Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
mengejar target


__ADS_3

BRAK


Fandi membuka pintu ruangan Dila dengan keras mendudukkan Gina di sofa dengan lembut ,dan langsung berjalan ke arah Dila dan memeluk wanita itu membuat mereka kaget terlebih Dila .


' Apa kau Gila " Bentak Gio kesal mendorong tubuh Fandi hingga terlepas .


" Hanya sebentar " jawab lalu kembali memeluk Dila yang masih terdiam di tempatnya " Terimakasih " Ujar Fandi dengan suara bergetar ,Kini Dila paham tanpa ragu dia membalas pelukan Fandi dengan tangannya yang bebas .


" Sayang " Dila memberikan isyarat pada sang suami untuk tetap diam " Selamat " Fandi mengaguk lalu melepaskan pelukannya lalu duduk di samping Gina .


" Maaf jika aku Lancang " Ujarnya menatap Gio yang menatap Fandi tajam " Aku hanya ingin berbagi kebahagian dan yang aku lakukan tadi hanya tanda terimakasih ku pada Dila karena tanpa nya aku tidak tahu sekarang hidupku seperti apa " Lanjutnya suara serak lalu mengelus perut Gina " Aku akan menyusul kalian menjadi ayah, sekarang Gina hamil usianya 3 Minggu dan kami di beri kepercayaan dua malaikat dalam rahimnya " Ujar Fandi bersamaan dengan ke luarnya cairan bening yang membasahi pipinya.


" Kamu sedang tidak bercanda kan Fan " Tanya Didin cepat .


" Aku juga tidak percaya awalnya Din ,tapi itu kenyataan nya " Jawab Fandi .


Gio dan Didin langsung berdiri memeluk Fandi dengan erat begitu juga Intan dan Aris .


" Aku tahu kamu pasti bisa " Ujar Didin .


" Selamat ,aku tidak jadi memukul mu ' Ujar Gio memukul pelan pundak Fandi .


" Terimakasih selama ini selalu memberikan dukungan untuk ku " Jawab Fandi .


" Selamat , akhirnya keinginan mu terkabulkan " Gina mengaguk dalam pelukan intan dan Aris .


sedangkan kedua wanita yang kini sedang menatap mereka ikut menangis .


" Katakan apa pun yang kamu inginkan aku akan melakukan nya jika bang Fandi sibuk tidak usah sungkan " Ujar Aris ,Gina hanya mengaguk .


" Benar kata Aris jangan melakukan apa pun kamu hanya meminta kami melakukan nya dan kami siap ,kamu harus menjaga mereka dengan baik " Ujar Intan serak .


" Kita perlu perayaan " Ujar Dila membuat mereka menatap ke arahnya .


" Tentu, kalian mau apa aku traktir " Ujar Fandi tersenyum.


" Tidak perlu , kita akan merayakan di restoran bersama orang tua juga " Ujar Didin .


" Aku setuju bang " Timpal Aris cepat .


" bagaimana " Tanya Didin lagi .

__ADS_1


" Baiklah, kapan " Tanya Gio .


" Minggu depan saja gimana sekalian untuk kejutan orang tua Fandi dan Gina " Ujar Dila tersenyum .


" Gimana yank " Tanya Fandi menatap Gina " Aku ikut saja kak " Jawab Gina pelan .


" Deal iya " Tanya Gio " Baiklah berarti nanti kita buat mereka lembut kan " Ujar Didin tertawa kecil .


" Ah aku sampai lupa maaf padahal kita ke sini datang menjenguk anak Kalian " Ujar Fandi saat kendaraan nya mulai kembali .


" Itu karena kamu terlalu lama di sana ,bahkan kami sampai pegal menunggu " Jawab Didin .


" Maaf kami seperti orang bodoh saat di ruangan pemeriksaan sehingga dokter terus mengulang ucapannya , kejutannya terlalu mendadak " Jawab Fandi membuat mereka tertawa .


" Siapa nama nya " Tanya Fandi menatap Gio .


" Belum ada ,kami harus meminta persetujuan Orang tua dulu " Ujar Gio serius .


" Lalu kami memanggilnya apa " Tanya Fandi .


" Panggil Gio junior " Jawabnya tertawa kecil .


" Tidak buruk " Ujar Fandi tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sama Bun, Tidak sia² usaha mereka selama ini ,apa lagi Fandi selama Gina melakukan terapi tidak ada tanda² kehidupan sama sekali ,tapi dia tetap bekerja sekalipun lelah saat pulang kerja dia langsung ke kota xx menemui Gina ' Ujar Didin tersenyum .


" Kini doa kita semua terkabulkan dan bahkan mereka di beri dua malaikat " Lanjutnya menatap intan yang hanya mengaguk .


" Dita akan memiliki 3 adik " Ujar Intan .


" Apa tidak ingin tambah lagi Bun " Tanya Didin menatap lurus kedepan .


" Maksud ayah " tanya intan menatap Suaminya .


" Dita sudah setahun ,apa tidak mau memberikan adik " Tanya Didin menatap Intan sekilas .


" Tapi kalau kamu tidak ingin juga Tidak papa ,sudah ada nya Dita sudah jauh lebih baik " Lanjut Didin tersenyum.


" Ayah pengen lagi " Tanya intan serius .

__ADS_1


" Pengen ,apa lagi melihat Gio punya anak laki² ,tapi semuanya tergantung Bunda " Jawab Didin lembut .


" Lalu kuliah ku gimana yah " Tanya Intan lagi .


" makanya ayah bilang semua tergantung bunda kalau belum siap tidak papa " Jawab Didin .


Intan langsung terdiam menatap ke luar ,begitu juga Didin kedua nya tidak lagi perbincangan setelah membahas masalah adik untuk sang putri .


" Ayah "


"Hebm "


" Apa jika nanti aku hamil, apa ayah tetap mengizinkan aku kuliah " Tanya intan serius .


"Bukannya apa ,tapi aku sudah dua tahun menunggunya sekalipun nantinya aku tetap di rumah tapi setidaknya Intan kuliah,ayah sudah tahu tujuan ku kuliah apa " Ujar Intan menatap Didin .


" Jika kamu nyaman ,ayah tidak akan melarang Bun asal kamu bisa membagi waktu mu dengan Dita ,aku dan waktu istirahat mu " Ujar Didin serius.


" Tapi bolehkah minta ayah sama ibu tinggal bersama kita saja , biar aku tenang kuliah nya bukannya menjadikan mereka .... "


" Ayah paham Bun ,nanti kita bicara sama ayah sama ibu lagian di desa juga mereka tidak melakukan apa pun ,jadi lebih baik di sini bersama kita ,tapi kamu yakin kita tinggal sama ayah ibu " Tanya Didin balik pada sang istri .


" Yakin ,lagian hubungan Intan sama ibu sudah jauh lebih baik lagi ,tapi apa kita tetap tinggal di situ " Tanya Intan tersenyum kuda " Seperti terlalu kecil deh yah " Lanjutnya mengaguk kepalanya yang tidak gatal .


" ayah sudah merencanakan itu Bun sama Fandi dan Gio ,karena di situ terlalu kecil untuk anak² sekalipun ibu dan ayah tidak tinggal bersama kita ,jadi jangan beranggapan karena ada ayah sama ibu " Ujar Didin mengelus kepala intan .


" Koh tidak bilang Intan " Ujar Intan cemberut


" Baru rencana yank mungkin Gio sama Fandi juga jadi kami lagi cari tanah yang luas nanti kalau sudah dapat ayah baru bicara sama bunda " Ujar Didin


Intan langsung menatap Didin" Serius " Didin mengaguk ,intan langsung memeluk sang suami bahkan memberikan ciuman di pipinya " Ayah memang terbaik " Jawab Intan .


" Nanti lanjut di rumah iya " Tanya ragu intan mengaguk cepat " Apa kita akan membuat adonan " Intan kembali mengaguk membuat Didin tertawa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2