
" Kakak " intan langsung berlari ke luar saat melihat mobil Didin masuk dalam garasi .
" Nanti jatuh ' Ucap Didin saat sudah ke luar dari mobil .
" Kangen " Didin hanya mengacak rambut intan yang sudah memeluknya .
CUP
" Masuk iya " Intan mengagguk lalu mengambil tas kerja Didin.
" Nanti masak apa dek " Tanya Didin sambil membuka jas nya berdiri di anak tangga
" Kakak mau apa " Tanya balik intan yang sudah berada di dapur , sebelum tadi menyimpan tas kerjanya di atas meja depan tangga .
" Ada nya apa ?? Kamu beli ikan tidak " Tanya Didin lagi .
" Ada " Jawabnya intan yang masih berdiri di depan kulkas menunggu jawaban Didin .
" Coba lihat " Ucap Didin yang sudah berada di depan kulkas,intan menggeser badannya biar Didin bisa lebih jelas menatap nya .
" Pengen yang berkuah seperti segar apa lagi kalau ada rasa asam²nya " Ucap Didin sambil menatap isi kulkas .
" Nanas ada tidak yank " Tanya Didin sambil berjongkok depan kulkas .
" tidak ,intan mana boleh makan nanas kan lagi hamil " Didin menatap perut intan laku mengelus nya " Iya sudah pakai tomat saja ,nanti sedikit di beri asam iya " Ujarnya sambil berdiri .
" Ikannya terserah " Didin mengaguk " Kemangi ada " Intan mengaguk " Iya sudah itu saja ,aku mau mandi " Ucap Didin .
" Iya " jawab intan lalu mengeluarkan apa yang di inginkan Didin .
" Masak sama sayur dek ,buat kamu " Ucap Didin sebelum meninggal dapur .
" Kan ikan nya kuah kak, masa ada sayur lagi kaya mana makannya coba " Protes intan .
" Kamu bisa tunis kering dek, kasian Ade loh !! Lagian kan kakak yang mau makan ikan bukan kamu " Ucap Didin .
" iya nanti aku masak " Jawab intan .
" Nasi merah iya " Ucap Didin .
" Iya " Didin pun melanjutkan langkahnya setelah mendengar jawaban intan .
Intan mulai bergulat di dapur sekalipun perutnya sudah membesar dia tetap aktif karena dia tidak merasakan apa pun selain cepat lelah tapi setiap dia memeriksa kandungan nya dokter mengatakan itu normal bagi ilmu hamil, jadi intan menikmati nya saja ,karena menurut nya kapan lagi kan apa lagi dari awal hamil janin dalam kandungan nya tidak pernah rewel .
Jadi intan bisa menikmati waktunya seperti biasanya tanpa merasa terbebani apa lagi dengan keadaan rumah tangganya yang bisa di bilang rumit .
Saat intan tengah fokus memasak ada yang memencet bel rumah ,tapi saat akan ke depan Didin sudah mengehentikan nya .
" Masak saja dek " Intan menatap Didin yang sudah terlihat segar " Ah iya kak " Jawab intan kembali ke dapur .
__ADS_1
" Apa " Tanya Didin saat melihat siapa yang datang kedua sahabat nya dan satu wanita .
" mau makan lapar " Ucap Gio tanpa malu .
" Intan tidak masak " Jawab Didin datar lalu berjalan ke arah sofa .
" Kakak " panggil intan dari dapur " Iya " Jawabnya lalu berjalan ke arah dapur padahal dia belum duduk .
Di ikuti ketiga tamu mereka mengekor di belakang Didin .
" Boleh ramyoen " Tanya intan tanpa membalikkan badannya .
" Tidak ,itu pedas nanti Ade sakit " Jawab Didin menarik kursi makan ,tapi kenapa banyak sekali suara kursi yang di tarik intan membalikkan badannya kaget .
" Gina " Ujar Intan kaget .
" Hay " Gina melambaikan tangan nya Tersenyum .
" Apa sudah masak kakak ipar " Tanya Fandi .
" Ah sedikit lagi, tunggu iya " Ucap intan .
" Kenapa kau tidak meminta dia yang memasak " Ucap Didin menghampiri intan .
"Dia tahunya makan " Jawab Fandi membuat Gina kesal .
" iya iya " Jawab Fandi kesal .
" Kamu mau makan apa " Tanya Didin bersandar di meja dapur menggunakan tangan membelakangi ketiga manusia yang sendang memperhatikan mereka " Tadi sudah bilang " Didin menggeleng " No, itu pedas nanti Ade sakit tidak baik untuknya " Secara sadar Didin mengelus perut intan .
" Ganti spageti " Intan menatap Didin ' kakak yang masak " Didin mengaguk "deal " Didin mengacak rambut intan lalu berjalan ke arah lemari pendingin .
" Apa tidak bisa jangan menebar keromantisan jika ada kami " Ucap Fandi emosi .
" Aku tidak meminta kalian datang ke sini " Ucap Didin sambil mengeluarkan bahan .
' Pakai keju ' Lanjutnya pada intan " Sedikit " Didin kembali mengeluarkan keju .
Gio Tersenyum melihat perubahan Didin secara perlahan pasti nantinya dia akan melupakan masa lalunya dan menerima intan dan anaknya dengan baik tanpa ada paksaan apa pun .
" Kami juga Din ' Timpal Gio .
" No ,ini hanya untuk intan ,kalian makan apa yang ada jangan banyak tingkah ,jika ingin silahkan beli " jawabnya ketus .
" Om " Fandi menatap Gina " mereka so sweet " Ucap Gina menatap Didin dan Intan berbinar .
" Nanti kita akan melakukan hal yang sama " Ucap Fandi .
" Memang Om bisa masak " Fandi menggeleng " Kita belajar ,biar masak mie instan tidak masalah " Jawabnya lembut .
__ADS_1
" Om makin hari mulut nya manis sekali " Ucap Gina.
" Karena bukan hanya kamu wanita nya " Fandi langsung menatap Gio " Jangan bicara sembarang Gi lagi dua Minggu aku menikah nanti kalau dia kasih tahu orang tuanya gimana " Gio hanya menaikan bahunya acuh .
" Jangan percaya sayang ,kamu wanita satu² dalam hidupku " Ucap Fandi serius .
" Om tidak bohong kan " Fandi mengaguk cepat " Tidak sayang ,aku serius dengan kamu makanya aku mengajak mu menikah aku tidak bisa hidup tanpamu " Ucap Fandi .
Hoek .....Hoek ...
Fandi dan Gina menatap ke arah dapur di mana Didin merasa mual mendengar ucapan Fandi yang terlalu lebay .
"Temanmu mulutnya basi Gi " Gio tertawa mengaguk " Diam ,sirik " Ucap Fandi kesal.
Tidak berselang lama menu makan malam sudah tersaji di meja makan,tanpa di persilahkan Gio dan Fandi langsung mengambil makanan yang mereka butuhkan.
" Makan sayang ,habis ini kita ke rumah ibu sudah menunggu " Ucap Fandi .
" Kalian hanya makan setelah itu pulang " Gio dan Fandi mengaguk cepat " Jangan harap kalian masuk kembali jika sebentar tidak mencuci piring " Ancam Didin tapi tidak membuat keduanya takut .
" Makan dek " Ucap Didin memberikan spageti buatannya pada Intan .
" Makasih kakak " Diidn hanya mengaguk .
" Sayang kamu harus belajar masak sama Kaka ipar ,kalau tidak mungkin aku terus makan di sini " Ucap Fandi
" ah Ini segar sekali " Lanjutnya saat mencicipi kuah ikan kuning nya .
" Kaka ipar memang terbaik " Ucap Gio Tersenyum sambil memberikan jempol ke duanya .
"makasih kak ,makan Gi " Gina mengaguk Tersenyum " Makasih " Gina hanya tersenyum .
" Mau rasa " Intan menatap sendok yang di sodorkan Didin lalu mengaguk .
Hap
" Pedas " Jawab intan, Didin langsung memberikan air minum " Maaf sayang " Intan hanya mengaguk " Terlalu banyak cabainya nanti sakit gimana " Didin menggeleng " Ini yang aku cari ,ayo makan " Tanpa keduanya sadari jika mereka menjadi tontonan peserta yang ada di meja makan itu
Iri, senang ,kesal pokoknya semuanya jadi satu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1