Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Pembahasan penting


__ADS_3

" Kamu sakit " Tanya Aris kini mereka sedang di rumah intan menjenguk Dita .


Sedangkan Didin berada di depan rumah tempat tinggal Zul karena ada hal yang ingin dia bicarakan .


" Apa kamu ingin aku sakit " Tanya Gina kesal .


" dia kurusan kan " Aris mengaguk " Kamu kenapa " Tanya Aris lagi .


" Aku baik² saja ,ada apa dengan kalian ? Apa aku Tidak boleh kurus " Tanya Gina cemberut .


" Sangat boleh " Jawab Keduanya lalu tertawa .


" Ah iya aku sampai lupa ,ini buat Dita " Aris memberikan kotak yang ukuran sedang pada intan .


" Untuk bundanya mana " Tanya Intan bercanda .


" Minta sama ayah nya " Jawab Aris cepat .


" dan ini buat kalian " Ucap Aris memberikan brosur kampus pada Gina dan Intan " Tapi kamu yakin mau langsung kuliah ,bukannya apa kasian Dita !! Tunggu umurnya setahun dulu apa lagi dia juga nyusu bukan minum susu formula " Lanjutnya sambil menatap Intan.


" Jadi aku ngagur lagi " Tanya Intan


" Tidak masalah ,pikirkan Dita saja kasian kalau kamu tinggal terus ,kalau dia sudah besar sedikit kan setidaknya secara perlahan dia akan memahami kesibukan mu " Jawab Aris .


"Kamu bikin aku bingung " jawab Intan bingung .


" Tapi bicara dulu sama suami mu mana baiknya sih " Ujar Aris tertawa kecil lalu dia menatap Gina " Kamu " Tanya Aris .


" Aku tergantung ibu muda , kan kamu tau kami BFF " Jawab Gina Tersenyum kuda .


" Kalau dia belum kuliah kamu juga " Dengan cepat Gina mengaguk " Iya kali Aku kaya orang bodoh plongo² tidak ada teman, kalau ada dia kan setidaknya ada juga teman ku " Jawab Gina .


" Ini yang namanya sahabat dan kamu " Intan menatap Aris " Bukan " Aris hanya mendengus saja .


" Tapi kalau kamu terlalu lama libur nya sorry aku tidak akan menunggu mu " ucap Gina


" Masah iya aku Maba tapi umurku tua ,nanti senior tidak ada yang nyangkut " Lanjutnya dengan sombong.


" Ingat status mu sudah bersuami " Ucap Intan .


" Di rumah iya ,kalau di kampus singel " jawab Gina sambil menatap ke arah pintu .


" Ingat jika sampai kamu bermasalah dengan suami mu awas mencari ku " Ujar Aris serius .


" Tenang ,paling sesekali tidak papa kan " ucap Gina tertawa kecil .


"Aneh " Ucap Intan .


" Suamimu Minggu kerja " Tanya Aris .


" Mungkin, tadi bilang nya hanya mau ke depan " Jawab Intan.

__ADS_1


" Laki sendiri tidak tahu, jangan sampai dia ke rumah janda lagi " Ucap Gina .


" Kalau sampai ke rumah janda ,nanti dia pulang burung nya aku potong jadi bagi 10 " Ucap intan serius membuat Aris merinding .


" Jangan bahas itu " Kedua wanita itu menatap Aris bingung lalu keduanya tertawa hingga membangunkan Dita .


" Maaf sayang ....maaf bunda tidak memarahimu maaf sayang jangan nangis " Ucap Intan menenangkan Dita .


Ceklek .


" Ade kenapa " Intan menatap ke arah pintu Tersenyum kecut .


" Dia haus " Elak intan Tersenyum .


" Tadi Intan memarahi nya Bos " Intan langsung menatap Gina .


" Sayang kebiasaan iya " Ujar Didin kesal lalu mengambil Dita dari gendongan istri nya .


" Tidak kak, tadi kami tertawa mungkin Dita kaget !! Sumpah mana berani aku marahin Ade serius " Didin menatap intan lalu mengaguk saja .


" Aku ke atas dulu " Jawabnya .


" jangan membuatku jantungan iya " Aris dan Gina tertawa kecil .


" Kalian tahu semenjak ada anaknya ,aku seperti selingkuhan nya butuh baru dia akan melihat ku " Ujar intan cemberut


" Bahkan saat dia pulang kerja dia langsung menanyakan kegiatan anaknya padahal Dita belum bisa papa ,sedangan istri " Intan menjeda ucapan nya " Aku merasa seperti istri yang ada di film ikan terbang " Bukannya kasian Gina dan Aris malah tertawa membuat intan semakin kesal .


" Kau duakan cinta ini kau pergi bersamanya " Sambung Aris


" Diamlah kalian pun sama ,Tan Foto Dita gitu terus Tidak ada Tan kirim fotomu " Ucap Intan Kesal .


" Bosan dengan wajahmu ,sudah pasaran " Intan memutar bola matanya jengah menatap kedua sahabatnya yang sangat kurang ajar menurut nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek


"Mereka sudah pulang " Intan mengaguk lalu berjalan ke arah tempat tidur langsung memeluk Didin yang berbaring di atas tempat tidur bersama Dita .


" Kenapa " Tanya Didin mengelus kepala intan .


" Jengkel,kesal " Didin menaikan alisnya sebelah " Dari tadi aku di ledek terus " Didin hanya tertawa kecil lalu mencium kepala intan .


CUP .


Didin merubah posisi tidurnya membelakangi Dita lalu memeluk intan .


" Kakak " Intan menatap ke atas melihat wajah Didin dari atas " Ganteng " Lanjutnya membuat Didin tertawa .


" Kenapa " Tanya Didin menatap intan .

__ADS_1


" Intan mau tanya tapi jawab yang jujur iya Maksud sesuai dengan perasaan kakak " Didin mengaguk sambil menyisir rambut intan menggunakan jari tangan nya .


" Kalau intan langsung masuk kuliah gimana " Tanya Intan serius .


" Iya Kuliah saja " Jawab Didin tenang .


" Kan Dita masih kecil apa kakak tidak keberatan " Tanya intan lagi .


" Tanyakan itu pada dirimu yank , kalau kamu siap iya kuliah saja " Ujar Didin lembut .


" Tadi Aris bilang tunggu setahun saja ,kasian Dita dia masih kecil apa lagi dia juga ASI, jadi tunggu agak sedikit besar dulu " Ucap Intan .


" Terus menurut mu gimana " Intan menyusupkan wajah di dada Didin ,dia sendiri bingung harus bagaimana .


" Pikirkan dulu ,apa pun keputusanmu !! kakak tidak masalah " Ucap Didin .


" kalau menurut kakak sendiri gimana " Tanya Intan masih dengan posisi nya .


" Tidak buruk dengan ucapan Aris ,tapi aku tidak ingin kamu merasa terbebani karena mengurus Dita memikirkan kuliahmu !! Aku juga bisa menyewa Nany untuk Dita kalau kamu mau kuliah " Intan kembali menatap suaminya .


" Apa lagi mengurus anak itu Tidak muda ,kakak hanya tidak mau saat kamu bosan sasaran nya pada Dita jadi pikir kan saja yang menurutmu baik begitu juga Dita " Intan kembali bersembunyi di dada sang suami .


" Tidak usah di pikirkan yank, aku yakin Dita akan mengerti nantinya " Intan hanya diam saja .


" Tadi aku ketemu sama Zul meminta bantuannya untuk mencarikan bibi untuk di rumah jadi kamu bisa fokus pada Dita hanya kerja pagi sampai sore saja " Ucap Didin .


" Iya kak ,terus sepupunya kakak Zul jadi kerja di depan " Tanya Intan .


" Iya ,mungkin Besok dia sudah mulai kerja " Jawab Didin .


" Apa kakak tidak membuang² uang ,kakak bayar penjaga lalu belum lagi bibi " Tanya intan .


"Tidak papa yank, asal kalian aman itu sudah cukup untuk ku ,apa lagi aku kerja dan kalian hanya berdua mana tenang pikiran kakak " Jawab Didin .


" Tapi kasian uangnya kak, kan intan bisa kunci rumah seperti biasanya ,terus nanti Dita aku bawah ke dapur kalau mau masak dan yang lainnya " Ujar Intan .


" Aku kerja buat kalian sayang, jadi tidak usah memikirkan bayaran mereka " Didin mencium kepala intan " Kamu juga butuh istirahat kamu bukan robot yank ,yang terus mengurus ku dan Dita lalu rumah juga kalau kamu sakit gimana dengan Dita kalau aku bisa urus diri sendiri tapi Dita gimana ASI nya dan yang lainnya sekalipun aku bisa saja tapi perasaan anak sama ibu itu kuat " Lanjutnya dengan lembut .


" Jadi final iya pakai penjaga dan bibi " Tanyanya intan .


" Final " Intan menghela napas panjang " Suamimu tidak akan miskin hanya membayar dua pekerja sayang " Didin menarik hidung intan karena gemas .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘


__ADS_2