Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
memulai perang


__ADS_3

" Hallo " jawabnya serak khas baru bangun


" Mas di mana " Tanya dari seberang ,Fandi membuka matanya lalu melirik jam dinding yang ada di kamarnya " Rumah " Jawabnya ,Fandi menatap wanita yang berada di pelukan di mana habis makan siang mereka kembali berbagi keringat .


" Tidak ke sini ,baby ingin di elus " Ujarnya dengan manja .


" Nanti sebentar " Jawab Fandi .


" Baby mau nya sekarang mas " Rengeknya lagi .


" Sayang " Fandi langsung menatap wanita yang ada di pelukannya " Maaf ,apa aku mengganggu tidurmu " Gina menggeleng pelan " Sudah jam berapa " Tanya Gina dengan lembut dan semakin mempererat pelukannya pada Fandi .


" Sayang jangan kita masih polos jangan sampai aku kembali menyerang mu " Ujar Fandi was² tanpa peduli pada seseorang yang ada di seberang sana.


" Kalau kakak mau lakukanlah " Fandi menggeleng " Aku tidak mau kamu kesakitan " Tolak Fandi halus .


" Kalau Aku yang mau gimana " Tanya Gina pelan sambil mengelus perut Fandi hingga jari lentiknya sudah berada di tempat tidur semestinya .


" Gina .... Aaarrgghhhh ssstttt " Fandi memejamkan matanya kuat .


" Jangan ..... Aaahhhh " Gina tersenyum saat Fandi sudah merasa lupa diri dia mengambil ponselnya di letakan di atas meja tanpa niat mematikan , Seperti nya wanita itu ingin mendengar percintaan mereka .


jika dulu aku hanya diam ,tapi tidak kali ini !! Kita lihat siapa yang akan menang ,senjata mu kehamilan mu bukan maka aku akan memakai penyakit ku sebagai senjataku Ucap Gina tersenyum miring .


Seperti nya jiwa bar² dan keras kepala nya sudah mulai kembali ,itulah alasan Fandi memilih nya dulu karena menurut nya dia wanita unik sejenis makhluk langka yang di mana wanita menjaga image dan bersikap manja tapi itu tidak berlaku pada Gina .


" Gina ....Sudah ....cukup Aaarrrggggghhhhhhh " Fandi menengadah ke atas saat mulut Gina sudah bermain di bawah .


Hanya butuh 30 menit Fandi sudah meledakkan laharnya hingga membasahi sprei dan juga selimut tebal milik mereka .


" Aaarrrggggghhhhhhh " Fandi memekik saat cairan itu ke luar lalu dia menatap sang istri .


" jangan ....lagi ...nanti ..."


Jleb


" GinaaaaaHhhhhhhh" Geram panjang Fandi memenuhi ruangan itu.


Gina membiarkan milik Fandi berada di dalam dengan mata terpejam sebelum akhirnya dia kembali membuka matanya menatap pria yang ada di bawahnya .


Dengan pelan dia mulai bergerak hingga membangunkan sisi liar sang suami ,Fandi langsung bangun bersandar di kepala ranjang .


" Aaahhhh Fandi Sssstttt" Gina mengalungkan tangannya di leher Fandi saat pria itu mengisap benda kenyal miliknya dengan rakus .


" Fandi ....Aahhhh "


PLak


" Aahhhhhh " Fandi membantu Gina bergerak dengan pelan sambil menatap wajah istri nya yang terlihat seksi jika berada di atasnya .


" Terus ....sayang ...Milikmu ...sempit " Racau Fandi,Gina membungkam mulut Fandi dengan kasar sorot matanya menatap ponsel yang ada di atas meja .


Di mana panggilan sudah terputus sepihak ,Gina tersenyum di sela ciumannya lalu melepaskan nya dan bergerak dengan cepat membuat Fandi menggeram panjang .

__ADS_1


" Bersama sayang " Ujar Fandi saat merasakan milik Gina semakin sempit dan berdenyut .


Jleb ....jleb ....


" Aaaahhhhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh "


💦💦💦💦💦


Gina ambruk di atas Fandi dengan helaan napas terputus .


" Sudah puas " Gina hanya mengaguk pelan .


Fandi melepaskan penyatuan mereka lalu membaringkan Gina dengan pelan .


" Kakak mau apa " Tanya Gina merapatkan kakinya saat Fandi turun ke bawah .


" Hanya memeriksanya sayang ,jangan sampai berdarah " Ucap Fandi membuka kembali .


" Jika tidak suka tinggal di matikan sayang, jangan membuat mu kesakitan " Gina langsung melototkan matanya ,apa rencananya di ketahui Fandi.


Dengan segera Gina menarik selimut menutupi tubuhnya bahkan kepalanya pun tertutup.


" Apa perih ' Gina mengagguk pelan " Ayo kita rendam air hangat " Gina menggeleng.


" Ayo " Gina tetap menolak " bangun atau aku ke sana " Ancam Fandi .


" Iya sayang " Jawab Fandi menahan senyumnya ,dengan pelan Gina membuka selimutnya " Itu tersenyum " Ujar Gina kembali menutup kepalanya .


" Sesak sayang " Fandi langsung menarik selimut hingga seluruh tubuh Gina terekspos " Ayo " Fandi langsung mengangkat tubuh Gina membawanya ke kamar mandi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Anak ayah sudah cantik " Didin membawa Dita ke tempat tidur .


" Jangan lama mandi nya Yank " Lanjutnya pada Intan .


" Iya , kakak di bawa ke luar nanti dia rewel lagi karena seharian belum ke luar " Ujar Intan sebelum masuk kedalam kamar mandi .


" Iya " Jawab Didin ,lalu berdiri sambil menggendong Dita ke luar dari kamar mereka .


" Paman Amir " Sapa Didin sambil melambaikan tangan Dita .


" Iya kakak Dita " Jawab Amir .


" Hai anak cantik paman " Didin menatap ke sumber suara di mana asistennya itu berada di luar pagar .


" Mau ke mana " Tanya Didin .


" Main sama kakak Dita bos " Tanpa bertanya Didin langsung memberikan Dita pada Zul .


Didin dan Intan membiasakan memanggil Dita kakak ,biar dia terbiasa nantinya .

__ADS_1


" Pacarmu sudah kembali " Tanya Didin pada Amir .


" Sudah bos " Didin hanya mengaguk saja .


Zul membawa Dita jalan² di komplek dan Didin hanya memperhatikan mereka saja begitu juga Amir .


Beberapa menitan kemudian intan ikut bergabung dengan mereka .


" Kakak mana " Didin menatap ke belakang " sama Zul " Jawab Didin .


" Mau kopi " Didin hanya mengaguk ,lalu intan masuk kembali dalam rumah .


" Sayang " Didin langsung berdiri membantu intan di mana wanita itu membawa tiga cangkir kopi memakai baki .


" Makasih ,kuenya " Tanya Didin .


" Ini mau ambil " Didin mengaguk lalu kembali ke tempatnya .


" Kopi Zul " Zul langsung mendekati bosnya bersama Dita ,dengan sigap Amir megambil kursi yang ada dalam pos .


" Maaf telat " Ujar Intan meletakan kue di atas kursi yang di jadikan meja .


" Biar sama intan saka kak " Zul memberikan Dita pada intan .


" kalau tiap hari begini gemuk saya bos " Ucap Zul .


" Makanya menikah biar ada yang urus isi perut mu " Ucap Didin ketus .


" Amir saja sudah ada rencana kamu kapan ' Lanjutnya lagi .


" Masih pendekatan bos, harus pelan-pelan " Jawab Zul


" Pakai lem saja biar dekat terus " Jawab Didin tenang .


" Mau ke mana yank " Tanya Didin .


" di sini saja " Jawab Intan sambil berjalan pelan mengikuti panjangnya pagar milik rumah mereka .


" Maaf bos ,apa ibu bos sudah tahu " Didin menggeleng " Belum ,dan aku harap jangan sampai dia tahu " Jawab Didin .


" Semoga saja " Jawab Zul , sedangkan Amir hanya menyimak saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2