Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Perlahan


__ADS_3

Ibu menatap bayi yang masih belum genap seminggu itu di gendongan suaminya, bibirnya tertarik sedikit tak kalah Dita tersenyum dengan mata terpejam nya .


" Tidak ingin menggendong nya Bu " Tanya ayah Didin menatap istrinya .


" Tidak " Jawabnya dengan ekspresi datar .


" Hidung, alis ,mata mirip Didin iya Bu,sedangkan yang lainnya dia mengikuti ibunya begitu juga bentuk wajahnya " Ucap ayah Didin membuat istri nya menatap ke arah Dita .


" Ibu tahu saat dia lahir bahkan dia menunggu Didin, intan merasakan mules dari pagi hingga sampai Didin sampai jam 5 sore baru intan mengatakan sakit ,bahkan di sela menahan sakitnya dia terus mengatakan ayah istirahat dulu,dia tidak mengeluh sedikitpun dan dia ke luarkan itu saat Didin datang baru dia mengeluarkan kata itu " Ucap Ayah sambil mengelus kepala Dita .


" Mereka bisa ke sini itu karena keinginan Intan, mungkin bermalam juga karena semalam Didin hanya bilang akan berpamitan sebelum kembali ke kota " Lanjutnya lagi .


" Ayah tahu perasaan Ibu bagaimana terhadap Risna bahkan ayah bisa melihat dia bukan sebagai kekasih Didin tapi anak kita ,tapi kita kembali pada takdir bu toh intan juga bukan orang lain dia juga sama lembut nya dengan Risna bahkan jauh dari pada Risna !! Kini mereka sudah bahagia tugas kita hanya mendoakan,intan bertahan sampai sekarang juga tidak muda dia harus menahan sakit karena sikap dan perilaku Didin belum lagi penolakan ibu terhadap nya ,Ibu bisa lihat sekarang sejahat apa pun ibu padanya dia tetap menghargai itu sebagai ibu dari suaminya begitu juga pada Didin " Ucap Ayah .


Didin dan Intan yang berdiri di depan pintu hanya bisa mematung, Didin memeluk intan sambil tersenyum seolah mengatakan dia bangga punya istri seperti intan .


" Lihat dia Bu, apa ibu tega menyakiti nya " Ibu hanya diam matanya menatap Dita .


" Dita tidak rewel Yah " Ucap Didin membuat kedua orang tuanya menatap ke belakang .


" Ah tidak Nak, apa Dita mau tidur di kamar " Tanya ayah m


" Tidak Ayah, kami kira Dita lapar " Jawab Intan .


" Kalau begitu kami ke kamar dulu yah, mau atur barang Dita " Lanjutnya lagi .


" Iya Nak " Jawab Ayah


" Bawa ke kamar ,badannya bisa sakit kalau tidur di pangkuan ayahmu " Ucap ibu Didin lalu dia berdiri meninggalkan ruangan itu .


" Iya Bu " Jawab Intan .


Ayah dan Didin menarik sudut bibirnya ke atas lalu menatap kepergian ibu yang sudah menghilang .


" Lo ibu mau ke mana " Tanya ayah saat melihat istrinya kembali ke ruangan tamu .


" Pasar " Jawabnya


" Mau beli apa ? Bukannya kemarin ibu sudah ke pasar " Tanya ayah .


" Beli sayur " Jawab ibu .

__ADS_1


" Apa di kulkas tidak ada " tanya ayah bingung .


" Mau beli sayur untuk di bening untuknya" Ucapnya menatap intan lalu meninggalkan rumah itu .


" Ah iya biar ayah antar Bu " Ayah langsung berdiri memberikan Dita pada Didin .


" Ayah belikan Gado² tempat biasa iya " Ucap Didin .


" Sama es bubur kacang ijo " Lanjut nya lagi .


" Iya " Jawab ayah


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Ini makan " Ibu Didin menyodorkan sayur bening dengan daging yang di potong kecil-kecil .


Didin dan ayah nya hanya bisa tersenyum sambil menunduk .


" Terimakasih Bu " Ucap Intan tulus .


" Jangan besar kepala,itu semua buat Dita " Jawabnya ketus .


" Iya Bu " Jawab Intan.


Apa intan sakit hati ?? Jawabnya tidak karena ini tujuannya menginap di sini sebenarnya sejak saat dia pulang kampung tapi dia belum terlalu berani maka dia memutuskan saat anaknya lahir.


Mungkin sebagian orang akan berpikiran jika dia memperalat anaknya biar hubungan mereka membaik ,dan intan tidak akan menjawab iya karena memang dengan kehadiran Dita bukan hanya hubungan ibu mertua nya tapi dengan suaminya pun membaik .


" Jangan di kasih ikan " Tegur Ibu lagi saat Didin memberikan ikan rebus .


" Tidak papa Kak, ini sudah cukup " Ucap intan Tersenyum .


" Intan kan butuh tenaga juga Bu " Ujar Didin .


" Dulu juga Ibumu begitu nak ,bahkan dia hampir berbulan-bulan tidak makan ikan atau kuah nya alasannya nanti bau kencing mu bau apa lah itu ayah tidak paham ,padahal memang air kencing itu bau " Ujar ayah nya tenang .


" Nanti malam saja kita bakar ikan, seperti nya kalau di bakar bisa " Lanjutnya lagi .


" Iya ayah " Didin menatap intan " Bisa " Intan mengaguk .


Belum juga intan menghabiskan makanannya ,sayup² dia mendengar Dita menangis .

__ADS_1


Saat intan dan Didin akan berdiri mereka kalah cepat dari sang ibu yang sudah berdiri langsung meninggalkan meja makan .


" Biarkan saja Nak, Lanjut kan saja makannya " Ucap Ayah nya dalam hati dia mengucap syukur kehadirat Cucu nya membawa berkah untuk keluarganya .


Di dalam kamar Ibu meletakan jarinya tepat di mulut Dita setelah memastikan Cucu nya tidak lapar ,dia langsung memeriksa bagian bawahnya .


Nyatanya bayi umur 4 hari itu tidak nyaman dengan keadaan bokong nya yang basah dan ada kotoran .


Ibu menyiapkan air hangat terlebih dahulu untuk membersihkan bagian bawah nya


Dengan pelan dia membuka popoknya sambil mengajak bicara sang Cucu setelah itu dia mengangkatnya dan membersihkan .


" Jangan Rewel, jadi anak yang pintar, baik ,lembut anak gadis itu harus gitu " Gumamnya sambil membersihkan bagian bawahnya .


" Pintar ,tidak boleh nangis lagi di bersihkan biar Dita nyaman ' Lanjutnya lagi .


Beberapa menit kemudian Dita sudah rapi kembali tapi sepertinya dia sedang kelaparan karena memang anak seusia Dita jika bukan lapar berarti tidak nyaman pada bagian bawahnya seperti tadi sehingga membuat nya bangun .


" Dita lapar " Ucap nya ketus ,intan membalikkan badannya syukur dia sudah selesai dengan makannya .


" Iya Bu " Intan menerima Dita dengan pelan ,lalu ibu menutup bagian dada intan dengan ekspresi datar dan tidak terbaca .


" Dita bangun karena lapar Bu " Tanya Didin basa basi .


" Buang air besar " Jawab seadanya lalu dia kembali melanjutkan makannya yang tertunda tadi .


" Mau tambah yank " intan menggeleng " Sudah kenyang Kak " Jawab Intan sambil memukul pelan bokong Dita .


Didin menatap sang ibu yang hanya fokus pada makanannya .


" Ibu tidak mau ikut ke kota " Ibu hanya diam saja " Soalnya Didin takut jika nanti tinggalkan mereka sendirian di rumah kalau ke restoran " Lanjutnya lagi .


" Malas " Jawabnya singkat, Didin mengaguk saja sebagai jawabnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus intan dan Didin menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment

__ADS_1


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2