Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
panik


__ADS_3

flashback on


Saat Gina baru memasuki ruangan ganti HP nya berdering dan itu panggilan dari sahabatnya .


Mau tidak mau Gina mengangkat panggilannya karena tumben wanita itu menelpon masih pagi hari .


" Kenapa ? aku lagi kerja " Ucap Gina menatap ponselnya karena saat ini dia sedang ganti baju .


" Aku hanya bosan " Ucap dari seberang .


" Memang apa yang kamu lakukan " Tanya Gina .


' Biasa pekerjaan rumah " Ucap intan.


" Jangan aneh² kamu lagi hamil ,apa bos tidak mengizinkan kamu pakai pembantu " Ucap Gina .


" Aku yang tidak ingin,kalau ada pelayan aku akan tambah bosan " Ucap Intan .


" Bukannya kamu akan ......


" Aakkhhhh "


" Intan ,kamu baik-baik saja kan " Gina langsung menghentikan gerakan nya " Intan " Panggil Gina lagi .


" i-ya aku baik² saja " Gina semakin panik " Tunggu aku " Gina langsung mematikan panggilan nya berlari menuju ruangan Didin .


flashback off


BRAK


Gina langsung berlari ke arah belakang di ikuti ketiga pria yang ada di belakang nya .


" Intan " Didin langsung berjongkok depan intan yang sedang menahan sakit .


' Kamu baik² saja " Intan hanya mengaguk " Mana yang sakit " Lanjutnya .


" Bawa kedalam Din " Didin langsung menggendong Intan membawa wanita itu masuk ke dalam rumah langsung ke kamar intan .


Sedangkan Fandi langsung menelpon dokter untuk datang ke rumah Didin .


" Kakak " Didin langsung mengelus perut intan " jangan sakit ,kasian bunda " Ucap Didin khawatir .


" Kita ke rumah sakit iya " Intan menggeleng " Aku sudah telepon Dila " Ucap Fandi .


" Sakit kak " Ucap intan lirih .


" Kamu jatuh " Intan menggeleng sambil memejamkan matanya .


" Jangan lagi kebelakang biar laundry saja " Gio dan Fandi saling menatap lalu tersenyum .

__ADS_1


Tidak berselang dokter yang di telepon Fandi pun datang .


" Apa kalian tidak tahu aku sibuk hah " Bentaknya menatap Fandi .


" Diam, periksa istri nya Didin dia sedang hamil " Ucap Fandi ketus .


" Cih " Lalu dia menatap intan " Kamu kaget " Tanyanya saat memegang perut Intan .


" Iya " Jawab intan terbata, Dila pun langsung memeriksa intan sedang kan fandi, Gio dan Gina sudah ke luar .


" Semuanya aman kan La " Dila mengagguk " Dia hanya kaget sehingga menimbulkan keram bagian perut nya " Ucap Della .


" jangan melakukan pekerjaan yang berat, kandungan mu masih muda tidak menuntut kemungkinan jika kembali terjadi lagi bisa saja kamu keguguran " Ucap Dila.


" makasih La " Dila mengagguk " Aku ke luar iya " Didin mengaguk " tunggu di luar La " Dila mengaguk lalu ke luar meninggalkan sepasang suami istri itu .


" Maaf " Ucap Didin langsung memeluk intan .


" Kakak " Panggil intan lirih, Didin melepaskan pelukannya lalu menatap intan .


CUP


Bukan hanya kecupan tapi Didin ******* benda kenyal itu membuat intan melotot kan matanya .


" Maaf " Lanjut nya setelah melepaskan pangutan nya " Istirahat aku harus menemui mereka " Intan mengaguk bingung apa lagi Didin mengelus perutnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Intan "


" Syukurlah " Ucap Fandi .


" Kamu menikah tidak mengundang ku " Ucap Dila .


" Sorry ,soalnya di kampung Fandi dan Gio juga tidak ada " Jawab Didin seadanya .


" Sebelum nya selamat sekalipun terlambat untuk kehamilan istri mu juga " Didin mengaguk " Makasih " Jawab Didin .


" Fan ,kata mama kita...."


" Jangan bahas di sini " Potong Fandi cepat, Didin dan Gio hanya diam saja .


"Apa mereka belum tahu " Fandi hanya diam saja " Fandi " Panggil Dila .


" Apa kamu tidak melihat di sini ada siapa " Dila baru sadar kalau ternyata ada seorang wanita di sekitar mereka .


" Siapa " Tanya Dila menatap Didin .


" Teman istriku " Dila mengaguk paham " Hai aku Dila sahabat mereka sekaligus calon istri Fandi " Ucap Dila

__ADS_1


" Dila " Bentak Fandi keras .


" Ah iya ,saya Gina " Ucap Gina terbata memaksakan senyumnya .


" Apa sih, aku tidak tuli Fandi, bisa tidak jangan selalu meninggi kan suaranya " Ucap Dila kesal .


" Lagian di sini hanya ada kita " Lanjutnya lagi dengan emosi .


" Sudah jangan bertengkar, kepala ku tambah pusing " Timpal Gio .


" Tau itu Fandi " Ucap Dila.


" Aku balik ke rumah sakit iya ,jangan lupa nanti malam " Ucap Dila lalu meninggalkan rumah Didin .


" Aku masuk lihat intan dulu " Ucap Didin .


" Aku juga pergi dulu " pamit Gio .


" Om bisa Gina ikut " Gio menatap Fandi " Maaf ,saya harus pergi ada urusan mendadak ' Tolak Gio halus.


" Ah iya tidak papa Om " Ucap Gina Tersenyum.


" Duduk "


" Maaf Om, Gina harus kerja " Ucap Gina .


" Duduk " Ucap Fandi rendah .


" Maaf Om "


" Om " Pekik Gina saat Fandi menariknya dengan kasar lalu memasukan dalam kamar tamu .


" Sudah baikan " Intan mengaguk " Kakak kembali kerja saja ,intan sudah baikan " Ucap Intan .


" Istirahat saja ,aku akan menemanimu " Intan menggeleng " Intan sudah baikan kak " Jawab intan .


Didin menatap intan wajah wanita sudah tidak seoucat tadi, sedangkan intan hanya terdiam bingung di tatap seperti itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2