Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Akhir yang bahagia


__ADS_3

Sesuai rencana kini semua orang sudah berkumpul di restoran milik Didin bahkan Aris dan Saras pun ikut serta dalam makan malam tersebut .


Orang tua Didin, Intan ,Gina bahkan harus ke kota demi undangan anak² mereka tanpa tahu alasan pastinya apa tapi apa pun itu mereka akan menuruti jika sudah anak² yang meminta apa lagi hanya sebuah makan malam bersama .


Satu persatu orang tua intan dan Gina saling memperkenalkan diri pada orang tua Fandi ,Gio karena memang mereka baru pertama kali bertemu jika orang tua Didin sudah pernah sesekali karena anak mereka sudah berhubungan saat masa kuliah dulu .


" Ada acara apa ini ,tumben sekali " Ujar Ayah Fandi menatap Didin Tersenyum .


" Hanya makan malam biasa Om ,sekalian menyabut anaknya orang itu " Jawab Didin menunjuk Gio menggunakan dagunya .


" Jangan dengarkan Om , dia lagi kesal karena anak Gio laki² " Ujar Gio membela diri membuat semua orang tertawa kecil .


" Maaf , seperti nya yang itu baru Tante lihat ? apa dia teman kalian juga " Tanya ibu Gio .


" Ibu harus berkenalan ,dia yang paling bungsu Bu dan dia juga yang sering nyusahin kita " Jawab Gio menatap Aris .


" Lalu yang di samping nya siapa ? Istri nya " Tanya ayah Gio .


" Calon Om " Jawab Aris tersenyum .


" Cantik ,pintar juga kamu cari dapat di mana " Tanya Ayah tertawa kecil .


" Dapat di lapangan Om " Jawab Aris membuat Saras malu .


" Hebm , Maaf apa bisa Fandi bicara " Semua orang menatap Fandi yang kini sudah berdiri di tempat duduknya .


" Kamu sedang tidak ulang tahun Nak, kenapa kamu yang membuka acara " Tanya ibu membuat Fandi mendengus kesal " Makanya dengar dulu Bu " Jawab Fandi kesal .


" Sebelumnya terimakasih sudah menyempatkan waktu berkumpul apa lagi yang dari jauh terimakasih " Ujar Fandi menundukkan kepalanya sedikit " Sebentar nya ada hal yang ingin saya sampaikan tapi sebelum itu saya meminta maaf atas ketidak nyamanannya" .


" Kami menikah sudah hampir setahun dan selama itu banyak hal yang kami lewati layaknya rumah tangga pada umumnya , perdebatan tentang anak, hadirnya seseorang dalam pernikahan kami,tentang kesehatan Gina yang membuat kami tidak terlalu berharap akan kehadiran seorang anak kecil dalam keluarga kami, bohong rasanya jika aku baik² saja , aku tidak menginginkan itu ,apa lagi melihat Gio dan Didin kini sudah menyandang status seorang ayah ,sedangkan aku " Fandi tersenyum miring " Tapi aku selalu berharap suatu saat semoga kami di beri kepercayaan sekalipun itu sangat tidak mungkin menurut ku " Fandi menarik napasnya panjang " Ayah ibu " Panggil Fandi menatap kedua orang tuanya dan juga mertua nya " Fandi tahu kalau kalian menginginkan hal yang sama seperti Fandi sekalipun kalian tidak perna mengatakan di depan kami setelah tahu keadaan Gina ,tapi ayah dan ibu bisa meminta itu sekarang " Fandi mengelus perut Gina " Di sini sudah ada calon Cucu kalian dan juga calon anak kami " Fandi menatap semua orang " Gina hamil usianya 3 Minggu dan di dalam sini ada dua malaikat " Ujar Fandi tersenyum.


"Ibu tidak papa nak, jangan memikirkan kami asal kalian bahagia kami sudah senang " Ujar Ibu tersenyum .


" Fandi serius Bu " Ujar Fandi membuat kedua orang tua Ga do dan mertua nya terdiam di tempat duduk ,Fandi mengeluarkan Foto USG Gina " Fandi sudah menebak ini karena memang aku sendiri tidak percaya jika Gina sedang hamil begitu juga yang lainnya makanya Fandi membawa ini " Ujar Fandi meletakan Foto USG itu di atas meja .


" Gina " Panggil Mereka terbata menatap Gina " Gina....Hamil Bu " Jawab Gina terbata dengan mata berkaca-kaca kedua wanita yang sudah lanjut usia itu langsung berdiri dari duduknya memeluk Gina .


Tidak ada ucapan yang ke luar dari mulut wanita itu hanya terdengar Isakan yang begitu pilu membuat peserta yang ada di situ ikut menangis .


" Selamat " Ucap ayah Gio menatap Ayah Fandi yang hanya mengaguk tersenyum begitu juga yang lainnya memberikan selamat pada kedua orang tua Fandi dan Gina .


" Jika ingin papa katakan sama ibu " Ucap Ibu lembut .


" Tumben ,biasanya ibu ceramah dulu baru bilang iya " Jawab Gina tertawa kecil .

__ADS_1


" Itu dulu saat kamu tidak memberikan ibu cucu dan menikah,tapi selalu membuat ibu susah sejak dalam kandungan " Jawab ibu ketus membuat Gina tertawa " Terimakasih pujiannya Bu " Jawab Gina membuat yang lainnya tertawa .


" Bang " Panggil Aris menatap Didin cemberut .


" Astaga " Ujar Didin tersenyum lalu berdiri dari duduknya " Maaf karena Fandi terlalu memakan waktu ,saya minta waktunya Sedikit karena adik bungsu kami sudah mengamuk " Gio dan Fandi langsung menatap Aris lalu tertawa .


" Suruh mereka masuk Gi " Gio langsung berdiri membuka pintu ruangan Zul hingga seseorang keluar dari ruangan itu membuat Saras menutup mulutnya dengan kedua tangan nya di mana keluarga nya ada di sana .


" Abang " Panggil Saras terbata menatap Aris yang tersenyum lembut .


" Duduk Om, Tante ,bang " Ujar Fandi mempersilahkan keluarga Saras untuk duduk .


" Jangan Gugup " Aris mengaguk tersenyum pada Didin .


" Takut bang " Ujar Aris serius membuat Didin tertawa kecil .


" Om ,Tante " Aris mencium punggung tangan kedua orang tua Saras " Bang " Lanjutnya saat sudah berada di depan Umair .


Fandi berdiri di depan keluarga Saras dengan gagah menatap kedua orang tua Saras dan juga kakaknya .


" Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri sekalipun mungkin Saras sudah memberi tahu Tante dan Om ,tapi saya akan memperkenalkan diri "


" Saya Aris, teman dekat Saras " Ujar Aris.


" Maaf sudah membuang waktu Om,Tante terbuang hanya untuk menghadiri makan malam ini begitu juga dengan Abang Umair yang menyempatkan diri di tengah kesibukan nya " Aris menarik napas dalam-dalam lalu di hembuskan dengan halus .


"Jika allah mengizinkan, saya ingin menjadikan Saras sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan, dari awal saya mengenal nya , saya merasa seperti telah menemukan orang yang tepat " Aris bersimpuh di depan kedua orang tua Saras menunduk kepalanya " Saya ingin melamar putri Om dan Tante dan melanjutkan hubungan kami berdua kejenjang pernikahan.


dan tujuan saya mengundang Om,Tante dan Abang kesini ingin meminta izin kepada kalian untuk melamar putri Om dan menjadikan dia sebagai istri saya. Saya berjanji akan membahagiakan dan memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.


Saya ingin menyampaikan ketulusan hati saya bahwa saya mencintai anak Om, izinkan kehadiran hidup saya mewarnai hidup anak Om dan izinkan saya mengajak anak Om kejenjang yang lebih serius dengan menikahinya.


Saya menginginkan putri Om dan Tante menjadi makmum sholat saya, saya ingin dia mencium tangan saya setelah selesai sholat, serta saya menginginkan dia sebagai istri dan ibu dari anak-anak saya kelak " Fandi mengangkat wajahnya menatap kedua orang tua Saras " Bersediakah Om dan Tante menerima lamaran saya? Saya percaya takdir tuhan itu nyata dan adil, jika putri Om dan Tante memang jodoh saya, maka izinkan saya membahagiakan dia dengan menjadikannya istri sah saya " Ucap Fandi tegas .


Gio, Didin ,Fandi Dila dan kedua sahabat pria yang sedang meminta izin itu hany bisa melongo mendengar ucapan Aris bahkan mereka tidak pernah melakukan itu bukankah mereka kalah ,ah ketiga pria itu menatap istri mereka dengan mata berbinar menatap ke arah Aris yang begitu romantis dan berani meminta sang wanita pada keluarga sang istri .


" Aku bisa melakukan hal yang lebih dari itu " Intan langsung menatap suaminya kaget " Apa sih yah " Jawab Intan lalu kembali menatap Aris yang masih duduk bersimpuh di depan kedua orang tua Saras .


" Jaga Mata Ma " Bisik Gio tapi Dila hanya masa bodoh , sedangkan Fandi hanya bisa menahan kesalnya karena dia tidak ingin membuat mood ibu hamil itu hancur .


" Kami tidak bisa menjawabnya sekarang bagaimana pun kami harus membahas ini dengan keluarga karena ini bukan hal main² ,dan kami berterimakasih banyak atas itikad baikmu meminta izin pada kami selaku orang tua Saras ,kami sebagai orang tua tidak bisa melarang apa pun keputusan kalian berdua karena pasti kalian juga sudah membahas ini " Jawab ayah menatap Saras yang masih terlihat syok " jika kamu benar-benar serius datanglah bersama keluarga mu menemui keluarga Saras, pintu rumah terbuka untuk kalian " Jawab ayah bijak .


" Terimakasih Om Tante " Ujar Aris tersenyum bahagia .


" Abang sudah banyak tahu tentangmu karena wanita itu sering bercerita padaku, hanya satu yang Abang minta dia masih sangat muda umurnya belum bisa di katakan layak tapi melihat kedua sahabatmu Abang yakin kamu bisa membimbing nya, Jika dia marah jangan tanyakan kenapa ??tapi ajak dia makan karena itu bisa membuatnya senang dan melupakan kekesalan nya " Ujar Umair tersenyum menatap Saras yang langsung kesal karena kartu nya di bongkar oleh kakaknya sendiri .

__ADS_1


" Iya Abang " Jawab Aris tersenyum.


" Cincin mana " Tanya Dila .


' Apa boleh " Tanya Fandi .


" Boleh " Jawab orang tua Saras ,Fandi langsung berdiri mengambil cincin di saku celananya " maaf " Ujarnya saat sudah di depan Saras.


" Tau ah " Jawab Saras kesal ,Aris hanya tersenyum lalu mengambil tangan Saras memasang cincin di jari manis Saras yang masih memasang wajah cemberut " Sayang " Saras hanya menatap Aris sekilas " Iya " Jawabnya ketus .


" Kita makan iya biar kamu enakan , seperti kata bang Umair " Ujar Aris membuat mereka tertawa .


" Selamat " Ujar Intan dan Gina .


" Selamat " Ujar Gio, Fandi dan Didin .


" Terimakasih bang, semua juga karena Abang " Ujar Aris serius .


" Jadikan kerja sama nya " Aris menaikan jempolnya .


" Kerja sama apa " Tanya intan .


" Ayo Om Tante bang ayo makan dulu, maaf mungkin ini agak telat karena terlalu banyak acara nangis malam ini " Ujar Didin mempersilahkan keluarga Saras .


"Makasih " Jawab mereka .


" Selamat akhirnya langsung dapat dua " Ujar Umair pada Fandi " Semuanya karena dokter " Umair hanya tertawa .


" Kami akan datang sekalipun dokter tidak mengundang kami " Ujar Didin pada Umair .


" Ini ancaman atau apa iya bang " Tanya Umair tertawa membuat mereka tertawa.


Malam ini mereka menghabiskan bersama sahabat serta keluarga mereka sekalipun hanya makan malam tapi itu membuat mereka seperti mendapatkan keluarga baru terlebih keluarga Saras hanya ada tawa yang menemani mereka di tengah kebahagiaan ,dan semoga kebahagiaan ini selamanya dan itu harapan mereka semua .


...END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih atas dukungan sudah meluangkan waktu membaca kisah Didin dan kedua sahabatnya .


Author minta maaf kalau ada salah kata yang terdapat dalam cerita atau membuat para pembaca merasa bosan mohon di maklumi author hanya manusia biasa yang tidak luput dari salah 😁😁😁😁😁


Tidak ada persembahan terbaik yang dapat author berikan selain rasa ucapan terimakasih karena selalu memberikan dukungan dan membaca karya author .

__ADS_1


Terimakasih telah sabar, meluangkan waktu, merelakan tenaga dan pikiran serta turut memberi perhatian dalam memberikan dukungan dan kritik serta saran nya .


I love you buat kalian yang sudah memberikan dukungan atau yang sudah mampir membaca karya author .Jangan lupa mampir di karya yang lainnya dan selalu jaga kesehatan kalian .


__ADS_2