
" Apa besok kakak balik " Tanya intan kini ke duanya sudah berada di kamar .
Sebelum nya ayah mertuanya datang seperti ucapannya pada Didin dan kembali setelah makan malam , sedangkan mereka melanjutkan cerita sebelum akhirnya kembali ke kamar masing-masing .
" Iya tapi mungkin agak siang ,kenapa mau ikut " Intan menggeleng lalu menatap Didin " Pengen ke nikahan kakak Gio " Ucap Intan .
" Kalau mau, kakak tidak keberatan " Ucap Didin memeluk Intan bersandar di pundaknya sambil mengelus perut besar intan .
" Terus habis itu kakak antar intan ke sini lagi " Didin mengaguk " Tidak usah,kalau pulang pergi begitu kasian Ade " Lanjutnya lagi .
" Sedikit lagi kita bertemu Ade ,Kakak harap kamu bisa merubah keputusan mu " Intan langsung terdiam .
" Kakak...."
" I Love you ,bukan karena kakak ingin menahanmu atau yang lainnya tapi memang itu ada nya ,maaf sudah membuatmu terluka selama bersama Kaka, terimakasih sudah bertahan sampai sejauh ini , jangan lagi tinggalkan kakak ,aku mohon " Didin memeluk intan dengan erat menyembunyikan wajahnya di punggung intan .
" Kita sudah membahas ....." Didin menggeleng tanda tidak menyetujui nya " Aku tidak perna membahas itu , kamu yang selalu mengungkitnya " Bantah Didin cepat .
Intan terdiam karena memang selalu dia yang mengatakan perpisahan, Didin hanya diam saja saat pembahasan itu ada .
" Lalu bagaimana dengan ...."
" Aku tidak tahu dan tidak mau tahu ,bagiku sekarang kalian " Ucap Didin .
" Maaf ...." Didin melepaskan tangannya lalu merebahkan tubuhnya .
Dia pikir jika mengatakan perasaannya intan akan berubah setidaknya itu benar-benar tulus ..
" Kakak " Didin hanya diam saja " Koh malah marah sih " Ucap Intan .
" Kamu sama Risna sama saja ,jika pada akhirnya akan meninggalkan kenapa harus menerima , kenapa harus membuat orang jatuh jika tidak bisa bersamanya " Ucap Didin kesal .
" Bisa dengar intan ngomong dulu " Ucap intan dengan helaan nafasnya .
" Untuk apa ?? Kamu akan tetap meminta pisah bukan " Ucap Didin bangun dari tidurnya .
" Kakak mau ke mana " Tanya intan menatap Didin .
" Pulang " Intan langsung melototkan matanya " Ini sudah malam kak " Ucap intan berdiri mendekati Didin .
" Aku tidak peduli " Jawabnya ketus .
" Kebiasaan deh, kan intan belum selesai bicara intan hanya minta maaf karena mengungkit nya " Didin menhentikan langkahnya " Gitu saja marah, lalu apa kabar intan yang selama ini kakak sikiti bahkan tidak perna di anggap " Didin langsung membalikan badannya memeluk intan .
' Maaf " Ucap Didin .
PLak
" Awas intan ngantuk " Rajuk intan kesal .
" Sayang " Rengek manja Didin .
" Sayang ,intan ,bunda nya Ade " Intan hanya tersenyum merebahkan tubuh nya di tempat tidur .
" Sayang " Rengeknya lagi ikut tidur di atas tempat tidur memeluk intan .
" Maaf, makanya jangan membahas itu kan aku trauma " Ujarnya dengan lirih .
__ADS_1
" Kan tadi Kakak yang duluan " Bela intan .
" Kan aku cuma mengatakan perasaanku yank ,apa salah " Intan menarik sudut bibirnya lebar .
" Sayang " Panggil Didin lagi sambil mencium leher intan .
" sayang " Didin semakin gencar mencium leher intan bahkan tangannya tidak tinggal diam mencari mainannya .
" Kakak " Ucap intan tertahan memejamkan matanya .
" Pengen, Boleh " Intan mengaguk pelan .
" Tapi....Hati² ....Aaahhhh " Intan langsung menutup mulutnya cepat karena sudah mengeluarkan suara Gila itu .
" Aku suka ,jangan di tahan " Ucap Didin melepaskan tangan intan lalu membalikkan tubuhnya menghadap nya
CUP
CUP
" I love you intan " Selanjutnya Didin membungkam mulut intan dengan bibirnya menatap wanita itu yang sudah memejamkan matanya sambil meremas benda Kendal yang semakin kencang dan berisi .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gina duduk sendirian dalam kegelapan malam ,menatap lurus kedepan Sesekali dia memejamkan matanya dengan helaan napas panjang .
Ceklek
Mendengar suara pintu kamar terbuka , Gina bernapas dengan lega karena Fandi sudah kembali .
" Aku siapkan airnya dulu " Fandi yang tidak tahu ada Gina langsung mundur karena kaget .
Karena memang dia sudah mengajukan pengunduran dirinya tanpa memberi tahu Fandi .
Beberapa menit kemudian Gina sudah kembali langsung menuju ruangan ganti menyiapkan pakaian suaminya .
" Sudah kak " Ucap Intan setelah ke luar dari ruangan ganti .
"Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku " Gina mengentikan langkahnya dia menatap Fandi masih memakai pakaian kerjanya .
" Kakak mau tanyakan apa ?? " Tanya Gina Masih berdiri di tempatnya .
" Apa alasannya kamu ke luar " Tanya Fandi .
" Cape " Jawab Gina seadanya.
" Bukan karena kamu melihat ku dengannya " Tanya Fandi serius .
" Itu urusan Kakak mau jalan sama siapa pun !! Aku tidak punya hak untuk melarang " Fandi mengepalkan tangannya kuat .
" Kalau itu buat kakak senang ,Gina bisa apa ?? Mungkin kakak ingin mencoba yang lainnya atau sudah bosan " Lanjutnya lagi .
" Lakukan yang menurut kakak bahagia ,aku tidak akan melarang itu " Ucap Gina berjalan ke arah tempat tidur .
Fandi membalikkan badannya saat tidak mendengar suara lagi menatap intan yang sudah berada di atas tempat tidur .
" Mungkin aku akan jarang pulang karena membantu Gio " Ucap Fandi .
__ADS_1
" Iya " Jawab Gina seadanya .
" Gina " Panggil Fandi .
" Airnya nanti dingin Kak " Fandi mendekati tempat tidur " Jangan dulu tidur kita perlu bicara " Gina hanya diam saja .
Bukannya mendengar ucapan Fandi ,Gina memilih untuk tidur karena memang belakangan ini dia sulit untuk tidur !!
Itu karena pikiran dan perasaan nya tidak sejalan sehingga dia sering terbangun larut malam hanya untuk duduk diam di sofa .
Fandi ke luar melihat ke arah tempat tidur Gina masih berada di sana ,dia berjalan ke arah ruangan tempat tidur .
" Gina " Panggil Fandi lembut .
" Gina " Ulang nya lagi membuat wanita itu terbangun .
" Hebm "
" Kenapa tidur, bukannya aku bilang tunggu " Gina bangun bersandar di kepala ranjang .
" Maaf " Ucap Gina .
" Apa yang kamu pikirkan tentang ku " Tanya Fandi menatap Gina .
" Tidak ada " Jawab Gina .
" Gina " Panggil Fandi rendah .
" Memang kakak ingin aku memikirkan apa " Tanya Gina balik .
" Jangan menarik kesimpulan jika kamu belum tahu kebenaran nya " Gina hanya mengaguk tanpa menjawab .
" Besok kita ke rumah ibu, tadi ibu telepon " Ucap Fandi .
" Iya " Jawab Gina seadanya .
" Apa kamu akan terus begini " Gina menatap Fandi Tersenyum " Maksudnya " Tanya Gina bingung seolah semuanya baik² saja .
" Gina ...."
" Kita berkenalan singkat ,lalu memilih menikah lebih tepatnya aku menggantikan dokter Dila yang awalnya menjadi calon istri mu ,ah iya kata intan dokter Dila hamil iya ,mungkin kalau kalian menikah ....."
" Gina " bentak Fandi keras membuat Gina terdiam Untuk ke dua kalinya padahal sebelum nya tidak seperti ini .
Gina hanya menampilkan senyuman lembutnya pada Fandi .
" Besok kamu tetap berkeja , Didin tidak menerimanya lagian dia masih di kampung " Gina hanya mengaguk saja .
Bukannya dulu kamu yang memintaku berhenti agar bisa program kenapa sekarang malah memintaku berkerja Ucap Gina dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟