
Setelah pulang dari Dila Gio langsung membersihkan diri lalu berbaring di atas tempat tidurnya .
Saat tengah menikmati lamunannya dering HP nya mengalihkan pandangannya nya .
" Dila " Gumam Gio .
" Iya Dil " Jawab Gio .
" Apa kamu lelah " Tanya Dila pelan .
" Tidak, ada yang kamu butuhkan " Tanya Gio lembut.
" Pengen mau mie goreng bisa " Gio menaikan alisnya sebelah " Kamu dokter jadi kamu tahu itu baik atau tidak untuk nya " Jawab Gio .
" Bukan mie yang berbumbu yang di jual di supermarket " Ucap Dila .
" Lalu mie apa " Tanya Gio .
" Minta tolong sama ibu saja ,tapi kamu bisa masak kan ? Soalnya aku pengen kamu yang masak " Gio langsung bangun mendengar permintaan Dila .
" Kamu yakin aku yang memasak ?? Aku tidak bisa memasak Dila nanti kalian keracunan " Ujar Gio serius .
" memang Kamu akan menyimpankan racun di mie buatan mu " Gio menghela nafas nya " Maksud nya nanti kalian sakit perut " Ujar Gio .
" Kan bisa di ajari sama ibu, soalnya aku pengen " Jawab Dila .
" Baiklah ,aku panggil ibu dulu " Ujar Gio .
" Jangan di matikan " Ucap Dila .
" Hebm "
Gio ke luar dari kamarmya menuju lantai satu dan dia melihat kedua orang tuanya masih duduk di ruangan tamu sambil menonton tv .
" Bu " Panggil Gio mendekati kedua orang tuanya.
" Iya Nak " Jawabnya lembut .
" Bantu Gio bikin mie goreng, Dila menginginkan itu dan harus aku yang memasaknya " Ujar Gio to the poin.
" Apa dia lagi ngidam " Tanya sang ayah .
" Entahlah ayah, tapi dia menginginkan itu " Jawab Gio sendu .
" Ayo ibu bantu " Gio mengaguk lalu berjalan ke arah dapur bersama ayah dan ibunya .
" Tunggu saja ibu siapkan bahanya " Gio mengaguk sedangkan ponselnya di biarkan menyala di atas meja makan .
" Pakai Lombok tidak nak " Tanya sang ibu .
" Pakai Lombok tidak " Tanya Gio membuat ayah nya kaget lalu menatap ponsel Gio .
__ADS_1
" Boleh " Jawab Dila .
" Bakso sama udang pakai tidak nak " Tanya ibu Gio .
" Boleh Bu, tapi jangan pakai daun bawang soalnya Dila mual " Ucap Dila lembut .
" Iya sayang " jawab Ibu Gio mengeluarkan semua bahanya untuk membuat mie goreng .
" Sayurannya tidak Dil " Tanya Gio .
" Tidak usah " Jawab Dila .
" Sudah Bu " Tanya Gio .
" Tunggu ibu siapkan dulu bumbunya " Jawab ibunya
" Makanya jangan hanya tahu bikin " cibir sang ayah .
" Diamlah Ayah, kalau dia lahir Gio tidak akan membiarkan ayah menggendong nya " Ujar Gio kesal.
" Dia Cucu ku ,bahkan ayah sudah menunggu sejak dulu tapi kamunya saja banyak alasan ,kalau Dila tidak hamil mungkin kamu belum akan menikah " Cibir sang ayah .
" Terserah " Ujar Gio memilih mengalah mendekati sang ibu .
" Masih lama Bu " Tanya Gio
" Sudah selesai " Ujar Sang ibu mengambil Kecap, kecap asin ,minyak wijen di dekatkan ke arah Gio .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gina yang duduk di ujung tempat tidur sedang di buat bingung, apa dia harus mengikuti saran Intan .
Dia menatap ke arah pintu kamar mandi karena penghuni nya belum ke luar dari sana .
Saat sedang berperang dengan pikirannya Fandi ke luar dari kamar mandi langsung menuju ruangan ganti .
Gina semakin di buat gugup dia bingung harus memulai dari mana hingga Fandi ke luar dari ruangan itu .
" Kakak mau ke mana " Tanya Gina saat melihat Fandi ke luar dengan pakaian santai bukan pakaian tidur yang dia siapkan .
" Ke luar sebentar ada yang aku urus " Jawabnya datar .
" Bukannya kakak dari luar ,kenapa mau ke luar lagi " Tanya Gina bingung .
Saat akan menjawab ponsel Fandi berdering,Fandi menatap ponselnya lalu menjawab nya .
" Hebm "
" ......."
" Iya tunggu depan" Jawab Fandi lalu ke luar dari kamarnya .
__ADS_1
Gina menatap kepergian Fandi dengan perasaan yang sesak ,apa lagi mendengar kata kontrakan membuat Gina semakin bertanya-tanya sama siapa Fandi bertemu .
Pikiran nya kembali berputar pembahasan nya dengan intan begitu jelas berputar seperti film .
" Tidak mungkin kan,jangan memikirkan yang tidak² Gina mungkin dia bertemu dengan temannya " Gina meyakinkan dirinya sekalipun tidak sepenuhnya yakin .
" Yakinlah suamimu setia " Lanjutnya Gina menggoyangkan kakinya sambil menatap ke arah pintu .
Berharap Fandi kembali ke kamar dan membatalkan rencana nya bertemu dengan seseorang itu .
Sedangkan di mobil setelah menempuh beberapa menit Fandi berhenti didepan rumah seseorang dia langsung membuka pintu nya dari dalam .
" Maaf lama " Ujar Fandi saat seseorang masuk dalam mobil .
" Tidak papa " Jawabnya lembut .
"Apa kita langsung pergi " Fandi mengaguk lalu menjalankan kembali mobil nya .
"Apa kamu tidak lelah ,harus ke sini lagi padahal bisa saja besok " Ujar nya dengan lembut .
" Biar semuanya selesai ,karena besok aku juga memiliki pekerjaan " Jawabnya menatap lurus ke depan.
" Kenapa tidak bilang dari tadi " Tanyanya lagi .
" Aku sedang ada urusan tadi dan tidak bisa jika aku tidak hadir " Hanya ada anggukan kepala .
Mobil itu kembali hening hingga Fandi menatap ke arah samping .
" Istirahat lah ,jika sudah sampai aku akan membangunkan mu " Ucap Fandi.
" Tidak papa, aku akan menemanimu " Jawabnya .
" Kalau lelah Istirahat saja ,kamu juga seharian kerja " Ucap Fandi .
" Memang nya kamu tidak " Ucapnya membuat Fandi Tersenyum .
" Iya terserah lah, tapi kalau Mengantuk Istirahat saja " Ujar Fandi .
" Iya " Jawab Nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘
__ADS_1