
Gina yang tengah bingung dengan perubahan sikap Fandi memutus kan untuk menghubungi Intan .
Tut .....Tut .....
' Hallo " Gina meletakan ponselnya di meja rias nya .
" Intan " panggil Gina lirih .
' kenapa ?? Kamu sakit " Gina hanya menghela nafas panjang.
" Kakak Fandi berubah " Jawab Gina .
' Berubah karena apa ,jadi power renjer atau jadi apa " Lidah Gina berdecak kesal .
" Aku serius ' Intan tertawa kecil " Maaf ,berubah karena apa ' Tanya intan serius .
" Aku belum siap hamil, lagian aku akan kuliah dan kita sudah memutuskan untuk kuliah bersama !! Kalau aku hamil lalu bagaimana kuliahku ,kamu tahu sendiri kaya Aris kalau MABA itu gampang² sulit " Ujar Gina lesuh .
" Aku juga bingung sih, mau jawab gimana " Ujar Intan
" Maaf kalau ini membuat mu tidak nyaman dengan jawaban ku " Gina hanya terdiam " Kamu harus memikirkan Fandi ,umurnya sudah tidak muda lagi beda dengan kita Gin, jika kamu masih memikirkan kuliahmu itu berarti 4 atau 5 tahun kalian akan menundanya dan kamu bisa hitung umur Kaka Fandi sudah berapa ? Dia juga mungkin meminta Seperti itu bisa saja atas permintaan orang tuanya yang ingin memiliki cucu " Ujar Intan .
" Tapi ibu sama ayah tidak pernah membahas itu Tan " Ujar Gina .
" Karena mereka masih peduli dengan mu tidak ingin menyakiti perasaan mu, makanya mereka lebih memilih bicara pada kakak Fandi selain dia suamimu dia juga anak mereka jadi bicara nya lebih santai " Ujar Intan.
" Jangan jadikan beban Gin, bahkan aku tenang² saja !! Kakak Didin tidak keberatan jika nantinya pakai Nany " Ujar Intan .
" Apa kamu sudah memikirkan akan Kembali bersama Bos " Tanya Gina .
" Belum, untuk sementara aku hanya menjalankan ,setelah anakku lahir baru aku pikirkan akhirnya akan seperti apa ' Ujar intan .
" Apa pun itu aku selalu mendukung mu " Ujar Gina .
" Makanya kamu harus bersyukur memiliki suami seperti kakak Fandi,kurang apa lagi coba ? Jangan hanya karena permasalahan kuliah kuliah dan kerja kamu dan kakak Fandi seperti orang asing " Ujar Intan .
" Cukup aku yang merasakan itu jangan kamu Gin, jadi tekankan sekali lagi hamil atau punya anak bukan hal yang buruk apa lagi kakak Fandi sendiri yang memintanya " Lanjut nya .
" Apa aku iyakan saja, soalnya sejak pembahasan itu jujur dia tidak lagi menyentuh ku bahkan dia selalu beralasan belum beli pengaman " Ujar Gina menunduk .
" Pikirkan kembali, jika kamu menolak mengandung anaknya tidak menuntut kemungkinan kakak Fandi meminta wanita lain yang yang siap mengandung anaknya " Gina tertawa kecil ' Kebanyakan nonton kamu " Ujar Gina tertawa .
" Sekalipun itu hanya sebuah drama harus nya kamu belajar Gin, bagaimana kalau itu kenyataan " Gina langsung menghentikan tawanya .
" Jangan membuatku takut Tan " Ujar Gina .
" Aku bicara serius Gin, sekalipun itu hanya sebuah drama tapi tidak menuntut itu bisa jadi kenyataan kan " Ucap intan serius.
" Jadi aku harus menyetujui gitu " Tanya Gina .
" Iya harus " Jawab Intan
__ADS_1
" Baiklah, saat pulang nanti aku akan bicara padanya " Putus Gina akhirnya .
" Memang kakak Fandi ke mana " Tanya intan .
" Dia belum pulang kerja ,tadi aku sempat lihat di restoran tapi sampai sekarang dia belum juga " Ujar Gina menatap jam dinding yang ada di kamar nya .
" Koh aku jadi merinding iya Gin " Gina menelan ludahnya kasar " Jangan aneh² iya Tan ,Kaka Fandi orang nya setia " Ujar Gina tidak terima .
" No coment ,semoga berhasil iya " Ucap Intan .
' Iya Tan, Makasih aku tutup iya " Ucap Gina .
" Iya , fighting " Ucap Intan lalu mematikan panggilan nya .
Gina menarik napasnya panjang lalu di hembuskan dengan berat .
" Mungkin ini yang terbaik untuk aku ,bukannya aku tetap melanjutkan kuliah ku " Gina menyemangati dirinya sendiri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pulang dari menemani Gio melamar Dila , Didin langsung Kembali ke rumah nya badannya terasa begitu lelah .
Dia membuka jas dan dasi nya lempar ke sembarang asal .
" Sepi bangat kalau tidak ada intan " Gumam Didin menjatuhkan tubuhnya di sofa ruangan tamu .
" Apa dia sudah tidur " Lanjutnya mengambil ponselnya di saku celananya .
Tut ....tut.
' Sudah tidur " Tanya Didin, dia melakukan panggilan video .
" Belum kak, baru saja bicara sama Gina " Didin mengaguk saja .
" Baru pulang kerja " Didin menggeleng "Dari temani Gio lamaran " Jawab Didin .
" Kaka gio mau menikah " Didin mengaguk " Dua Minggu lagi " Jawab Didin.
" Yaaak aku tidak bisa hadir dong " Didin hanya tersenyum saja .
" Apa aku harus mengirimkan hadiah kak " Didin menggeleng " Doa kan saja semuanya lancar " Ujar Didin .
" Kaka Gio menikah dengan siapa ,kekasihnya " Didin menggeleng " Dengan Dila " Intan langsung melotot kan matanya menutup mulutnya .
" kakak serius " Tanya intan sedikit berbisik seolah takut jika ada yang mendengar nya padahal dia sendiri berada di kamar .
" Kamu kenapa yank " Tanya Didin tertawa .
' Kaget kak ,koh bisa " Tanya Intan .
" Bisalah ,bahkan Ade sudah ada adiknya " Intan mengerut kan kening nya bingung .
__ADS_1
' Dila hamil anak Gio " Lagi² Intan menutup mulutnya menatap sekeliling kamarmya .
" Kaka tidak lagi Bercanda kan " Ucap Intan pelan.
" Kenapa harus bisik² yank, apa ada orang lain di kamar mu " Intan menggeleng " Hanya takut nanti ada yang dengar " ucapan intan membuat Didin tertawa .
" Sayang kangen " Ujar Didin serius .
" Katanya mau ke sini " Didin mengaguk " Sebelum pesta Gio aku akan menemui mu ' Intan mengagguk Tersenyum.
" Kakak mandi dulu, kebiasaan kan mandi larut malam kalau sakit gimana , tadi kakak makan apa " Tanya intan .
" Makan apa saja yang ada soalnya istri kakak memilih menjauh " Ucap Didin .
" Intan tanya serius kak " Ujar intan kesal .
" Makan di restoran sayang, malam nya makan di rumah Dila " Jawab Didin .
" Jangan minum kopi terus iya awas " Ujar intan serius.
" Galak amat " Ucap Didin .
" Terserah intan " Jawab Intan .
" Apa Ade rewel " Intan menggeleng " Seperti biasanya " Ujar intan.
" jangan nakal de ,ayah lagi kerja kasian bunda " Ucap Didin .
" Ah iya besok kamar Ade sudah bisa di bikin " Intan hanya mengaguk saja " Kalau ada yang kamu inginkan krim saja contoh nya " Ujar Didin .
" Aku ikut saja , aku yakin pilihan kakak juga yang terbaik " Didin hanya tersenyum .
" iya sudah kamu istirahat , Kaka mau mandi dulu " Ujar Didin
" Jangan lama habis itu Kaka juga Istirahat " Ujar intan .
" Iya " Jawab Didin ,lalu mematikan panggilan nya .
Mengambil jas dan dasinya menuju lantai dua di kamar legal kamarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1