Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
makan siang


__ADS_3

Pulang dari pasar intan langsung memulai nya setelah melepas jaket dan mencuci tangan nya terlebih dahulu


Di mana dia lebih dulu mencuci beres lalu di tiriskan ,sebelum di masukan ke dalam daun kepala yah yang sudah di rakit menjadi ketupat .


Intan membersihkan daging sapi dan memotong kecil, jika biasa orang memakai paru intan menghilangkan itu karena dia sendiri tidak suka .


Syukur tadi sebagian bahannya sudah di beli di pasar bumbu halusnya dan kacang sangrai jadi dia hanya akan memasak Sapi hingga masak dan menghasilkan air kaldunya dan juga ketupat .


Kini intan memasukan beras dalam ketupat sambil menunggu daging sapi nya empuk .


Lalu dia menumis bumbu halusnya sampai wangi, tidak lupa dia juga memasuk jahe ,daun jeruk ,daun salam , serai dan lengkuas .


Intan kembali menatap daging sapinya tadi di rasa sudah matang dia menyaring daging sapi hingga menyisakan kaldunya saja lalu dia memasukan bumbu halus tadi dan kacang kacang tanah sangrai yang sudah di haluskan .


Dia juga menuangkan air beras dan gula secukupnya saja,karena itu yang dilakukan ibunya jika membuat soto Makasar .


Sambil menunggu masakan nya masak ,intan memainkan HP nya ,entah pikiran dari mana dia menghubungi Didin karena memang seperti nya dia membuat terlalu banyak tidak mungkin dia menghabiskan sendiri .


" Iya "


" Kakak sibuk " Tanya intan setelah Didin mengangkat telepon nya .


" Tidak ,baru pulang ada urusan tadi ,kenapa ? ' Tanya Didin .


" Intan buat soto Makasar tapi seperti nya kebanyakkan bikinnya ,kalau kakak tidak keberatan bisa makan di rumah panggil sama teman kakak juga tidak papa kasian kalau di buang " Ucap Intan .


" Tumben , iya kalau gitu kami ke rumah " Ucap Didin .


" Iya kak " Jawab Intan .


Sedangkan di dalam mobil Gio dan Fandi menatap Didin dari kaca spion .


" Kita kembali ke rumah ,intan memasak soto katanya kebanyakan jadi Takut nya basi kasian " Ucap Didin .


' Kakak ipar memang terbaik ,aku semakin menyukainya " Ucap Gio Tersenyum .


" Dia istri ku ' Ucap Didin kesal .


" Ah aku lupa jika dia sudah menikah ,habis suaminya masih terperangkap dengan cinta pertama nya " Sindir Gio .


" Dasar " Ucap Didin lalu kembali fokus pada Ponselnya .


" Seperti nya aku tidak bisa , soalnya ada urusan....."


" Tidak usah banyak alasan ,urusan apa ?? Paling kamu akan ke kost kamu kira kami tidak dengar apa yang kamu ucapkan dalam ruangan ku tadi !! " Fandi Tersenyum kuda " Ah kalian mendengar nya iya " Ucap tersenyum.


"Ingat kamu masih punya utang penjelasan pada kami " Ucap Gio serius .


" Iya nanti aku jelaskan ,kalau masalah kami sudah selesai " Ucapnya serius .


" Awas kalau kamu banyak alasan lagi " Tekan Didin .


" Iya bawel " Ucap Fandi .

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di rumah Didin di mana Zul sudah berdiri di depan pagar bersama seorang pria .


" Sudah lama " tanya Didin saat sudah turun dari mobil " Belum bos " Jawabnya .


" Selamat siang Bos " Didin hanya mengaguk saja " Ayo masuk " lalu mereka masuk mengikuti Didin masuk dalam rumah .


" Sudah " Intan menatap kebelakang ternyata suaminya " Sendri " Didin menggeleng " Mereka di depan " Intan hanya mengaguk saja .


" Tumben buat soto " Tanya Didin lalu berjalan ke arah dapur .


" Pengen saja makan soto " Jawab intan seadanya .


" Sudah atau belum soalnya aku sudah lapar " Tanya Didin .


' Sudah " Jawab intan lalu menyiapkan mangkok dan mengisi nya dengan soto , sendang kan di atas meja sudah ada sambal, jeruk nipis ,ketupat tidak lupa ada juga minuman dingin .


" Aku Panggil " Intan mengaguk memberi jawaban lalu sisa nya dia menuangkan di mangkok yang sedikit besar dan menyimpan di tengah meja jika mereka ingin menambah bisa langsung mengambilnya .


" Ayo " Gio dan Fandi langsung berjalan lebih dulu di susul Zul dan temannya.


" Kaka Ipar ' Intan Tersenyum lembut " Apa Kaka ipar lagi merayakan sesuatu atau kakak ipar sedang ulang tahun " Didin langsung menatap intan ,karena memang dia tidak tahu tanggal lahir wanita itu .


" Hanya pengen saja kak " Jawab intan .


" Atau Kaka ipar lagi mengidam " Timpal Fandi polos .


Uhuk .....uhuk .....


Intan langsung mengambil gelas milik Didin lalu meminumnya .


" Hanya pengen saja kak, soalnya bosan !! Semoga rasanya tidak mengecewakan karena masaknya dadakan " Ucap intan cepat, tapi dia sedikit memikirkan pikiran Fandi apa lagi dia sudah telat .


Tapi dia tidak mengalami apa pun ,jadi bisa saja tebakan Fandi salah bukan .


" Masakan Kakak ipar tidak perna mengecewakan " Ucap Gio serius .


" Ah iya kenapa tidak minta Gina juga ke sini " Tanya intan menatap Zul .


"Gina sudah pulang dari tadi Non " Intan mengeritkan keningnya " Dia sakit " Zul menatap Fandi lalu mengaguk saja " Apa penyakit nya kumat lagi " Fandi langsung menatap intan .


' Memang dia sakit apa " Tanya Gio .


" tidak bisa terlalu cape , kalau Sudah cape pasti dadanya sakit ujung²nya sesak makanya aku minta kakak Didin memberikan kerjaan yang santai " ucap Intan serius .


" Sudah lama " Tanya Fandi serius .


" Sejak SMP kalau tidak salah " Gio menatap Fandi begitu juga Didin .


" Sudah ayo makan " Sela Didin .


" Ah iya , kita sampai lupa sama makanan yang ada di depan kita " Timpal Gio .


Lalu mereka kembali fokus , sekalipun Fandi masih kepikiran dengan Ucapan Intan .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok .....tok ...


Ceklek


" Boleh masuk " Gina mengaguk .


Iya setelah makan siang di rumah Didin mereka kembali ke restoran dan Fandi minta berhenti di dekat kost Gina .


" Sudah makan " Gina mengaguk " Om sudah " Kini Fandi yang mengaguk " Tadi di rumah intan dia buat soto " Jawab Fandi .


" Itu anak suka betul memasak ,apa dan capek apa " Gumam Gina.


" Gin "


" Iya "


"Maaf kalau pertanyaan ku membuatmu tidak nyaman "Gina menatap Fandi bingung " Kamu sakit " Gina menggeleng cepat " Tapi kata intan kamu sakit " Gina mendengus kesal .


" Kalau capek saja Om, kalau tidak iya biasa saja " Jawabnya tenang .


" Berhenti saja iya di restoran " Ucap Fandi serius .


" Mana bisa begitu Om, kalau Gina berhenti lalu Gina mau makan gimana ,mau bayar kost dan yang lainnya gimana " Ucap Gina menggeleng .


" Itu biar urusan ku " Jawab Fandi serius .


" Tidak mau " Tolak Gina tegas " Lagian Gina kerjanya tidak terlalu berat koh masih bisa aku atasi " Lanjutnya lagi .


' Aku hanya khawatir Gin, paham tidak maksud aku " Ucap Fandi .


" Gina tahu ,tapi kalau hanya diam juga cape kak masa iya Gina kembali lagi ke kampung yang ada setiap hari Gina emosi terus karena berdebat dengan ibu " Ucap Gina .


" Tapi ...."


" Om aneh deh datang² tanya kan penyakit ,orang Gina sehat lupakan saja tidak usah memikirkan mulut comberan seperti intan ,awas saja dia akan ku jadikan perkedel tahu nantinya " Ucap Gina kesal .


"Kalau begitu jelaskan " Seketika Gina menjadi gugup lalu tersenyum canggung " Om mau minum dulu tidak " Fandi menggeleng " Aku masih kenyang " Jawabnya .


" Atau mau camilan atau mau apa gitu nanti .....'


" Jelaskan atau aku cari tahu sendiri " Gina menghela napas panjang berharap Fandi terpancing nyatanya malah dia yang buntu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2