Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
tidak percaya


__ADS_3

Setelah menerima panggilan Fandi kembali ke dalam kamar,dia menatap kamar mandi seperti nya Gina belum selesai.


Tidak berselang lama Gina ke luar dari ruangan ganti membuat Fandi bingung karena dia mengira Gina masih dalam kamar mandi .


" Gina " Gina menatap Fandi " Iya kak " Jawab Fandi .


" Bisa tinggal di rumah ayah sama ibu dulu " Ucap Fandi hati² .


" Kenapa harus di rumah Ibu sama ayah " Tanya Gina membuat Fandi terdiam .


" Kakak mau ke luar kota " Tanya Gina menatap Fandi yang hanya terdiam " Kalau Kakak mau ke luar kota ,pergi saja Gina tidak papa di sini juga ada bibi " Lanjutnya dengan lembut .


" Bukan begitu maksud ku .....aku ....hanya ..."


" Kakak pergi saja ,sumpah Gina baik² saja !! kakak bisa lihat sendiri kan " Potong Gina, Fandi membuang napasnya panjang .


Dia bukannya tidak mengerti perasaan Gina atau apa pun itu ,tapi Fandi benar² harus pergi.


" Kakak pergi saja, Gina tidak papa " Fandi terus menatap Gina ,dia paham rasa sakit yang Gina alami dan semua itu tergambar dari matanya .


" Maaf " Gina hanya mengaguk Tersenyum " Hati² jangan balap² " Jawab Gina lembut .


Fandi mendekati Gina ingin mencium keningnya tapi dengan cepat Gina menghindar melihat reaksi Gina ,Fandi hanya bisa tersenyum mengelus kepala Gina.


" Aku akan pulang cepat " Gina hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Kakak sudah tahu keadaanku ,dan aku tidak akan membuat kakak semakin kesulitan !! Cari kebahagiaan kakak , Gina akan selalu mendukung kakak " Gumam Gina menetap pintu yang sudah tertutup rapat .


Dengan pelan Gina ke arah tempat tidur merebahkan tubuhnya dengan pelan, padahal ini sudah siang tapi entah kenapa Gina tidak merasakan lapar sama sekali dia hanya membutuhkan waktu untuk istirahat lebih banyak lagi dan hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang karena dia sudah tidak berkeja lagi .


Di tempat lain Gio sudah berada di ruangan Dila yang baru saja selesai dengan urusan pekerjaan nya .


" Ayo makan dulu " Dila mengaguk tapi sebelum itu dia mencuci tangannya terlebih dahulu .


"Dari restoran " Gio mengaguk lalu membuka makanan yang dia bawah .


" Makanlah ,baru kita bicara " Ucap Gio .


" Bicara apa ?? " Tanya Dila .


" Tentang Gina ,jadi makan dulu biar enak bicaranya " Dila tidak bertanya lagi dia fokus pada makan nya begitu juga Gio .


Setelah selesai makan ,Dila langsung membereskan sisa makanan mereka ,lalu mengambil kan minum untuk Gio .


" Vitamin mu " Dila mengaguk berjalan ke arah tasnya mengambil vitaminnya .


" Kenapa ? " Tanya Dila .


" Gina sakit, bisa Carikan dokter " Dila menatap Gio .


" Sakit " Gio mengaguk " kanker serviks ,kamu pasti tahu dokter yang mana yang terbaik " Jawab Gio .


" Sebelumnya periksa di mana " Tanya Dila .


" Tidak tahu ,kami baru tahu tadi di restoran itupun karena Zul karena dia yang mengantar Gina ke rumah sakit tapi dia tidak sebut rumah sakit mana ." Jawab Gio.

__ADS_1


" Nanti aku kirimkan nomornya sama Fandi , tapi dokternya bukan di sini di kota xx " Ujar Dila .


" Di mana pun itu ,yang penting terbaik " Dila mengaguk " Nanti aku tanya dulu dokter nya biar nanti Periksa nya Gina bisa nyaman " Gio mengaguk .


" Kamu masih ada jadwal " Dila menggeleng.


" Sudah selesai " Jawab Dila .


" Langsung pulang " Dila menatap jam tangan nya " jam 2 baru bisa pulang " Jawabnya .


" Iya sudah aku tunggu " Jawab Gio .


" Kenapa menungguku , pulang saja " Gio menjatuhkan kepalanya di paha Dila menghadap perut wanita hamil itu .


" Jangan marah terus, apa kamu tidak cape padahal kita sudah beberapa kali menyatu " Gumam Gio sambil memeluk pinggang Dila .


" Cape bahkan sangat cape ,tapi mau gimana kamu sendiri yang mulai " Jawab Dila menatap ke bawah .


" Aku sudah minta maaf tidak bisakah melupakannya " Ucap Gio .


" Apa jika aku membiarkan nya apa kamu akan meminta maaf apa kamu akan berhenti menemui nya " Tanya Dila .


" Kamu bilang seperti itu, kaya orang cemburu " Ucap Gio sambil tersenyum .


" Jangan besar kepala, Aku bicara seperti itu karena status kita menikah , jika di tahu ayah sama ibu gimana " Jawab Dila cepat .


" Cemburu juga tidak papa, aku malah senang " Ujar Gio .


" Mimpi " Ucap Dila Ketus .


" Dila " panggil Gio lembut .


" jika aku bilang tertarik dengan mu apa kamu percaya " Dila hanya diam saja " Seperti nya kamu sudah mengganti posisinya " Lanjut nya lagi Gio menatap Dila yang menatap ke arah lain .


" Dila " Panggil Gio pelan


" Hebm " Jawab Dila .


" Lihat sini " Ucap Gio .


" Ngomong saja aku dengar " Jawab Dila.


" lihat dulu sini " Dila menghela napas lalu menatap Gio ke bawah " Apa " Jawabnya .


Gio menarik tengkuk Dila membungkam mulut Dila sekilas karena takut perut Dila tertekan .


" I Love you " Ucapnya kemudian ,Dila mengerjapkan matanya berkali-kali menatap Gio .


" I love you Dila Amelia Septiyani" Ulang nya lagi membuat Dila tersadar .


" Bohong " Jawab Dila Tidak percaya .


" Aku serius " Jawab Gio bangun dari tidurnya menghadap Dila .


" Bohong sekali " Dila tetap tidak percaya dengan ucapan Gio .

__ADS_1


" Aku harus bagaimana " Tanya Gio menatap Dila


" Kenapa bertanya padaku " Jawab Dila .


" Karena kamu yang tidak percaya " Jawab Gio.


" Mulutmu itu terlalu manis " Balas Dila .


" Kau baru sadar setelah beberapa kali mencicipi nya " Ucap Gio sambil tersenyum .


" apa sih " Jawab Dila ketus membuat Gio tertawa " Syukur di rumah sakit jika tidak mungkin enak main di sini " Dila langsung menatap Gio tajam .


" Jangan Gila " Gio langsung memeluk Dila dengan erat .


" Jangan lagi marah, aku ingin hidup tenang bersamamu dan juga anak kita, 5 bulan lagi dia akan bersama kita " Ujar Gio serius .


"kalau sudah 7 bulan kamu cuti kerja dulu ,tapi kalau bisa berhenti saja tapi kalau kamu ingin tetap kerja tidak papa ,asal kamu nyaman dan bisa bagi waktu untuknya nanti ,kamu pasti paham apa maksud ku karena kamu bukan hanya dokter tapi juga ibu buatnya " Ujar Gio .


" Iya ,Apa kita akan tetap tinggal di rumah ayah sama ibu " Gio mengaguk " Iya, biar nanti kita bisa tenang kalau tinggalin dia " Jawab Gio .


" Apa kamu ingin tinggal terpisah dengan mereka " Dila menggeleng " Aku hanya bertanya ,tapi apa nanti tidak merepotkan mereka " Tanya Dila lagi .


" Tidak, mereka akan senang bisa mengurus Cucu nya apa lagi kehadirannya sudah di tunggu sejak dulu bahkan sebelum kita melakukan nya ,jadi mereka tidak akan keberatan ataupun kerepotan " Jawab Gio .


" Baiklah " Jawab Dila .


" Apa ini pertanda tidak marah lagi " Tanya Gio sambil tersenyum .


" Awas aku mau ambil Tas " jawab Dila ketus .


" Sayang "


" Apa sih " Jawab Dila membuat gio tertawa .


" Sayang " Dila mendorong tubuh Gio lalu berjalan ke arah mejanya mengambil tasnya .


" Sayang " Dila langsung menatap tajam Gio membuat pria itu semakin suka menggoda Dila .


" Sayang, honey ,baby, cinta ku " Dila membalikkan badannya menatap Gio lalu mendekati pria itu .


" Kenapa suamiku " Jawab Dila menatap Gio .


CUP


" Pulang yuk " Gio langsung terdiam di tempat nya , sedangkan Dila sudah ke luar dari ruangan nya sambil tersenyum geli .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2