
Pagi harinya Gina terbangun sudah tidak melihat Fandi bahkan tempat tidurnya pun masih rapi, mungkin kah Fandi tidur di luar atau memang dia sudah pergi kerja .
Saat Gina masih berperang dengan pikirannya suara pintu kamar terbuka mengalihkan perhatian nya,dia melihat Fandi baru masuk dengan pakaian semalam .
" Kakak dari mana " Tanya Gina serak .
" Dari luar " Jawabnya Datar .
" Tadi malam kakak tidak pulang " Fandi hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Aku siapkan airnya dulu " Ujar Gina terbata, menurunkan kakinya dari tempat tidur lalu masuk dalam kamar mandi .
Jujur banyak sekali pertanyaan dalam pikirannya tapi dia tidak ounya keberanian untuk bertanya, dia takut salah bicara dan membuat Fandi semakin marah apa lagi hubungan mereka masih diam di tempat .
Gina memilih menyimpan semua yang ada dalam pikirannya berusaha tetap berpikir positif meyakinkan hatinya untuk selalu percaya pada suaminya .
Beberapa menit kemudian Gina ke luar dari kamar mandi dia menatap Fandi yang memejamkan matanya dengan perlahan Gina mendekati Fandi .
" Kakak ,airnya sudah siap " Fandi membuka matanya lalu berdiri.
Deg
Gina memaku di tempatnya saat mencium aroma parfum wanita saat Fandi melewati nya, dia langsung menatap Fandi yang mulai menghilang dari pandangan nya .
" Tidak Gina,kamu harus percaya pada suami mu " Gumam Gina berjalan ke arah ruangan ganti menyiapkan baju kerja Fandi .
Sekuat apa pun Gina meyakinkan dirinya tapi tetap saja bertolak belakang dengan pikirannya karena ini pertama kalinya selama dia kenal Fandi dari mereka pacaran hingga sudah menikah .
Gina memejamkan matanya berusaha menghilangkan pikirannya yang sudah berjalan ke mana² .
setelah selesai urusan di ruangan ganti,Gina memilih ke luar dari kamarnya ke arah dapur .
Iya Gina dan Fandi memilih tinggal terpisah dengan kedua orang tua Fandi dan sesekali mereka akan ke sana jika keduanya tidak sibuk atau ibu mertua nya yang akan ke sini melihat keadaan mereka .
Sesampainya di dapur bibi sudah menyiapkan sarapan untuk mereka ,karena memang Fandi meminta pelayan yang ada di rumah orang tuanya untuk ikut bersamanya .
" Bibi masak apa " Tanya Gina lembut
" Seperti biasa nya Mba " Ujar Pelayan .
" Nanti sisa kan buat bibi makan iya " Ujar Gina lembut .
" Iya Mba " Jawab pelayan .
Gina kembali ke kamarnya saat masuk Fandi juga baru ke luar dari kamar mandi .
" Mau Gina bantu kak " Fandi menggeleng sebagai jawabannya ,Gina pun memilih membersihkan tempat tidurnya.
__ADS_1
Setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri karena dia harus kerja hari ini .
Saat ke luar Gina pun sudah tidak melihat Fandi dia langsung berjalan ke arah ruangan ganti takut Fandi menunggu nya lama .
Gina ke luar dari kamarnya berlari kecil menuju dapur ,tapi saat sampai di sana di tidak melihat suaminya .
" Bibi, kakak Fandi ke mana " Tanya Gina menatap sekeliling nya.
" Tadi Mas Fandi duluan Mba ,katanya dia buru² karena ada pekerjaan " Gina mengaguk lalu mengambil sarapan nya .
Lakukanlah yang membuat kakak bahagia, Gina tidak akan menuntut apa pun itu Ucap Gina Tersenyum dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gio menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Dila,pagi ini mereka akan fitting baju jadi dia menjemput Dila terlebih dahulu .
" Pagi Bu ,yah " Sapa Gio pada kedua calon mertuanya .
" Sudah datang " Ujar Ayah Dila .
" Bibi tolong panggil Dila dulu " Ujar Ayah Dila .
" Biar Gio saja yah " Ayah Dila mengaguk sebagai jawabannya .
Gio berjalan ke arah lantai dua di mana kamar Dila berada .
" Iya " Teriak dari dalam kamar.
Ceklek .
" Sudah datang " Gio mengaguk lalu masuk dalam kamar Dila tanpa di persilahkan .
" Belum selesai " Tanya Gio duduk di ujung tempat tidur Dila .
" Sedikit lagi " Jawab Dila ,Gio menatap sekeliling kamarnya rapi ,harum , bersih dan enak di pandang mata karena Dila hanya memakai satu warna yaitu putih .
Lalu dia menatap Dila yang sedang bergulat dengan alat tempur nya di meja rias .
" Apa itu aman untuk Ade " Dila mengaguk sebagai jawabannya .
" Kenapa pagi sudah di sini, bukannya pagi masih mabuk " Tanya Dila menatap Gio dari pantulan kaca .
" Kan mau ke butik baru nanti aku antar ke rumah sakit " Jawab Gio .
" Kan bisa siangan kalau kamu sudah fit " Jawab Dila .
" Sudah jauh lebih baik koh, lagian sudah tidak separah awal dulu " Jawab Gio
__ADS_1
" nanti sebentar aku kasih obat mualnya " Ujar Dila berdiri mengambil tasnya dan memakai sepatunya .
" Kamu pakai sendal itu " Dila mengaguk, Gio pun berdiri mendekati Dila .
" Buka " Dila menatap Gio bingung " Buka Dila " Gio mengulang kembali ucapannya .
" kamu lagi hamil ,kalau jatuh gimana itu tinggi " Dila menghela nafas panjang " Aku akan ....."
" Buka " Ucap Gio dingin ,mau tidak mau Dila melepaskan sepatu, menyimpan sepatu tingginya di rak khusus sepatu .
Gio mengikuti langkah Dila dia menatap banyaknya sepatu Dila ,hingga akhirnya dia mengambil sepatu kets warna putih lalu di berikan pada Dila .
" pakai itu "Dila menghela napas baru memakai sepatu itu " Aku tidak mungkin mencelakai nya juga " Gio hanya diam saja melipat kedua tangannya di dada .
" Puas " Gio mengaguk lalu ke luar dari kamar Dila di ikuti Dila dari belakang .
" Lo Dila kenapa " Tanya ibu nya saat keduanya sudah berada di meja makan .
" Marah Bu " Jawab Gio tenang .
" Karena " Tanya ayah nya .
" Gio melarang nya pakai sepatu tinggi " Jawab Gio lagi .
" Astaga ,kirain karena apa ?? Kamu harus pikirkan kandungan mu nak, kalau terjadi papa saat kamu berkerja gimana " Ucap Ibu nya .
" Jangan keras kepala Dil, kamu akan menikah dan sebentar lagi kamu akan menjadi ibu !! kalau kamu tidak hamil biar kamu pakai sepatu yang tingginya kaya rumah juga tidak masalah " Jawab Ayah nya .
" Iya² bela saja menantu kalian itu " Ujar Dila kesal sambil meletakan sarapan Gio dengan kasar .
" Aku tidak makan itu " Dila menatap Gio kesal " Lalu apa " Tanya Dila.
" Roti selai " Dila mengambil roti " Selai nanas " Dila mengambil sekali nanas sambil menatap kesal ke arah Gio yang hanya memasang wajah datar nya .
Kenapa aku harus terjebak dengan pria seperti nya aku kira dia orang yang asik nyatanya orang nya sangat menyebalkan Ucap Dila kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟
__ADS_1