
Sudah 3 hari Intan berada di kota tapi Gina baru bisa menjenguknya nya hari ini ,karena dia masih berkerja di restoran dan meminta izin pada Fandi untuk singgah sebentar di rumah intan karena memang mereka tinggal satu kompleks sekalipun agak jauhan sih .
" Cantik bangat sih " Ucap Gina memainkan pipi Dita .
Kini mereka berada di ruangan tamu bersama Intan !!
" Cantikan bundanya " Gina menatap intan lalu kembali menatap Dita .
" Bundamu terlalu besar Kepala, apa karena dia sudah memenangkan mendapat kan hati ayah mu " Ucap Gina tertawa kecil .
" Gina ke sini " Gina menatap ke sumber suara.
" Iya Tan, lihat Dita " Jawabnya Tersenyum .
" iya sudah lanjut lagi, ibu mau ke luar sebentar keliling bersama ayah " Gina mengaguk Tersenyum .
" Hati² ayah " Ucap Intan .
" Iya Nak " Jawab Usman .
" Gina " Gina menatap Intan " Kamu kurusan , apa kamu sakit " Tanya Intan .
" Hebm, lagi diet saja cape bawa badan ke sana ke mari kalau terlalu berisi " Jawabnya Tersenyum .
" Tapi beda Lo Gin, kamu baik² saja kan " Gina mengagguk sambil memainkan tangan Dita .
"Gina " Gina menghela napasnya panjang lalu menatap Intan .
" Aku baik² saja , aku memang lagi diet " Ucap Gina .
" Kamu mungkin bisa berbohong pada yang lain tapi tidak denganku Gin " Gina hanya bisa tersenyum tipis .
" Aku masih bisa mengatasinya ,jadi tenang saja jika aku sudah lelah pasti aku akan bicara dengan mu " Ucap Gina .
" Tentang Fandi " Gina hanya menjawab nya dengan senyuman .
" Apa ada kaitannya dengan anak " Gina mengaguk pelan " Baiklah aku tidak akan bertanya lagi sampai kamu siap " Lanjutnya lagi .
" Aku berusaha untuk tetap kuat seperti mu " Gina menatap intan sambil tersenyum kecut " Mungkin aku tidak akan perna hamil dan aku menerima itu karena semua berawal dari ku " Lanjutnya lagi .
" Jangan cerita jika itu menyakitkan dan kamu belum siap " Gina mengaguk sebagai jawaban lalu kembali bermain dengan Dita .
" Maaf Tante tidak bawa papa ,soalnya tadi buru² keburu malam ,nanti kalau libur Tante akan sempatkan untuk beli hadiah untuk Dita " Ucap Gina.
" Tidak usah beli papa, kamu ke sini saja sudah membuatku senang aku yakin Dita juga begitu " Ucap Intan .
Ceklek .
" Ada tamu " Ucap Didin saat sudah berada dalam rumah, dia baru saja pulang dari restoran .
" Selamat sore Bos " Sapa Gina .
" Sore " Jawab Didin lalu dia menatap intan " mandi dulu iya " Intan mengaguk " Baju kakak sudah ada iya " Didin mengaguk lalu berjalan meninggalkan intan dan Gina.
" Kamu di jemput " Gina menggeleng " Aku balik sendiri " Jawab Gina .
__ADS_1
" Seperti nya aku harus kembali soalnya sudah terlalu sore pak bos juga sudah kembali takutnya kakak Fandi sudah kembali juga " Ucap Gina .
" Tidak makan di sini saja ,nanti aku minta kakak Didin telepon kakak Fandi ke sini juga " Ucap Intan .
" Nanti lain kali saja ,aku juga belum mandi gerah pengen mau mandi " Intan mendengus kesal .
" Tapi nanti ke sini lagi iya " Gina mengaguk " Nanti bilang sama pak bos " Ucap Gina .
" Maaf sudah tidak pamit dengan nya " Intan mengaguk lalu menggendong Dita mengantar Gina sampai pintu saja .
" Hati² Sayang " Gina mengaggukan kepalanya melambaikan tangannya .
"Tutup saja pintunya, sudah mau gelap " Intan mengaguk lalu menutup pintunya barulah Gina meninggalkan rumah Intan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gina memasuki rumah yang dia tepati bersama Fandi dengan helaan napas panjang dia masuk menuju kamarnya .
Tapi saat akan masuk kedalam kamar,pintu ruangannya terbuka dari dalam,dia menatap Fandi sudah mandi dan rapi .
" Kakak mau ke luar " Tanya Gina lembut .
" Hebm "
" Hati² kak " Ucap Gina Tersenyum lalu mengambil tangan Fandi mencium nya .
" Iya " Jawab Fandi, Gina masuk dalam kamar nya langsung menuju kamar mandi setelah menyimpan tas nya di atas sofa .
Sedangkan Fandi masih berdiam diri di ambang pintu menatap pintu kamar mandi .
Cukup lama Gina menangis lalu dia berdiri kini perasaan nya sedikit membaik sekalipun tidak semuanya .
Dia membersihkan dirinya setelah selesai dia ke luar langsung ke ruangan ganti .
" Kamu bisa Gina, intan saja bisa masa kamu tidak " Gumam Gina menyemangati dirinya .
Cukup lama berada di ruangan ganti Gina ke luar dari ruangan itu .
"Apa yang kamu lakukan dalam kamar mandi " Gina menatap ke sumber suara kaget ,dia mengira Fandi sudah pergi nyatanya Fandi berada di kamar duduk di sofa sambil memainkan Ponselnya .
"Berendam kak " Jawab Gina , Fandi langsung menatap Gina lekat .
" Kakak belum pergi, ada yang kakak butuhkan " Tanya Gina
" Biar Gina Carikan " Lanjutnya lagi .
" Tidak ada ,aku kira kamu masih di rumah Didin " Jawab Fandi .
" Kakak mau ke sana "Fandi mengaguk " Mau lihat Dita juga " Fandi mengaguk kembali .
Keheningan kembali terjadi dalam kamar itu, Fandi fokus pada ponselnya sedangkan Gina bermain dengan pikirannya .
Di rumah lainnya Dila sedang membantu mertua nya memasak untuk makan malam mereka .
" Istirahat saja Nak " Ucap Ibu
__ADS_1
" Bosan Bu " Jawab Dila terus melakukan apa yang di lakukan juga ibu mertua nya.
" Anak ini keras kepala sekali " Dila tertawa kecil " ibu harus sabar " Ibu hanya menggelengkan kepalanya .
" Gimana pemeriksaan nya " Tanya Ibu .
" Sehat Bu, doakan Dila sehat terus iya Bu sampai lahiran nanti " Ucap Dila .
" selalu nak, kamu juga jangan banyak pikiran biar anakmu sehat " Dila mengaggukan kepalanya .
" Dila sehat terus kalau ibu masaknya enak terus " Ibu hanya mendengus kesal .
" Masak " Tanya Gio yang ikut gabung ke dapur .
" Masak seperti biasa ,tapi ini permintaan ibu hamil dia ingin di bikinkan sambal cumi campur Pete " Jawab Ibu .
" Kamu mau suka Pete yank " Dila hanya mengaguk saja sebagai jawaban .
" Jangan pedas buat nya Bu, nanti perut Dila sakit " Ucap Gio sambil mengelus pinggang belakang Dila .
" Ayah mu mana nak " Tanya ibu .
" Biasa baca koran di temani tv yang berbicara Sendirian " Jawab Gio .
" Marahnya jangan lama² " Bisik Gio pada Dila .
" Kalau mau mesra²an jangan di dapur ada ibu, ini juga belum makan malam " Tegur Ibu ,gio tertawa kecil lalu memeluk Dila sambil mengelus perut Dila yang hanya diam saja .
" Kalau ibu ingin,biar Gio panggil ayah " Ucap Gio .
" Ayah di sini, kenapa kalian membuat istri ku seperti nyamuk " Gio dan ibu menatap ke sumber suara .
" Ingat umur yah,malu sama Dita " Tegur ibu pada suaminya .
" Menang kenapa ,tidak papa kan nak " Dila mengaguk sambil tersenyum " Ibu malu yah " Jawab Dila .
" Jangan ikut²an nanti ibu tidak akan Masakan apa pun yang ingin kamu mau makan " Ancam ibu .
" Sayang ,Oma jahat " Gio tertawa melihat ekspresi ibunya " Jangan menggoda ibu , CUP " Dila langsung melototkan matanya menatap Gio yang hanya tersenyum seringai .
" Ke kamar kalau sudah tidak tahan " Cibir ayah menarik kursi lalu duduk .
" Jangan iri yah " Jawab Gio lalu melepas kan pelukannya bergabung dengan ayah nya di kursi makan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1