
Dua hari sudah Fandi keluar kota,tapi dia tidak mengirim kan pesan atau hanya menanyakan kabar atau hanya memberi tahunya bahwa dirinya sudah sampai dan baik² saja .
Gina pun sebaliknya bukannya apa dia hanya tidak ingin mengganggu waktu Fandi dan membuat Fandi tidak nyaman padahal itu semua fine² saja bukan .
Jam 7 pagi Fandi baru sampai di rumah dia langsung turun dari mobil masuk ke dalam rumah menuju kamarnya,saat akan masuk dalam kamar ponsel nya berdering .
" Hallo "
" Sudah sampai "
" Iya baru saja sampai " Jawab Fandi .
Ceklek .
" Apa langsung mau kerja "
" Mau istirahat sebentar saja baru ke kantor , kamu sudah sarapan " Tanya Fandi lembut .
" Sudah, ini lagi jalan² di dekat rumah "
" Hati² jangan sampai jatuh ,jangan terlalu lama " Ujar Fandi .
" Ada bibi yang temani koh "
" Iya sudah ,kalau sudah selesai langsung istirahat tadi terlalu pagi bangun nya " Ujar Fandi .
" Iya ,Miss you "
" Miss you too " Fandi mematikan panggilannya lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur .
" Kakak sudah balik " Fandi langsung membuka matanya lebar menatap ke arah sofa .
" Gina " Gumam Fandi langsung bangun dari tidurnya .
" Ka...mu tidak berkerja " Tanya Fandi terbata .
" Tidak kak, Gina siapkan air dulu kak " Ujar Gina lembut berjalan ke arah kamar mandi .
Fandi mengusap wajahnya kasar lalu berdiri mengikuti Gina di kamar mandi .
" Gina " Panggil Fandi rendah .
" Iya kak " Jawab Gina sambil mengisi bathup memberikan tetesan aromaterapi dan sabun .
" Kamu off " Gina menggeleng " Hanya pengen libur saja kak , istirahat " Jawab Gina lalu membalikkan badannya .
" Kalau begitu Gina ke luar kak " Ucap Gina tapi Fandi langsung menahan tangannya .
" Kamu sakit " Gina menggeleng cepat " Tidak " Jawabnya .
" Kamu pucat " Ujar Fandi .
" mungkin karena tidak pakai make up " Jawabnya asal lalu melepaskan tangan Fandi dan keluar dari kamar mandi meninggalkan Fandi sendirian .
__ADS_1
" Aaakkhhhh " Fandi mengusap wajahnya kasar meremas meja wastafel menatap ke arah kaca .
Setelah ke luar dari kamar mandi Gina langsung menuju ruangan ganti mengambilkan pakaian ganti Fandi .
Hanya ada senyuman tipis yang terukir di bibir Gina sejak tadi .
" Mungkin ini karma ,karena aku sudah merebut nya dari dokter Dila " Gumam Gina lirih .
" Jangan kecewakan orang tuanmu Gin, kamu yakin bisa selagi dia bisa menghargai mereka tidak papa bertahanlah " Lanjutnya lagi .
Gina ke luar dari ruangan itu selesai semua kebutuhan Fandi sudah di siapkan,lalu dia ke luar kamar menuju dapur untuk sarapan .
" Bibi " Panggil Gina Tersenyum .
" Lo mba tidak kerja " Gina mengagukan kepalanya " Cape bi " Jawabnya sambil tersenyum.
" Lagian to Mba suaminya sudah kaya masih juga kerja " Gina hanya tertawa saja .
" Sarapan Bi " Ujar Gina lembut .
" Sudah tadi Mba " Jawabnya .
" buat kopi iya bi , soalnya mas Fandi sudah pulang " Pelayan pun langsung ke arah belakang membuat kopi .
Mungkin hanya menunggu waktu saja, bersabar lah kak sedikit saja setelah itu kakak akan bahagia bersama nya maaf sudah membuat kalian terpisah Ucap Gina dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Dil tolong pasangkan " Tanpa menjawab Dila mendekati Gio memasang dasi pria itu .
" Lo mau ke mana " Tanya Gio saat Dila kembali masuk ke ruangan ganti membawa dasi yang di berikan pada nya tadi .
Tidak berselang lama dia kembali dengan memegang dasi yang baru lalu mendekati Gio .
" Tidak cocok iya " Dila hanya mengaguk saja " Terlalu tinggi " Gio duduk di pegangan sofa sambil memeluk pinggang Dila .
CUP
CUP
" Pagi sayang " Sapa Gio tepat depan perut Dila .
" Jangan ganggu Mama nanti saat di rumah sakit pasien Mama banyak yang anteng " Gio menatap Dila " Kapan periksa " Tanya Gio .
" masih lama " Jawab Dila datar .
" Iya berapa hari lagi ? " Tanya Gio .
" 13 hari lagi " Jawabnya Sambil menatap Gio.
Tatapan mereka terkunci tapi dengan cepat Dila memutus kan tatapan itu.
" Kenapa " Tanya Gio
__ADS_1
" Tidak " Jawab Dila gugup .
" Dila " Kini Gio sudah berdiri tempat di depan Dila .
" Kenapa ? aku sudah pasangkan Hhhmmmppp " Gio membungkam mulut Dila dengan sedikit kasar menahan tengkuk Dila .
Dila langsung melototkan matanya tajam hingga akhirnya dia mendorong tubuh Gio tapi pria itu terlalu kuat .
" Aku tidak akan menahan diri lagi " Bisik Gio dengan napas ngos-ngosan.
" Maksud .....kamu ....apa ' Tanya Dila disela menarik napas nya .
dengan sekali tarik gio membawa Dila ke tempat tidur membaringkan wanita itu lalu menindihnya .
" Apa... yang ...kamu lakukan, aku harus ke rumah sakit " Ujar Dila gugup sambil menatap ke arah pintu .
" Lihat aku " Gio memegang dagu Dila untuk menatap nya " kenapa " Gio Tersenyum lembut mata kedua nya saling beradu pandang .
" Aku meminta hak ku " Dila melototkan matanya " Jangan Gila " Gio menahan tubuh Dila yang akan bangun .
" Aku paksa atau mau main aman, ingat baby sayang " Tubuh Dila seketika merinding saat mendengar panggilan sayang ke luar dari mulut Gio.
" jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama " Ujar Dila memberikan diri menatap Gio .
" Kesalahan yang mana ?? Kita suami istri dan itu wajar kita melakukan nya ' jawab Gio tanpa mengalihkan tatapannya.
" Iya wajar bagi orang yang memang menikah tanpa sebuah kesalahan ,tapi kita karena kesalahan dan kamu sendiri masih mencintai dia " Dila menelan ludahnya kasar saat tatapan Fandi berubah jadi dingin ,seketika wajah nya berubah .
" Gio Hhhmmmppp " Gio langsung membungkam mulut Dila dengan kasar ,menahan tangan Dila di atas kepalanya sedangkan tangan yang bebas menahan tengkuk wanita itu .
Setelah puas bermain dengan bibir Dila , gio turun kebawah di leher jenjang wanita itu tangan yang menahan tengkuknya tadi mencari apa pun yang bisa dia pegang sedangkan Dila hanya bisa mengerjakan kakinya dan menahan untuk tidak bersuara .
Secara perlahan dres milik Dila sudah mulai terbuka hingga memperlihatkan bagian atasnya ,untuk Sejenak Gio menghentikan kegiatannya menatap Dila yang wajahnya sudah memerah hanya senyuman sinis yang gio berikan pada Dila .
" Aaahhhh " Senyum Gio semakin tertarik ke atas " Tubuhmu menerima nya sayang " Ujar Gio lalu melahap benda kenyal itu yang masih di tutupi batok kelapa .
" Gio ....Aahhhhhh " Gio semakin bersemangat lalu dia melepaskan tangannya Dila memainkan kedua benda kenyal itu mengeluarkan dari tempat nya .
" Ini lebih besar dari terkahir kita main " Dila langsung menatap ke arah samping karena malu .
" Aku tidak ingin memaksa mu,jika ingin berhenti katakan ' Dila langsung menatap Gio yang masih berada di atasnya jangan lupa tangan nya terus meremas kedua benda kenyal itu membuat Dila semakin terpancing .
Dia wanita normal yang perna merasakan hal seperti itu jadi wajar jika dia juga menginginkan bukan .
" Lakukanlah ,tapi pelan " Gio masih terdiam menetap Dila " Pelan² ada baby " Akhirnya Gio mengaguk lalu melanjutkan kegiatan yang tadinya tertunda .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟