Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Cape


__ADS_3

" Ayah sama ibu masih di sinikan " Tanya Fandi di sela sarapan mereka .


" Ayah ada urusan, setelah ini mau pulang ke rumah antar ibu " Jawab ayah .


" Koh buru² baru juga semalam " Ucap Fandi .


" Memangnya kenapa " Tanya Ibu.


" Tidak, ibu di sini dulu temani Gina , soalnya pagi ini aku ada urusan " Ujar Fandi .


" Urusan apa ? Ini weekend mau bertemu dengannya " Fandi langsung terdiam .


" Batalkan perjanjian itu dan ceraikan ,fokus pada Gina sekalipun dia tidak bisa hamil kalian masih bisa mengadopsi dari panti tanpa menikahi wanita yang tidak jelas " Ujar ayah tegas .


"Ayah....."


" Ini hanya awal , apa kamu sudah berpikir jika ayah kandung nya mencari nya kembali suatu saat nanti !! Lalu bagaimana orang tuanya apa dia tahu keadaannya saat ini ,tidak bukan jadi ceraikan atau ayah sendiri yang akan mengurus perceraian mu dengan Gina " Ancam ayah memotong ucapan Fandi .


" Saat anak itu lahir ....."


" Sekalipun kamu dan Gina orang tuanya ,tidak menuntut kemungkinan dia akan terus ke sini Fandi !! pikirkan posisi Gina jangan membuatnya seperti orang jahat sesabar apa pun seseorang ada batasnya " Ucap Ibu kesal .


Saat Fandi akan menjawab ponsel nya berdering membuat mereka menatap ke arahnya .


" Angkat " Ucap Ibu tegas ,dengan berat Fandi mengangkat nya mengeras kan suara nya .


" hallo "


" Mas jadikan temani aku periksa "


" Sama bibi saja "


" Tapi baby pengen di temani periksa sama ayah nya " Mendengar itu Gina langsung meninggalkan meja makan tanpa berpamitan pada siapa pun .


" Sama bibi saja, aku lagi sibuk " Fandi langsung menutup panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban dari seberang .


" Sampai kapan pun ibu tidak akan menerima anak itu, jika sampai kamu berani membawanya dalam keluarga kita ,jangan perna temui ibu bahkan sampai ibu meninggal pun ibu haramkan kamu menikmati jasad ibu " Tekan Ibu dengan serius .


" Dengar ini baik² nak , Dia ke sini tidak mungkin tanpa alasan dan ayah melihat itu hanya sebuah rencananya " Ucap ayah menatap Fandi " Terserah kamu percaya atau tidak tapi kamu bisa lihat sendiri bagaimana sikapnya selama ini bersama mu " Lanjutnya

__ADS_1


" ayah sama ibu sampai di sini saja, jika kamu belum menceraikan dia ,itu berarti kamu sendiri yang memutuskan hubungan ini !! Dan untuk Gina jika dia akan menyerah kami tidak akan melarang nya " Ucap ayah lalu berdiri dari duduknya padahal sarapan nya belum habis begitu juga ibu meninggal kan Fandi sendirian di meja makan .


" Aaakkhhhh " Fandi mengusap rambutnya kasar .


" Maaf Den ,jika bibi ikut campur tapi saat semalam bibi antar ke luar bibi sempat mendengar dia mengatakan tunggu sebentar lagi nak kita akan memiliki ayah selama nya karena istri pertama nya akan pergi untuk selamanya dan kita buktikan pada pria brengsek itu jika kita bisa hidup dengan baik dan mendapatkan pengganti yang lebih di atas nya " Fandi langsung menatap pelayan " Saya tidak berbohong Den,sumpah saya mendengar dengan jelas bahkan dia tersenyum sambil mengelus perutnya " Lanjutnya lagi.


Fandi langsung berdiri dari duduknya menyusul Gina dalam kamar bahkan di atas meja itu sarapan mereka tidak ada yang habis .


Ceklek


" Kamu mau ke mana " Tanya Fandi saat melihat Gina membawa tas kecil .


" Ketemu Aris ada yang kami mau bahas " Jawab Gina tanpa menatap Fandi .


" Kita perlu bicara " Gina langsung menatap Fandi " Bukannya Om punya urusan di luar " Tanya Gina dingin


Nyes


" Gina " Panggil Fandi terbata mencoba memegang tangan Gina tapi Gina langsung mundur .


" Maaf ,nanti Aris menunggu ku " Fandi membalikkan badannya langsung mengunci pintu kamar dan di masukan di saku celananya .


" Kita perlu bicara ,setelah itu kamu bisa bertemu dengan Aris aku akan menemanimu karena jam 10 kita bertemu sama Dila " Ucap Fandi serius .


" Gina " bentak Fandi .


" Tidak bisa kah kita bercerai saja ,aku cape " Ucap Gina melorot ke lantai ,sudah terlalu lelah untuk menahan semuanya .


Dia tidak sekuat itu untuk tetap terlihat baik² saja , nyatanya hatinya sakit bahkan lebih dari dia bayangkan .


" Gina " Gina melepaskan tangan Fandi dengan kasar " saya mohon lepaskan saya , saya tidak akan mengatakan apa pun pada orang tua ku, tapi saya mohon lepaskan saya " Ujar Gina menunduk sambil menangis .


"biarkan saya pergi Om ,saya hanya ingin sendiri " Gina memegang dadanya yang terasa nyeri .


Dengan pelan Fandi membangun kan Gina membawa wanita itu ke sofa .


" Maaf " Ucap Fandi saat keduanya sudah duduk " Aku akan menceraikan dia " Gina menggeleng cepat .


" Saya yang akan pergi,Om bisa melanjutkan hubungan kalian !! Dia bisa memberikan apa yang kakak ....." Fandi langsung menutup mulut Gina menatap wanita itu dengan dalam " Aku tidak butuh anak ,aku hanya ingin kamu !! Aku akan mengusahakan agar kamu bisa sembuh kita akan bahagia seperti sebelumnya nya " Ucap Fandi yakin .

__ADS_1


" Maaf ,saya tidak bisa Om Hhhmmmppp " Fandi membungkam mulut Gina dengan kasar menahan tubuh Gina yang berusaha menolaknya .


" Aku akan membuatmu hamil jika itu membuat mu bertahan di samping ku " Ucap Fandi serius lalu kembali membungkam Gina tapi kali ini dengan lembut .


" Hhhmmmppp " Gina memberontak saat tangan besar Fandi berada di dadanya meremas buah kenyalnya .


Bugh


Fandi menjatuhkan tubuh Gina di atas tempat tidur lalu ikut naik menahan tubuh wanita itu dengan pelan dia membuka kain yang melekat di tubuhnya nya .


" Aku mohon jangan " Ucap Gina menatap Fandi .


" Aku akan berhenti asal kamu mau berobat dan tidak akan membahas perceraian " Gina menggeleng cepat .


" Biarkan aku bahagia Hhhmmmppp " Lagi² Fandi membungkam mulut Gina dengan kasar saat mendengar penolakannya ,dia mengambil kedua tangan nya meletakan di atas kepalanya .


Tangan satunya berkerja melepaskan kain yang melekat dia tubuh wanitanya hingga hanya menyisakan bagian bawah saja dan Fandi melepaskan tautan keduanya turun kebawah membuka kain penutup terakhir pada Gina .


" Lakukanlah " Ucap Gina pasrah .


" Aku akan melakukan nya tanpa kamu suruh ,sudah lama bukan kita tidak melakukan nya ,aku merindukan ******* mu sayang " Ucap Fandi mengelus pipi halus Gina hingga kedua tangan nya berada di benda kenyal dan turun ke bawah membuka kedua kaki Gina dengan lebar dan mengusap area yang di tumbuhi rumput² halus .


" Apa dia akan baik² saja " Tanya Fandi serak menahan Gairah nya karena memang selama ini dia hanya bisa bermain sabun.


Fandi turun kebawah berhadapan dengan lahan yang berwarna merah itu dengan pelan Fandi mengelusnya menggunakan jarinya lalu menatap Gina .


" Sakit " Gina hanya diam saja ,dengan pelan Fandi membuka hutan belantara itu memasukan Lidah nya dan sesekali mengisap kaca polong nya .


" Aaahhhh " Gina memejamkan matanya kuat menggigit bibir bawahnya meremas sprei dengan kuat .


" Kau menikmati nya " Gina menggeleng pelan tapi tubuhnya menerima nya , Fandi terus bermain dengan lidahnya nya dan jarinya memainkan kacang polong Gina membuat wanita itu kembali berteriak kenikmatan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan yang lainnya menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2