Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Dila mengidam


__ADS_3

Setelah pulang dari Dila Gio langsung membersihkan diri lalu berbaring di atas tempat tidurnya .


Saat tengah menikmati lamunannya dering HP nya mengalihkan pandangannya nya .


" Dila " Gumam Gio .


" Iya Dil " Jawab Gio .


" Apa kamu lelah " Tanya Dila pelan .


" Tidak, ada yang kamu butuhkan " Tanya Gio lembut.


" Pengen mau mie goreng bisa " Gio menaikan alisnya sebelah " Kamu dokter jadi kamu tahu itu baik atau tidak untuk nya " Jawab Gio .


" Bukan mie yang berbumbu yang di jual di supermarket " Ucap Dila .


" Lalu mie apa " Tanya Gio .


" Minta tolong sama ibu saja ,tapi kamu bisa masak kan ? Soalnya aku pengen kamu yang masak " Gio langsung bangun mendengar permintaan Dila .


" Kamu yakin aku yang memasak ?? Aku tidak bisa memasak Dila nanti kalian keracunan " Ujar Gio serius .


" memang Kamu akan menyimpankan racun di mie buatan mu " Gio menghela nafas nya " Maksud nya nanti kalian sakit perut " Ujar Gio .


" Kan bisa di ajari sama ibu, soalnya aku pengen " Jawab Dila .


" Baiklah ,aku panggil ibu dulu " Ujar Gio .


" Jangan di matikan " Ucap Dila .


" Hebm "


Gio ke luar dari kamarmya menuju lantai satu dan dia melihat kedua orang tuanya masih duduk di ruangan tamu sambil menonton tv .


" Bu " Panggil Gio mendekati kedua orang tuanya.


" Iya Nak " Jawabnya lembut .


" Bantu Gio bikin mie goreng, Dila menginginkan itu dan harus aku yang memasaknya " Ujar Gio to the poin.


" Apa dia lagi ngidam " Tanya sang ayah .


" Entahlah ayah, tapi dia menginginkan itu " Jawab Gio sendu .


" Ayo ibu bantu " Gio mengaguk lalu berjalan ke arah dapur bersama ayah dan ibunya .


" Tunggu saja ibu siapkan bahanya " Gio mengaguk sedangkan ponselnya di biarkan menyala di atas meja makan .


" Pakai Lombok tidak nak " Tanya sang ibu .


" Pakai Lombok tidak " Tanya Gio membuat ayah nya kaget lalu menatap ponsel Gio .

__ADS_1


" Boleh " Jawab Dila .


" Bakso sama udang pakai tidak nak " Tanya ibu Gio .


" Boleh Bu, tapi jangan pakai daun bawang soalnya Dila mual " Ucap Dila lembut .


" Iya sayang " jawab Ibu Gio mengeluarkan semua bahanya untuk membuat mie goreng .


" Sayurannya tidak Dil " Tanya Gio .


" Tidak usah " Jawab Dila .


" Sudah Bu " Tanya Gio .


" Tunggu ibu siapkan dulu bumbunya " Jawab ibunya


" Makanya jangan hanya tahu bikin " cibir sang ayah .


" Diamlah Ayah, kalau dia lahir Gio tidak akan membiarkan ayah menggendong nya " Ujar Gio kesal.


" Dia Cucu ku ,bahkan ayah sudah menunggu sejak dulu tapi kamunya saja banyak alasan ,kalau Dila tidak hamil mungkin kamu belum akan menikah " Cibir sang ayah .


" Terserah " Ujar Gio memilih mengalah mendekati sang ibu .


" Masih lama Bu " Tanya Gio


" Sudah selesai " Ujar Sang ibu mengambil Kecap, kecap asin ,minyak wijen di dekatkan ke arah Gio .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gina yang duduk di ujung tempat tidur sedang di buat bingung, apa dia harus mengikuti saran Intan .


Dia menatap ke arah pintu kamar mandi karena penghuni nya belum ke luar dari sana .


Saat sedang berperang dengan pikirannya Fandi ke luar dari kamar mandi langsung menuju ruangan ganti .


Gina semakin di buat gugup dia bingung harus memulai dari mana hingga Fandi ke luar dari ruangan itu .


" Kakak mau ke mana " Tanya Gina saat melihat Fandi ke luar dengan pakaian santai bukan pakaian tidur yang dia siapkan .


" Ke luar sebentar ada yang aku urus " Jawabnya datar .


" Bukannya kakak dari luar ,kenapa mau ke luar lagi " Tanya Gina bingung .


Saat akan menjawab ponsel Fandi berdering,Fandi menatap ponselnya lalu menjawab nya .


" Hebm "


" ......."


" Iya tunggu depan" Jawab Fandi lalu ke luar dari kamarnya .

__ADS_1


Gina menatap kepergian Fandi dengan perasaan yang sesak ,apa lagi mendengar kata kontrakan membuat Gina semakin bertanya-tanya sama siapa Fandi bertemu .


Pikiran nya kembali berputar pembahasan nya dengan intan begitu jelas berputar seperti film .


" Tidak mungkin kan,jangan memikirkan yang tidak² Gina mungkin dia bertemu dengan temannya " Gina meyakinkan dirinya sekalipun tidak sepenuhnya yakin .


" Yakinlah suamimu setia " Lanjutnya Gina menggoyangkan kakinya sambil menatap ke arah pintu .


Berharap Fandi kembali ke kamar dan membatalkan rencana nya bertemu dengan seseorang itu .


Sedangkan di mobil setelah menempuh beberapa menit Fandi berhenti didepan rumah seseorang dia langsung membuka pintu nya dari dalam .


" Maaf lama " Ujar Fandi saat seseorang masuk dalam mobil .


" Tidak papa " Jawabnya lembut .


"Apa kita langsung pergi " Fandi mengaguk lalu menjalankan kembali mobil nya .


"Apa kamu tidak lelah ,harus ke sini lagi padahal bisa saja besok " Ujar nya dengan lembut .


" Biar semuanya selesai ,karena besok aku juga memiliki pekerjaan " Jawabnya menatap lurus ke depan.


" Kenapa tidak bilang dari tadi " Tanyanya lagi .


" Aku sedang ada urusan tadi dan tidak bisa jika aku tidak hadir " Hanya ada anggukan kepala .


Mobil itu kembali hening hingga Fandi menatap ke arah samping .


" Istirahat lah ,jika sudah sampai aku akan membangunkan mu " Ucap Fandi.


" Tidak papa, aku akan menemanimu " Jawabnya .


" Kalau lelah Istirahat saja ,kamu juga seharian kerja " Ucap Fandi .


" Memang nya kamu tidak " Ucapnya membuat Fandi Tersenyum .


" Iya terserah lah, tapi kalau Mengantuk Istirahat saja " Ujar Fandi .


" Iya " Jawab Nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2