Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Hanya diam


__ADS_3

...Selamat siang semuanya semoga kalian selalu sehat ....


...maaf belakangan ini author jarang up...


...bukan karena sengaja karena ada lain hal jadi up nya jarang² itu pun di sempat²in...


...sekali lagi author minta maaf iya buat lope² nya author ....


...terimakasih sudah dukung karya author tanpa kalian author hanya angin lewat 😁😁😁😁...


...vote...like .... koment...hadianya....bintang 5 😘😚😚😚...


...Lope² sekebun buat kalian 😍😍🥰🥰🥰🥰...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tidak terasa kini kandungan intan sudah memasuki bulan ke 5 dan kemarin dia sudah memeriksa nya dan lagi² dia hanya melakukan sendiri tanpa sosok suami di sampingnya karena begitulah hubungan mereka .


Tidak ada perubahan sama sekali antara dia dan Didin, menyerah !!


Itulah pikiran intan saat ini ,dan dia akan mengambil langkah saat anaknya nanti lahir mungkin itu lebih baik karena dia tidak terluka semakin dalam begitu juga Didin .


Entah bagaimana nanti nasib anaknya intan akan memikirkannya tapi untuk sekarang dia hanya akan fokus pada kandungan nya yang semakin besar .


Setelah kepergian Didin ,intan pun langsung bergantian pakaian karena hari ini Gina dia akan bertemu dengan nya mumpung wanita itu libur .


Dan percintaan sahabat nya pun tak kalah pelik dari kehidupan rumah tangganya di mana mereka harus di kelilingi orang ketiga lebih tepatnya masa lalu di mana Fandi dan Dila pun dulu pernah menjalin hubungan sebelum keduanya berpisah .


" Maaf lama " Aris dan Gina hanya tersenyum " Pelan² perut mu semakin besar " Aris menarik kursi untuk intan duduk .


' Makasih " Aris hanya mengaguk " Pesan makan dulu iya " Ucap intan Tersenyum kuda .


" Lapar Bu ' Intan mengaguk cepat " Kamu tahu aku tidak sendiri jadi setiap detik,menit, jam aku selalu merasa lapar " Jawabnya .


" Iya sudah pesan makan dulu " Ucap Aris .


Setelah memesan makanan mereka kembali terdiam hingga akhirnya Aris bertanya pada ke dua sahabatnya .


" Jika ingin berdiam diri mendingan kalian pulang " Gina dan intan langsung menatap Aris Tersenyum kuda .


" Hidupmu damai iya Ris, aku merasa ingin mati saja " Gumam Gina menatap lurus ke arah meja .


" kamu bicara seolah suamimu selingkuh ,intan saja yang tidak pernah di anggap anteng saja " Ucap Aris menggeleng .


" Kau salah Aris, bahkan aku harus terlihat baik² saja demi anakku karena aku tidak ingin dia kenapa² " Ucap Intan Tersenyum kecut .

__ADS_1


" Lalu aku harus bagaimana " Tanya Aris bingung .


" Bawa aku pergi " Ucap Gina membuat Aris melotot " Kau gila " Pekik Aris tertahan karena ada pengunjung lainnya .


" Aku ingin istirahat sejenak saja Ris, sebelum nanti kembali dengan kehidupan baru " Ucap Gina .


" Apa jika kamu menghindar semua nya akan baik² saja dan kamu bisa jauh lebih baik lagi ,tidak bukan ?? Masalah itu di hadapi Gina sekalipun sulit " Ucap Aris .


' Entahlah Ris " Gina menunduk kepalanya di atas meja,intan yang mengerti perasaan Gina langsung mengelus pundaknya pelan


" Melihat kalian seperti ini ,ingin rasanya aku membunuh kedua pria bajingan itu " Ucap Aris mengepalkan tangan nya kuat .


Tidak berselang lama pesanan mereka datang,tidak ada lagi percakapan mereka bertiga fokus pada makan yang ada di depan mereka masing² .


"Aris " Aris menatap intan " jangan mengatakan apa pun " Ucap Aris tegas .


Intan mengurungkan niatnya dia tahu sikap Aris dia tahu kalau tidak kalah pusing karena memikirkan masalah dia dan Gina .


" Selesaikan makan kalian , setelah ini kita pergi " Keduanya patuh tanpa berkata apa pun mereka makan kembali .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Pernikahan mu sebulan lagi ,Lalu apa yang kamu pikirkan " Tanya Didin .


" entah kepala ku pusing, Gina tetap ingin mengakhirinya dia tidak ingin menjadi orang ketiga padahal sebelum itu aku sudah lebih dulu dengan nya " Ucap Fandi dengan helaan napas .


" Hebm "


............


" Ikuti saja mereka ke mana "


...........


" iya AC kirim kan sekarang "


" Siapa " Tanya Gio .


"Sepupu Zul " Fandi dan Gio hanya mengaguk ' Gina bersama mereka " Fandi langsung menatap Didin .


" Kalian sama saja ,kau juga Din !! Apa kau tidak bisa melihat intan sedikit saja jika kamu tidak menerima nya sebagai istri setidaknya terima anak yang dia kandung " Ucap Gio kesal .


" Dia hidup seperti tidak memiliki suami,jangan egois jangan jadi pria bajingan kamu menyukai tubuhnya tapi tidak dengan dirinya dan anaknya " Lanjut nya penuh penekanan.


" Dan kamu apa mulut mu tidak berfungsi ,oke mungkin aku tidak berada di kehidupan kalian berdua tapi setidaknya pakai otak kalian dengan baik, jika memang tidak ingin kenapa harus menerima, Apa kau ingin seperti Didin menjalin hubungan rumah tangga tanpa ada kebahagiaan setidaknya kamu bisa berusaha kalian sama² mencintai dan dia tidak terikat dengan siapa pun " Ucap Gio frustasi .

__ADS_1


" Bicara dengan Dila, aku tahu sifat nya seperti apa dia tidak akan memaksa yang memang bukan kehendak nya sekali pun sulit setidaknya kamu sudah berusaha berbicara padanya jika memang nantinya dia tetap menginginkan pernikahan itu katakan padanya jangan menuntut apa pun pada mu entah itu cinta atau yang lainnya karena pernikahan kalian hanya dasar perjodohan dan jangan pernah ikut campur urusan pribadi jika itu terjadi berarti dia menginginkan perceraian " Ujar Gio panjang lebar .


" kalian membuat ku sakit kepala " Lanjut Gio .


" Jika kamu tidak mencintai intan ,untuk apa kamu meminta sepupu Zul mengikuti kemana perginya dia !! apa kamu takut dia pergi lagi, jika memang dia pergi biarkan ,bukan kah itu bagus untukmu biar kamu bisa damai tanpa memikirkan papa lagi " Kini pandangan Gio berahli pada Didin " Makanya aku bilang mencintai sewajarnya kalau sudah begini aku yang pusing bego " Umpatnya kesal .


" Diamlah kau membuat kepalaku semakin pusing " Ucap Fandi .


" Bukan aku yang membuat kepala mu pusing, tapi kamu sendiri yang tidak bisa bertindak " Ucap Gio menekan ucapannya .


" Kau dan dia sama saja " tunjuk nya oada Didin " hanya ingin menikmati tanpa memikirkan perasaan mereka " Cibirnya .


" Kamu pun sama " Ucap Fandi tidak mau kalah .


" Iya tapi tidak seperti kalian yang hanya menerima tanpa menolak " ucap Gio ketus membuat keduanya terdiam .


Setelah lama terdiam Fandi menatap Didin " Mereka ke mana " Tanya Fandi .


" Mall xx " Fandi langsung berdiri meninggalkan kedua sahabatnya .


" Kau tidak ingin pergi " Usir Didin pada Gio .


" Tanpa kamu suruh aku akan pergi " Jawabnya ketus lalu meninggalkan ruangan Didin .


Didin menarik napas panjang dalam ² lalu di hembuskan dengan kasar .


Dia merenungkan ucapan Gio, lalu dia menatap bingkai foto di atas mejanya .


Lagi² hanya helaan napas panjang yang ke luar dari mulut dan hidung Didin .


Bukan tidak menyadari tapi dia bingung harus seperti apa sehingga sikapnya itu semakin membuat intan sakit .


Tapi sebisa mungkin intan selalu menyembunyikan perasaan nya pada Didin tapi tidak ke dua sahabatnya bahkan pada orang tuanya pun dia tidak mengatakan apa pun .


Sekalipun mungkin kedua orang tuanya sudah menyadarinya tapi tidak mengatakan apa pun sebelum dia membuka suara .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2