
" Sayang bangun , makan malam dulu " Fandi mengelus kepala Gina dengan lembut sesekali dia mencium kening nya .
" Jam berapa " Tanya Gina serak dengan mata tertutup .
" Jam 8 " Gina langsung membuka matanya lebar " Jam 8 " Tanya Gina memastikan .
" Iya ,ayo makan dulu baru minum obatnya " Gina membalikkan badannya dia menatap sang suami sudah rapi artinya Fandi sudah mandi bukan .
Lalu dia menatap ke luar jendela yang sudah tertutup tirai .
" Malam " Gumam Gina pelan .
" ayo makan dulu ,baru mandi " Gina menatap ke arah Fandi " Kakak susah makan " Fandi mengaguk .
" barusan selesai ,makanya makanan mu aku bawa ke kamar " Jawab Fandi .
" Kenapa tidak bangunkan Gina " Tanya Gina .
" Kamu tidurnya terlalu pulas , sekalipun perjalan ke kota xx tidak memakan waktu panjang tapi pelayan mu memakan waktu ...."
" Stop " Pekik Gina tajam membuat Fandi tersenyum " Apa sakit " Tanya Fandi serius.
" Aku mau mandi " Ujar Gina .
" Jawab dulu " Fandi menahan tubuh Gina " kalau sakit tidak mungkin aku menyelesaikan sampai dua rounde belum lagi kakak " Ucap Gina frustasi.
" Berarti setelah ini boleh dong lanjut " Gina langsung memicing kan mata nya menatap Fandi .
" Terserah Kakak " Jawab Gina menurunkan kakinya dan pergi begitu saja .
" Waow kau menggodaku sayang " Ucap Fandi menatap Gina yang masih naked.
" Terserah " Jawab Gina
BRAK
" shhiiitt hanya melihat nya telanjang saja sudah membuatku panas , Wanita itu sangat berbahaya " Gumam Fandi mengelus tengkuknya yang tidak gatal .
Sedangkan yang di dalam kamar menatap tubuh polosnya yang sudah tidak mulus lagi di mana Fandi meninggalkan jejaknya di semua lekuk tubuh nya .
Bahkan di bagian perut nya pun ada dan Gina pastikan bagian belakang nya pun ada karena tadi Fandi masuk lewat belakang sekali dan bagaimana dia seperti pria yang kesurupan saat menunggangi nya .
" Kenapa aku memikirkan nya membuatku ingin lagi " Gumam Gina menggeleng " Ini sangat tidak enak " Lanjutnya lagi merapatkan kedua kakinya saat merasakan denyutan dari bawah .
" Sadar Gina jangan seperti wanita murahan sekalipun itu sama suami mu ,tahan Gina kamu yakin bisa " Ujar Gina menyemangati dirinya .
" Lebih baik aku rendam diri siapa tahu bisa hilang " Gina melangkah kakinya ke bathup di mana sudah di isi air hangat.
" Jika Kaka seperti ini terus ,mungkin tidak jam aku akan melayani Kaka " Gina menggeleng kan kepalanya " Astaga Gina sadar jangan murahan " Lanjutnya lagi masuk dalam bathup .
Di Luar Fandi sedang menerima telepon dari Didin yang menanyakan tentang keadaan Gina .
__ADS_1
" Tidak Papa , minta doanya semoga semua berjalan lancar " Ucap Fandi .
" Itu pasti , jika butuh papa jangan sungkan untuk bicara " Ujar Didin .
" Jika aku sudah tidak bisa aku pasti minta padamu " Jawab Fandi tenang .
" apa pun itu karena hanya itu yang bisa aku bantu " Ujar Didin .
" Iya ,thanks !! Maaf mungkin besok aku agak siang kembali nya karena mau temani dulu Gina ke klinik sama orang tuaku " Ujar Fandi .
" Tidak papa ,kita hanya melihat perkembangan restoran setelah itu kembali lagi " Jawab Didin .
" Baiklah ,gimana dengan intan " Tanya Fandi .
" Aman semuanya bisa di atasi " Jawab Didin .
" Syukurlah ' Jawab Fandi .
" Kalau begitu aku tutup dulu iya ,soalnya Intan sudah panggil " Ujar Didin
" Iya " Jawab Fandi lalu mematikan panggilan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Maaf lama , CUP " Didin langsung turun kebawah setelah mengakhiri panggilan nya bersama Fandi .
"Ayah ada kerjaan " Tanya Intan menyiapkan makanan untuk suami nya .
" Tidak ,tadi teleponan sama Fandi " Ujar Didin .
" Kita doakan semoga baik² saja " Intan mengagguk " Iya Yah " Jawab Intan .
" Anak ayah bikin apa hm ? " Tanya Didin menatap stroller kecil yang di pakai untuk anaknya menemani intan jika sedang masak .
" Bobo ayah " Jawab Intan menatap Dila yang terus mengisap empeng yang menempel pada kedua bibirnya .
" Dia sudah nyusu yank " Intan mengaguk lalu duduk di samping Didin setelah menyiapkan makanan untuknya .
" Tadi ibu kirim pesan " Fandi menatap intan " Mungkin lusa mereka ke sini " Lanjut Intan .
" Nginap " Tanya Fandi .
" Belum tahu ,ibu hanya kirim pesan segitu sama tanyakan Dita ingin di bawakan apa " Jawab Intan .
" Jawab saja minta uang banyak " Intan langsung menatap Suaminya yang hanya tertawa .
" jangan aneh² ayah, begini saja intan sudah syukur " Didin mengaguk tersenyum " Hanya Bercanda Bunda " Jawab Didin .
" Tapi kalau kamu melawan ibu tidak papa , Bunda sudah memberikan Cucu perempuan karena sejak dulu Ibu ingin anak perempuan karena sepi di rumah tapi sampai sekarang belum di kasih ,makanya saat tahu cucu nya perempuan langsung baik " Ujar Didin .
" Seperti nya ayah banyak pikiran " Didin hanya tertawa menanggapi ucapan sang istri .
__ADS_1
" Ayo makan setelah ini kita jalan² " Ucap Didin .
" Ke luar, kemana ? " Tanya Intan menatap Fandi .
" Jika bunda bertanya terus kapan kita bisa selesai " Ujar Didin .
" Tapi kami ganti baju dulu iya ,nanti Ade masuk angin " Ujar Intan,Didin hanya mengaguk saja .
Setelah makan malam Didin benar² membawa istri dan anaknya ke luar .
" Bunda masih lama " Tanya Didin menatap ponselnya .
" Sudah selesai yah " Jawab Intan mengoleskan lipstik tipis di bibirnya lalu mengambil tasnya .
" Siap " Tanya Didin menatap sang anak yang ada di atas tempat tidur.
Dita Siap ayah " Jawab Intan
" Ayo " Didin menggendong Dila membuat bayi mungil itu tersenyum .
" Jaketnya mana bunda " Tanya Didin .
" Ada di tas yah " Jawab Intan memperlihatkan tas ransel kecil perlengkapan barang Dita .
Setelah memastikan rumah mereka aman Didin dan Intan langsung ke luar di mana di luar sudah ada Zul .
" Loh Kaka Zul mau ke mana " Tanya intan bingung .
" Ikut Bu bos " Intan langsung menatap Didin yang hanya terdiam.
" Ayo Zul " Zul langsung masuk ke dalam mobil milik Didin duduk di bagian kursi pengemudi jangan lupa ternyata di dalam sudah ada sepupunya security di rumah mereka .
" Kita mau ke mana yah " Tanya intan menatap suaminya yang sibuk dengan Dita .
" Ayah "
" Nanti bunda juga tahu " Jawab Didin tenang lalu Zul membawa mobil meninggalkan kompleks perumahan elit itu .
" Ayah tidak akan membuang kami kan " Tanya intan panik .
" Mungkin " Jawabnya membuat intan melototkan matanya menatap Didin yang hanya tersenyum tipis .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟