Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
menyetujui


__ADS_3

" Kamu hamil " Tanya gio to the poin .


" Tidak " Jawabnya tegas .


Dila Menatap tajam Fandi karena dialah yang meminta bertemu tanpa dia tahu kalau pria itu membawa sahabatnya .


" Dila dokter tidak mungkin bohong ,dan kamu juga dokter apa iya ada dokter yang salah periksa ". Dila menaikan alisnya " Sudah beberapa hari saya terus mual di pagi hari, tidak bisa mencium aroma yang tajam bahkan aroma masakan bahkan saat ayahku mendekati ku itu akan terjadi makanya aku memakai masker sekarang " Dila melototkan matanya menatap Gio .


" Kenapa ?? masih ingin menyembunyikannya " Lanjutnya dengan kesal .


" Anggap saja ....."


" Anggap saja apa ?? Tidak perna ada ? Tidak terjadi atau apa hah " Bentaknya kesal.


" Jangan egois ,dia bukan hanya anakmu tapi anakku juga itu yang harus kamu ingat " Tekan Gio emosi .


" Dila pikirkan keadaan anak kalian nanti ,apa yang akan kamu katakan saat dia menanyakan ayah nya ,belum lagi cibiran sana sini mungkin kamu bisa menerima nya dan masa bodoh tapi tidak dengan anakmu Dil ,apa kamu tega padanya dari kecil harus mendengar ocehan itu ,aku kira kamu bisa paham karena kamu dokter " Ucap Fandi lembut .


" Dia memiliki kekasih dan ....."


" apa sekarang hubunganku dengannya lebih penting bahkan aku sendiri tidak peduli " Potong Gio cepat .


" Aku akan ke rumah orang tuamu , setuju atau tidak aku akan tetap ke sana " Lanjutnya dengan serius .


" Kami akan pergi " Ancam Dila serius .


" Iya pergi lah, dan aku tetap ke sana " Dila dan Gio saling menatap .


" Dila harusnya kamu bersyukur bisa di beri kepercayaan dengan cepat, lihat aku dan Gina kami menikah sudah 1 bulan lebih tapi ....."


" Itu karena istri mu terlalu lelah begitu juga kamu, apa kamu kira berhubungan itu soal menyatukan kedua tubuh ?? Jika kalian lelah kondisi ****** juga tidak baik begitu juga istri mu " Ucap Dila serius .


" Lalu aku bagaimana ?? " Tanya Fandi menatap Dila.


" Periksa dulu keadaan kalian ? Nanti dokter akan jelaskan " Ucap Dila .

__ADS_1


" Kenapa bukan kamu saja " Ujar Fandi .


" Kau gila ,aku masih punya perasaan ?? Kau tidak lupa itu kan " Ucapnya dengan kesal ,Fandi tertawa kecil " Sorry ,aku terlalu bersemangat " Ucap Fandi .


"Nanti aku kirimkan no ......"


" Kenapa kamu jadi membahas mereka ?? Apa itu jauh lebih penting " potong Gio kesal .


"Bukannya aku sudah bilang lupakan ?? Aku yang memintanya aku yang memaksaku jadi aku harus tanggung sendiri ,paham tidak sih " Omel Dila .


" Lupakan ?? " Gio tertawa lalu menatap tajam Dila membuat wanita itu menciut " ingat aku tidak akan membiarkan dia lahir tanpa sosok ayah, terserah apa pendapat mu tentang ku, itu urusanmu ? Setuju atau tidak aku tetap menikahi mu " Tekan Gio emosi .


" Aku sudah ....."


" Dila ,jangan egois !! Gio sudah mengorbankan semuanya demi anaknya ,jangan membuat nya terlihat jahat seolah dia enggan bertanggung jawab !! Dia melakukan nya karena dia sudah yakin akan seperti ini " Ucap Fandi .


" Kamu bisa berkata tidak ingin ini itu ,tapi pikirkan ke depan !! Kamu seorang dokter ,lalu bagaimana reaksi orang tuamu ?? Aku yakin mereka belum tahu begitu juga di rumah sakit " Lanjut Fandi.


" Aku akan pergi sebelum ....."


" Aku tahu semuanya karena ku dan itu aku meminta maaf atas semua nya !! Tapi pikir janin dalam kandungan mu Dil , cinta itu bisa tumbuh seiring berjalannya waktu aku yakin itu ,toh kalian akan tinggal bersama nantinya saat menikah ,pelan² !! Kamu tahu kan hubungan Didin dan Intan " Dila mengaguk " Kamu bisa lihat sendiri perubahan nya " Dila kembali terdiam .


" Lalu bagaimana dengan pacarmu " Tanya Dila menatap Gio .


" aku akan selesaikan ,asal kamu jangan menghalangi ku " Dila menunduk cukup lama lalu kembali menatap Gio " Baiklah " Putus Dila .


" Aku akan selesaikan dengan cepat dan bertemu orang tua mu " Dila mengaguk " Berapa usianya " Tanya Gio.


" 7 Minggu " Jawab Dila .


" Makasih sudah mau mempertahankannya " Dila mengangguk kepalanya .


" Kapan lagi periksa " Tanya Gio antusias .


" Minggu depan " Jawab Dila .

__ADS_1


" Ok , sebelum pemeriksaan aku akan selesaikan biar aku menemanimu " Dila mengaguk saja .


" Kamu tidak menginginkan sesuatu " Dila menggeleng " Bukannya kamu yang merasakan nya "Gio menggaruk kepalanya yang tidak gatal " Aku kira kamu juga merasakan nya " Dila memutar bola mata " Tapi kerjaanmu baik² saja kan " Dila mengaguk .


" Aku hanya rajin makan saja, sehari bisa 4 atau 5 kali " Jawab Dila, Gio menatap Dila dari atas sampai bawah lalu kembali menatap Dila " Tapi badanmu biasa saja sekali pun pipimu lebih berisi " Ucap Gio jujur .


" Jika kalian ingin curhat jangan di depanku " Ucap Fandi kesal .


" Aku tidak mau tahu , pokoknya dokternya harus kamu ! Masa bodoh dengan perasaan mu " Putus Fandi emosi .


" Tapi ...."


" No ....No ....No ...." Potong Fandi cepat .


" Bantu mereka,jika bersama mu pasti mereka akan lebih nyaman " Dila menghela napas panjang " Awas kalau kalian mesra² di depanku akan aku kasih obat bius " Fandi tertawa kecil " Siap , jadwal kan saja kapan aku akan ke rumah sakit " Dila mengaguk .


" Aku boleh lihat Fotonya " Dila langsung membuka tasnya lalu mengambil lembaran foto USG memberikan pada Gio .


" Koh bentuk nya begini " Usianya masih 6 Minggu itu hari dan yang hitam kecil ini kecebong mu " Gio menatap Dila lalu kembali menatap foto itu begitu juga Fandi .


" Sudah lah aku malas menjelaskan ,aku mau makan " Ucap Dila saat melihat kebingungan antara dua pria itu .


" Kamu lapar ??? Maaf makan lah " Ucap Gio .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2