
Setelah makan malam dan mengobrol sebentar dengan keluarga kini satu persatu mereka memasuki kamar .
Dan bertepatan dengan itu Hp Intan berdering karena memang dia tidak membawanya .
" Hallo "
" Kamu sudah tidur " Didin langsung menatap ke arah intan saat mendengar suara laki² .
" Belum, tadi lagi di luar lagi kumpul " Ucap Intan memberi kode .
" Apa aku ganggu " Intan hanya tersenyum karena memang kini mereka melakukan panggilan video .
" Tidak ,ehz sambung sama Gina iya " Aris mengaguk " Aku penasaran dengan wanita jadi²an itu " Intan tertawa kecil lalu menambahkan panggilan .
Tidak berselang lama panggilannya terhubung .
" Tumben bangat video " Intan hanya tersenyum " Ada yang kangen " Jawab intan .
" Siapa " Tanya Gina tapi detik kemudian dia baru konek " Kamu vide sama siapa Tan " Tanya Gina kepo .
" Ada deh rahasia ,mau kenalan " Gina mengagguk patuh .
" Coba tanya " Intan melirik sebelah nya saat merasakan gerakan ternyata sang suami yang duduk di sampingnya .
" Gimana mau tanya kalau yang kelihatan hanya lampu " Celetuk Gina kesal .
' Coba panggil dia sayang " Ucap Intan sedikit kaget saat tangan Didin memeluk pinggang nya .
" Kakak butuh sesuatu " Didin hanya menggeleng sambil bersandar di belakang intan dan memainkan HP nya .
" Jangan aneh-aneh intan " Ucap Gina gugup karena dia pun lagi bersama Fandi .
" Iya sudah,biar saja kamu penasaran " Gina menghela napasnya " Sayang " Panggil Gina tapi detik kemudian dia meringis .
" Yaaaakkkkkkk juragan sapi " Bentak Gina saat Aris menampakan dirinya intan dan Aris tertawa melihat kekesalan Gina .
" Iya kenapa sayang ,kangen iya " Goda Aris Tersenyum .
" Sakit Om " Pekik Gina membuat Aris dan intan melotot kan matanya " Kamu sama siapa Gina / om siapa " Tanya Aris dan intan bersamaan .
" Ada Om² nyasar di kost ku minta makan " Ucap Gina ketus .
" Jangan aneh-aneh iya Gin " Ucap intan serius .
" Sudah lupakan saja masalah Om², brondong lebih enak " Aris langsung tertawa begitu juga intan .
" Otaknya mulai jalan Tan " Intan mengagguk membenarkan " Jalan bareng yuuk " Ajak Gina .
__ADS_1
" Kapan " Tanya Intan .
" Kamu saja masih di kampung " Ucap Aris .
" Kamu di kampung Tan " Intan mengagguk Tersenyum " Koh aku tidak tahu, sedangkan Aris tahu ! " Ucap Gina .
" Kemarin bareng Aris pulang nya naik bus " Jawab Intan , Didin langsung menatap intan .
Apa intan janjian pulang kampung dengan pria yang namanya Aris itu lah pikiran Didin.
" Koh tidak ajak " Gina memanyunkan bibirnya kesal " kamu kerja sayang " Ucap Aris Tersenyum .
" Om sana dulu ' Usir Gina lagi membuat intan dan Aris tersenyum " Siapa dia kenapa dia panggil kamu sayang " Tanya nya dengan kesal .
" Calon suami ku, puas !! Awas " Aris langsung tertawa keras " Jangan aneh² Gin aku masih mau hidup " Ucap Aris .
" Habis aneh ,sama teman saja di cemburuin, gila " Pekik Gina menggeleng " Om diam kalau tidak om pulang " Ancam Gina sebelum Fandi kembali membuka suaranya .
" Nanti Kabari saja kapan kumpulnya !! nanti aku cocokan dengan jadwal kuliah ku " Ucap Aris serius .
" Kamu sudah kuliah " Aris mengaguk " Iya kali anak juragan sapi ngagur kaya anak juragan sawah " Gina tertawa kecil .
" Diam iya Gin, kita itu sama² ngagur " Ucap intan kesal .
" Sudah , intan harus istirahat dia lagi hamil " Ucap Aris .
" Ah kamu benar ,kalau kita punya ponakan " Ucap Gina .
" Ah aku lupa ?? Gin kapan kamu mati ' Ucap Aris tertawa dan langsung mematikan sambungan telepon nya sebelum Gina mengamuk begitu juga intan lalu tertawa pasti saat ini Gina lagi kesal .
" Dia siapa " Tanya Didin Datar .
" Teman " Jawab Intan seadanya .
" Teman atau teman " Intan melirik Didin sekilas " Teman " Jawabnya lalu menyimpan Hpnya merebahkan tubuhnya.
"Aku juga punya teman wanita Tan ,tapi tidak seperti itu " Intan menatap Didin yang masih duduk sambil bermain HP nya " Memang harus kaya mana " Tanya intan .
" Iya aneh saja seorang teman perhatian begitu melebihi seorang kekasih apa lagi dia pria bahkan susu dan vitamin saja dia harus ingat kan " Sindir Didin .
" Kaka cemburu " Didin menatap intan " Cemburu untuk apa " Tanya balik Didin .
" Terus kenapa kakak harus permasalahkan jika dia mengingatkan minum susu dan vitamin !! Masalah nya di mana ? " Tanya Intan.
" Terserah ,susah bicara wanita keras kepala !! Harusnya kamu tahu batasanmu , kamu sudah menikah " Ucap Didin kesal .
" Lihat Risna ....."
__ADS_1
" Risna ...Risna .....Risna Aku bukan dia !! Aku bukan wanita yang kakak cintai jadi stop samakan aku dengan nya "Ucap intan emosi .
" Dia kakak mu hargai dia " Ucap Didin tak kalah emosi, Intan Tersenyum miris .
" Maaf ,jika aku sudah lancang menyebut namanya !! Harusnya aku sadar posisiku di mana " Ucap Intan pelan, lalu membelakangi Didin .
Tidak papa nak, bunda tidak marah dengan mu Ucap intan mengelus perut nya yang terasa kencang .
Maafkan bunda sayang ,jangan sakit bunda tidak akan mengulangi nya maaf Intan terus mengelus perutnya sambil mengucap kata maaf .
" Kamu baik² saja " Intan hanya mengaguk " Intan " Panggil Didin khawatir .
" Intan baik² saja " Ucap Intan .
" Kamu tidak baik² saja intan " Didin membalikkan badan intan dengan pelan " Perutmu sakit " Tanya Didin terselip rasa penyesalan di wajah Didin ,intan menggeleng " Aku baik² saja " Ucapnya sambil tersenyum .
" Kamu yakin " Intan mengaguk cepat " Baiklah " Jawab Didin seadanya .
Intan kembali membalikkan badannya membelakangi Didin, yang terus menatapnya mengelus perutnya .
" Intan " panggil Didin rendah .
" Iya " Jawab intan .
" Bisa bangun ,aku mau bicara serius " Intan bangun dengan pelan lalu bersandar di kepala ranjang begitu juga Didin.
" Maaf jika aku terus menyakiti mu ....."
" Tidak usah meminta maaf ,di sini intan yang salah !! Harusnya aku sadar bahwa sejak awal memang tempatku bukan di samping kakak maaf sekali lagi intan minta maaf karena memaksa kakak !! tunggu sampai intan lahiran setelah itu kakak bisa mengajukan cerai , Intan janji tidak akan mengganggu kehidupan kakak, kakak bisa ikut saran ibu " Ucap intan sekuat mungkin .
" Jangan Gila " Ucap Didin kesal .
" Kakak " Intan Tersenyum lembut menatap Didin memberanikan diri memegang salah satu tangan besar nya lalu di letakan di perut nya " Sekali saja sekalipun kehadiran nya tidak di inginkan " Ucap intan serak menahan tangisannya .
Ada rasa bahagia saat tangan itu menyentuh perut nya sekalipun dia yang meletakan nya ,begitu juga Didin ada desiran darah mengalir begitu saja dan jantung nya berdetak kencang ,secara perlahan tangannya mengelus perut intan tanpa dia sadari .
" Sayang ,ayah menyapa mu " Ucap Intan berkaca-kaca menatap tangan Didin yang mulai bergerak " Say Hay sayang " Intan tidak tahan lagi hingga cairan bening itu menetes untuk pertama kalinya dia menangis di depan Didin jika biasanya dia bisa menahannya tapi kali ini tidak karena bahagia Didin mau menyapa anaknya .
" Jangan menangis " Intan mengagguk lalu menghapus air matanya " Aku hanya bahagia " Jawab intan kembali tersenyum sedangkan tangan Didin masih berada di perutnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
__ADS_1
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟