Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Hamil


__ADS_3

Setelah kepergian Didin dan teman² nya ,intan langsung membereskan dapur setelah itu dia bergegas ke luar , tujuannya kali ini apotik untuk memastikan bahwa ucapan Fandi salah .


Tapi jujur dia sendiri ketakutan bukannya dia menolak atau tidak menerima tapi hubungan nya dengan Didin tidak terlalu baik, dan bodohnya dia harus nya memakai alat kontrasepsi bukan .


Dari kejauhan seseorang sudah memperhatikan intan dan siap untuk mengikuti wanita itu kemana saja .


Saat sampai di apotik intan langsung membeli testpeck bahkan sampai 5 lalu dia ke luar setelah mendengar sedikit arahan dan membayar nya .


Sesampainya di parkiran Intan kembali terdiam .


" Apa harus pagi ,kenapa lama sekali apa aku harus ke rumah sakit ,tapi bagaimana kalau Aahhh " Intan menundukan kepalanya di stir motornya membuat seseorang yang tadi mengikuti nya kaget .


" Ada apa dengan Non intan " Gumamnya .


" Besok atau sekarang sama saja kan, lebih baik aku ke rumah sakit dari pada aku mati penasaran " Niat intan sudah bulat lalu dia menyalakan motornya padahal dia sudah membeli testpeck .


Sesampainya di rumah sakit,dia memarkirkan motornya bahkan dia tidak sadar jika sejak tadi dia di ikuti sedangkan suruhan Didin semakin bingung saat intan berhenti di sebuah rumah sakit tidak ingin berpikiran buruk dia pun mengikuti intan .


" Ada yang bisa saya bantu Dek " Tanya seorang suster saat melihat intan terlihat bingung .


" Ruangan pemeriksaan kandungan di mana iya sus " Perawatan itu menatap intan dari atas sampai bawah .


Masih muda Batinnya .


' Saya sudah menikah koh sus " Intan langsung memperlihatkan foto pernikahan nya dengan Didin, membuat perawat itu tersenyum kaku " Maaf iya " Intan hanya mengaguk saja " Pertama iya " Tanya suster .


" Iya Sus " Jawab intan, suster pun membawa intan keruangan khusus pemeriksaan kehamilan ' Ambil nomor antrian di meja itu nanti di perintahkan sama susternya yang di sana " Intan mengaguk paham ' Makasih Sus " intan menunduk kepalanya sopan ' Kalau begitu saya tinggal iya " Intan mengaguk lalu masuk dalam ruangan mengambil nomor antrian sesuai ucapan suster tadi .


Sedangkan di luar suster yang mengantar intan tadi langsung di tahan " Maaf suster ini ruangan apa iya " Tanya nya dengan wajah Bingung nya .


" Oh ruangan pemeriksaan kandungan Pak " Ucap suster .


" Terimakasih sus ' Jawabnya, Lalu meninggalkan ruangan itu setelah suster juga sudah pergi .


Tidak ingin menunggu lagi dia langsung menelepon bosnya, bagaimana pun dia harus melaporkan bukan .


Tidak berapa lama panggilan itu langsung di jawab .


" Maaf bos, saya sekarang di rumah sakit, Nona intan juga di rumah sakit, dia sedang di ruangan kandungan " Lapor nya .


" Tunggu dia sampai pulang ,jika sudah kembali langsung hubungi saya "

__ADS_1


" Baik Bos " Ucapnya lalu kembali menyimpan HP nya saat Didin sudah menutupnya.


🌵


🌵


" Kenapa ' Tanya Gio menatap Didin setelah menerima telepon .


" Intan di rumah sakit " Jawabnya .


" Kakak ipar sakit ,sakit apa ? Bukannya tadi dia sehat² saja apa karena makan sambal ?? " tanya gio beruntun.


" Aku juga kurang tahu, nanti pulang nanti aku akan tanya ' Jawabnya tenang .


" Semoga kakak ipar sehat ,biar bisa masakan kami yang enak-enak " Didin mendengus kesal .


" Mendingan kamu kembali ke kantormu ,apa tidak ada kerjaan mu " Tanya Didin.


" Bagaimana mau ke kantor kalau partnerku lagi kasmaran masa iya aku kerja sendiri " Ucap Gio kesal .


Karena memang dia membangun perusahaan sendiri bersama Fandi , di mana mereka bertemu saat kuliah bersama Didin sehingga mereka bisa dekat dan saling bertukar pikiran dan iya kini mereka bersahabat .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Suaminya mana Bu " Tanya dokter tersenyum.


" Ke-rja dok " Jawab intan gugup membuat dokter tertawa kecil ' Pertama iya " Intan mengaguk " Jangan takut rileks iya " Intan kembali mengangguk, Intan memperhatikan suster yang menuangkan gel di perut nya lalu di ratakan dengan alat USG .


" Sudah siap " Intan mengaguk pelan ,dokter pun mulai menggerakkan alat USG hingga di berhenti di sebuh bulatan hitam


"Ini calon anak nya Bu, usianya memasuki 7 Minggu" Dokter pun terus menjelaskan di mana calon anak intan sudah mulai terbentuk dari segi mata, hitung, telinga begitu juga jarinya meskipun masih di lapisi selaput .


Dokter terus menjelaskan tanpa dia sadari bahwa pasien nya dalam keadaan melamun, entahlah apa yang ada di pikiran intan .


Hingga dia kembali tersadar saat dokter sudah selesai memeriksanya lalu di bantu suster turun dari tempat tidur .


" Ada keluhan Bu ' Intan menggeleng " Saya tidak merasakan papa dok, hanya memang nafsu makan saya bertambah dan tadi aku juga menginginkan soto Makasar " Dokter mengaguk Tersenyum " Itu namanya mengidam Bu " Jawab dokter .


" Ibu wanita yang beruntung yang tidak mengalami namanya mual muntah pagi hari sehingga bisa beraktivitas seperti biasa , saya akan resepkan vitamin saja karena anda tidak merasakan mual ,jangan lupa beli susu ibu hamil karena itu baik untuk perkembangan janin dalam rahim anda " Intan mengaguk , dokter memberikan resep vitamin dan lembaran foto USG .


" Nanti Minggu depan ke sini lagi iya ,setelah itu nanti usia 12 Minggu lagi baru kita bertemu " Intan mengaguk " Makasih dok, sus " Ucap intan .

__ADS_1


" Iya Bu, hati² " Suster membukakan pintu untuk intan sambil memanggil pasien berikutnya .


Intan ke arah parkiran dengan wajah yang sulit di mengerti dia bingung harus mengatakan apa pada Didin ,dia takut pria itu tidak menyukai kehamilan nya .


Dengan helaan napas intan kembali mengendarai motornya, dia akan membeli susu hamil terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah .


Jam 16.32 intan baru sampai di rumah yang nyatanya Didin sudah berada di rumah karena mobil nya sudah berada di garasi .


Intan semakin Gugup lalu dia masuk dalam rumah setelah memarkir motornya .


Saat membuka pintu dia melihat Didin masih dengan pakaian kantornya yang duduk di sofa .


Intan menelan ludahnya kasar lalu masuk dan menutup pintu dengan pelan .


" Dari mana " Intan langsung menghentikan langkahnya lalu menatap Didin yang juga menatap nya .


" Apa itu " Intan langsung menyembunyikan tas belanjaan yang isi nya susu hamil di belakang nya


" Intan " Panggil Didin rendah " Berikan " Intan menggeleng, Didin langsung berdiri mengambil paksa tas yang ada di tangan intan .


" Susu ibu hamil " Gumamnya lalu menatap intan " Kamu hamil " Intan mengaguk pelan " Kenapa bisa " Intan langsung menatap Didin " Maksud kakak " Didin langsung duduk di sofa sambil mengusap wajahnya kasar .


Melihat Ekspresi Didin, intan bisa menebaknya jika suaminya itu memang tidak menginginkan dia hamil ,sesuai dengan pikirannya tadi .


" Intan tidak akan membebani kakak dengan kehadirannya !! Intan hanya minta tolong jangan meminta aku untuk menggugurkannya karena itu tidak akan aku lakukan " Ucap intan mengepalkan tangannya .


' Maaf jika aku yang mengandung anak kakak bukan wanita yang kakak inginkan , jika aku tahu dari awal intan akan menggunakan alat kontrasepsi ,sekali lagi intan minta maaf" Ucap intan lalu mengambil tas belanjaan nya menuju dapur dengan air mata yang sejak tadi dia tahan .


Sedangkan Didin hanya bisa terdiam mengusap wajahnya kasar dia tidak bermaksud papa hanya pernyataan itu ke luar begitu saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2