


" Apa mertua mu lama di sini " Didin menggeleng " Mungkin lusa mereka kembali karena sawah tidak bisa di tinggal begitu saja " Jawabnya sambil tersenyum .


" Apa sawah bagian dari keluarga Risna dan intan " Tanya Fandi .


" Seperti nya anak bungsu nya, kemarin Gina ke sana " Ujar Didin .


" Iya kemarin mau jemput ,tapi dia sudah lebih dulu sampai di rumah " Jawab Fandi.


" Itu karena kamu terlalu lambat " Ujar Gio .


" Terserah " Jawab Fandi acuh .


" Apa kalian baik² saja " Tanya Didin menatap ke dua sahabatnya .


" Aku tidak bisa bicara papa ,aku hanya bilang kalian sudah melihat ku dengan intan jadi aku harap kalian paham itu " Lanjut Didin .


" Jangan melakukan hal yang sama seperti ku hingga membuat salah satu dari mereka mengambil langka terakhir " Ucap Didin tenang .


Tok ....tok ...


" Masuk "


" Kenapa " Tanya Didin, Zul menatap kedua sahabat Didin .


" Saya bisa izin sebentar ada yang harus saya urus " Ucap Zul .


" Urus apa ?? " Zul hanya terdiam " baiklah " Lanjut nya lagi.


" Terima kasih bos " Ucap Zul lalu ke luar dari ruangan Didin


" Ada apa dengan nya ,tidak biasanya " Ujar Fandi .


" Mungkin dia ingin menemani kekasih nya " Timpal Gio .


" Apa manusia seperti nya punya kekasih juga " Tanya Fandi menatap Gio yang hanya menaikan kedua bahunya .


" Tidak usah membahas Zul ,pikirkan masalah kalian " Cibir Didin membuat kedua orang itu menatap nya .


" Iya yang sudah pengalaman " Jawab Gio .


" Justru aku pengalaman harusnya kalian sadar ,bukan malah bersikap seperti ku !! Apa kalian lupa bagaimana kalian mengumpat ku saat masih memikirkan Risna sekarang bagaimana rasanya " Gio dan Fandi hanya terdiam tanpa menimpali ucapan Didin .


Di dalam Mobil Zul menatap seseorang di samping nya .


" Kamu baik² saja " Hanya anggukan kepala " Kita ke rumah sakit iya " Lanjutnya lagi.

__ADS_1


" Iya " Jawabnya Lirih .


" Tahan lah sedikit lagi kita akan sampai " Ujar Didin .


" Iya, maaf sudah merepotkan mu " Ucap nya lagi .


" Aku tidak merasa di repotkan " Jawab Zul .


Beberapa menit menempuh perjalan kini mereka sudah sampai di rumah sakit terdekat .


setelah mengurus semuanya kini mereka sudah berada di ruangan pemeriksaan Zul terus menemaninya hingga waktunya berhadapan dengan dokter mendengar penjelasan dari pemeriksaan.


"Ada masalah dok " Tanya Zul saat melihat dokter hanya terdiam sambil menatap mereka .


" Apa yang anda rasakan selama ini " Tanya Dokter,Zul langsung menatap ke samping nya .


" Bisa langsung di jelaskan saja dok " Dokter hanya bisa menghela nafas lalu mengaguk lalu memperlihatkan layar komputernya .


Hampir Setengah jam mereka berada di ruangan dokter ,kini mereka sudah berada di dalam mobil .


" Kamu baik² saja " Tanya Zul pelan .


" Jangan beri tahu siapa pun " Ujarnya menatap Zul memohon .


" Aku tidak akan mengatakan pada siapa pun " Jawab Zul dengan serius .


" Makasih " Jawabnya .


" Aku antar pulang " Hanya anggukan kepala,Zul pun membawa mobilnya meninggalkan rumah sakit itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tapi berjauhan dengan kedua wanita itu selalu membuatnya kangen dan ingin segera kembali ke rumah .


Ceklek .


" Apa yang kalian lakukan " Tanya Didin menyapa kedua wanita kesayangannya .


CUP


Didin mencium bibir intan sekilas lalu dia menatap sang putri yang begitu anteng sekalipun intan sedang memasang kan popok tapi bayi mungil itu tidak terganggu sama sekali hingga membuka matanya seperti nya mimpinya terlalu indah .


" Maaf Ayah tidak bisa menggendong mu ,karena setelah ini ayah kembali ke restoran padahal ayah kangen Lo sama Dita " Ujar Didin dengan wajah sendu .


" Lo koh ibu tidak tahu kamu pulang nak " Didin menatap ke belakang Tersenyum karena memang dia tidak menutup pintu kamar mereka .


" Habis itu balik lagi Bu " Jawab Didin .


" Ayo turun makan dulu " Ucap Iin .


" Iya Bu " Jawab Didin .


Intan menggendong Dita lalu mereka ke luar dari kamar turun kebawah .


sesampainya di bawah intan meletakan Dita di box bayi yang memang di simpan khusus di dapur itu ,jadi mereka bisa makan dengan tenang .

__ADS_1


" Siang ayah " Usman mengaguk Tersenyum " Sudah pulang " Tanya Usman .


" Habis makan kembali lagi yah " Jawab Didin .


" Hati² bawa mobilnya jangan ngebut² " Nasehat Usman .


" Iya ayah " Jawab Didin .


" Kakak mau makan apa " Tanya Intan lembut .


" Apa saja yank " Jawab Didin, intan pun mengambil apa saja yang ada di meja .


Karena memang Didin tidak pemilih hanya saja dia akan mengomentari apa pun yang dia makan,tapi karena ini masakan mertua nya dan cocok di lidah nya jadi dia hanya tahu makan saja .


" Terimakasih " Ujar Didin.


" Iya kak " Jawab Intan.


" Makan yang banyak " Intan mendengus kesal setiap Didin berbicara seperti itu seolah pria itu mengejeknya .


" Kenapa kesal ,aku bicara serius Lo yank " Lanjutnya lagi .


" Tau ah Kaka nyebelin " Jawab intan kesal membuat Didin tertawa .


" Kalau kamu sudah bisa makan apa pun ,nanti kakak belikan apa pun yang kamu mau " Ujar Didin .


" Untuk sementara di tahan dulu " Jawab Iin .


"Kakak dengarkan " Ujar Intan menekuk wajahnya .


" makan daging bisa kan Bu " Iin mengaguk " Bisa semua tapi itu dia juga harus makan sayur bening jangan berminyak terus kasian Dita karena apa yang di makan intan itu yang di terima Dita makanya ibu bilang jangan aneh-aneh dulu " Ujar Iin .


" Itu bisa yank, jadi jangan murung terus ,kasian Dita kalau dia tahu kamu terpaksa " Ujar Didin lembut .


" Tidak terpaksa kak , tapi bosan ini² terus " jawabannya .


" Nanti aku bawakan menu dari restoran tapi tetap bening iya " Intan mengagguk pasrah.


" Demi Dita " Ujar Didin lagi .


" ini juga demi Dita kak " Didin mengaguk Tersenyum .


" Jangan di ajak ngobrol terus suamimu ,dia harus kembali lagi ke restoran " Ujar Usman .


" Iya ayah " Jawab intan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2