Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Soto Makasar


__ADS_3

Empat bulan sudah umur pernikahan intan dan Didin dan semuanya tetap berjalan seperti biasanya tidak ada hal yang serius ,Intan tetap melayani Didin layak nya seorang istri baik di dapur atau pulang yang lainnya termasuk hal ranjang jika pria itu menginginkannya dan intan pun tidak menolak itu .


Bagaimana pun itu hak Didin terlepas bagaimana sikapnya pada dirinya sendiri ,intan memikirkan itu .


Dan permintaan Didin pada Zul meminta bodyguard lebih tepatnya mata² untuk intan ,sudah ada bahkan sudah berkerja semenjak dua bulan dan Zul memperkerjakan adik sesepuh nya dan Didin tidak keberatan selama pria itu bekerja dengan baik , untuk memudahkan bekerja Zul terpaksa pindah di kompleks yang sama dengan bosnya lebih tepatnya berhadapan langsung dengan milik rumah bosnya.


Dan laporan yang di berikan hanya sekitaran tentang kerjaan intan, dia akan ke luar dari rumah saat akan ke pasar atau kebutuhan lainnya habis menyapu halaman depan dan mengatur tanaman untuk dalam rumah Didin memantaunya dari CCTV .


Kini Didin sudah berada di restoran dan dia di temani oleh dua sahabat nya mereka akan pergi meninjau perkembangan restoran yang mereka kerjaan beberapa bulan lalu .


" Bagiamana ada kemajuan " Didin hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Gio .


" Lo masih waras kan " Didin langsung menatap sinis sang sahabat " Kau kira aku gila " Jawabnya ketus .


" Habis di tanya hanya senyum saja " Ujar Gio .


"Kamu bisa melihat nya kami baik² saja ,lebih baik kamu menikah sana !! Biar hidup mu berwarna " Ucap Didin .


" Tanpa menikah hidupku sudah berwarna " Jawabnya dengan Tersenyum kuda .


" Maniak " Gio semakin melebarkan senyuman nya " Kebutuhan Din, aku kira kamu juga begitu " Didin hanya menggeleng saja .


"Ada apa dengan nya " Tanya Didin menatap Fandi di ikuti Gio .


" Biasa ,wajahnya selalu kusut semenjak bertemu dengan karyawan mu itu " Didin menaikan alisnya sebelah menatap Gio yang hanya menaikan bahunya " Kamu kenapa " Fandi melirik sebentar pada Didin lalu berdiri dari duduknya .


" Cepat ,aku Tidak banyak waktu " Ujarnya lalu ke luar dari ruangan Didin .


Saat berada di luar ternyata Gina juga berdiri di sana sejak tahu Fandi berada di restoran itu .


" Om " Gina menunduk takut sambil meremas ke dua tangan nya " Maaf" Lanjutnya .

__ADS_1


Didin dan Gio semakin bingung apa ada yang mereka lewatkan ?? Kenapa jadi canggung dan tidak terbaca begini .


' Minggir " Ucpa Fandi ketus ,tapi Gina menggeleng dengan cepat " Maaf Om, Gina janji tidak begitu lagi " Ucap Gina serius " Minggir Gina, Please jangan membuat ku berbuat kasar padamu " Gina menggeleng lagi " Kalau itu buat Om maafkan Gina tidak papa " Fandi memejamkan matanya mengepalkan tangannya kuat " Om ....aakkhhhh"Fandi menarik Gina masuk dalam ruangan Didin sedangkan kedua manusia itu di usir ke luar .


" Om Hhhmmmppp " Gina melototkan matanya saat bibir tebal itu membungkam mulutnya dengan halus " Balas " Gina hanya mengagguk saja dan saat bibir tebal itu kembali membungkam nya Gina membalas sekalipun kaku .


Hingga beberapa saat Gina sudah Kehabisan oksigen dan dia ingin segera mengakhirinya hingga dia meremas jas Didin .


" Tunggu aku di kost " Ujar Fandi sambil mengelus bibir bengkak Gina " Tapi Gina masih kerja Om " jawab Gina terbata .


" Aku yang akan meminta izin pada Didin,jadi tunggu aku di kost pulang dari sana aku langsung ke kost " Ujar Fandi .


" Tapi Nanti karyawan yang lain ....'


" Itu urusanku ,urusan kita belum selesai " Gina menatap Fandi bingung " Aku kan sudah minta maaf Om " Ucpa Gina polos .


" Tapi kamu belum menjelaskan papa Gina " Gina mencibirkan bibirnya "Sudah ambil tasmu lalu kembali ke kost,aku harus pergi " Gina ke luar dari ruangan Didin dengan wajah kesalnya " Maaf Bos ,maaf Om Gio " Ucap Gina saat sudah berada di luar lalu ke arah bekalang .


' Apa ?? Cepat aku masih banyak urusan " Ucpa Fandi lalu berjalan mendahului kedua sahabatnya nya .


Tanpa keduanya sadari jika sejak seminggu yang lalu Fandi dan Gina resmi berpacaran setelah melewati banyaknya pertengkaran hingga lagi² membuat mereka selalu bertemu entah di mana saja mereka berada .


" Kau utang penjelasan pada kami ,Dan usahakan jika habis berciuman pastikan bibir mu tidak tertinggal jejak nya " Fandi menatap dirinya di kaca spion atas kepalanya lalu menarik tisu dan menghapus nya ,Didin dan Gio hanya berdecak saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah minimalis impian semua orang , intan sedang bermalas-malasan entahlah dia hanya ingin tiduran ,padahal kerjaan menunggunya,cucian ,gosokan ,syukur tadi setelah Didin pergi dia langsung membereskan dapur .


Dan sebentar lagi akan memasuki waktu makan siang ,tapi dia masih Beta berada dalam kamarnya bersembunyi di balik selimut tebal sambil memainkan Hpnya membaca novel kesukaan nya .


Untuk Gina, intan belum tahu menahu tentang hubungannya dengan sahabat suaminya karena wanita itu juga belum bercerita.

__ADS_1


" Ah aku ingin Soto Makasar " Gumam Intan dalam selimut .


" Kayanya enak deh, pakai kerupuk terus sambalnya belum lagi ketupatnya " Intan menarik liurnya yang hampir saja menetes .


" Aku bikin saja kali tapi ketupat nya mau cari di mana " Intan bangun dari tidurnya " Ke pasar kali iya sekalian beli kerupuk kulit sapi " Gumamnya lalu menyibakan selimutnya dan berjalan ke arah kamar mandi sambil mengikat rambutnya asal .


Setelah ke luar dari kamar mandi dia langsung mengambil jaket dan turun ke bawah .


tidak lupa dia mengambil kunci motor yang berada di laci meja TV dan tidak lupa dia memakai helm .


" Koh panas iya " Gumamnya saat ke luar dari pintu "Tidak pa ,deni soto Makasar " Gumamnya lalu memakai sendal dan membuka pagar rumah .


" Silau sekali " Ucap intan lagi lalu mengeluarkan motor sebelum menutup kembali pagar rumah " Padahal bisa beli langsung " Ucap intan Tersenyum ,dia merasa Seperti orang bodoh yang menyusahkan diri padahal dia tinggal membeli .


Sedangkan di jendela depan Rumah mereka seseorang sedang memperhatikan intan lalu mengirimkan pada bosnya,siapa lagi kalau bukan Didin .


Saat Didin tengah fokus menatap para pekerja dan menerima laporan dari kepala tukang ,dering HP nya membuat nya mengalihkan perhatian nya .


Lalu dia mengambil HP nya sedangkan kedua sahabat nya masih terus mengikuti kepala tukang .


" Dia mau ke mana siang² begini ? Tapi pakaian nya masih pakaiannya yang pagi tadi " Gumam Didin lalu kembali memasukan hp nya menyusul kedua sahabatnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2