Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Pertemuan Dila dan Gina


__ADS_3

Gio dan Gina kini sedang duduk berhadapan sebenarnya Gina canggung karena ini pertama nya di ajak makan oleh sahabat Fandi .


Iya beberapa hari yang lalu Gio menghubungi Gina untuk bertemu dengan nya karena ingin membicarakan hal serius .


" Bagaimana hubunganmu dengan Fandi " Tanya Gio basa basi .


" Kami tidak ada hubungan apa pun Om " Jawab Gina .


" Lalu bagaimana dengan Fandi " Gina menggeleng " Saya tidak tahu Om,lagian dia akan menikah !! Saya tidak ingin jadi orang ketiga apa lagi di katakan merebut suami orang " Jawab Gina tersenyum tipis .


Manis Gio menggeleng cepat .


" Astaga apa yang ku pikirkan " Gumamnya lirih .


" Apa Om " Gio menggeleng " Tidak papa " Jawab Gio .


Tidak berselang lama Dila datang dan itu membuat Gina kaget lalu menatap Gio yang hanya tersenyum .


" Aku tinggal iya " Dila mengagguk " Makasih " Gio hanya mengaguk sebagai jawaban lalu duduk di meja yang tidak terlalu jauh .


" Hai, maaf aku lama " Jawab Dila lalu duduk di kursi berhadapan dengan Gina .


" i-ya dok " Jawab Gina terbata lalu menatap meja Gio berharap pria itu membawa nya pergi


" Pesan makan dulu iya " Gina hanya mengaguk pelan .


" Kamu pacarnya Fandi " Tanya Dila setelah memesan makanan ,Gina menggeleng cepat " Kami tidak memiliki hubungan Dok " Jawab Gina cepat .


" Tapi sepertinya nya tidak seperti itu " Gina menunduk kepalanya " Maaf dok, tapi kami sudah tidak memiliki hubungan, saya janji akan menjauhi Om Fandi " Ucap Gina meremas kedua tangan nya di bawah meja .


" Tapi kamu masih bekerja di restoran Didin " Ucap Dila .


" Sa-ya akan resign Dok " Jawabnya terbata .


" Iya aku tunggu, aku tidak ingin rumah tanggaku nanti kacau karena suamiku masih membayangkan mantan kekasihnya " Gina semakin meremas kedua tangan nya .


" Aku dan Fandi akan menikah sebulan lagi ,dan aku harap kamu mengerti ,kami di jodohkan tapi sebelum itu kami sudah pernah memiliki hubungan iya sekalipun perpisahan kami karena kebodohan ku ,tapi kali ini aku akan menembus semua apa yang aku lakukan dulu !! Mungkin aku egois dan aku akui itu tapi Gina aku mencintai dia dan kami sudah di restui dan jika kalian bersama apa kalian akan di restui juga ,aku tidak akan mengatakan secara langsung tapi aku yakin kamu sudah paham " Gina hanya menunduk saja .


" Maaf jika ini terlalu menyakitkan tapi aku tidak akan membiarkan apa yang aku milik menjadi milik orang " Ucpa Dila Menekan Ucapanya .


" Maaf kalau saya Lancang ,dokter bilang jika dia milik dokter jika iya lalu kenapa dokter meninggalkan nya ? Kami memulai hubungan terlebih dahulu jadi dokter sudah paham bahwa di sini siapa yang merusak hubungan dan untuk masalah restui aku kira itu bukan urusan dokter terlepas kalian di jodohkan atau yang lainnya tapi Fandi tetap memilih ku, dokter tidak mungkin kan hidup bersama seseorang yang tidak mencintai dokter dan masih mencintai orang lain ? Jika dokter ingin egois maka saya akan melakukan hal yang sama , iya saya sadar bahwa dokter lebih baik dari saya ,tapi tidak untuk Fandi " Ucap Gina tegas .

__ADS_1


" Apa kamu yakin bisa bersama nya " Tanya Dila serius .


" Kenapa tidak ?? sekalipun mungkin sulit tapi itu bukan masalah buat saya " Jawab Gina cepat .


" Kamu tidak sepadan dengan keluarga Fandi dan hanya aku yang cocok bersama nya " Ujar Dila .


" Cih, menyebalkan hei nenek sihir memang harta bisa buat kamu bahagia hah, di kampung aku juga termaksud orang kaya iya , sekalipun anda dokter tapi tidak menjamin seseorang untuk jatuh cinta sama anda " Ucap Gina kesal ,dia tidak bisa menahan lagi dia wanita yang bar² terus harus menahan diri karena di hadapannya wanita yang katanya calon istri kekasihnya .


Gina tidak anak menyerah jika hanya beradu pendapat bahkan intan dan Aris memilih diam jika sudah bicara .


" Ternyata anda juga kurang attitude, aku yakin jika Fandi melihat ini akan berpikir panjang " Ujar Dila sinis .


" Dokter mau tahu sesuatu ,bahkan om Fandi sudah melihat semuanya Puas " Tekan Gina kesal .


" Iya kita lihat setelah ini, dan akan aku pastikan dia akan menjadi suamiku " Dila menatap tajam Gina .


" Silahkan menikah saya tidak menghalangi kalian ,tapi jangan perna salah kan saya jika suami anda menemui saya ,dan saya sudah putuskan untuk tidak ke luar dari restoran itu, dan saya juga pastikan bahwa anda hanya jadi hiasan rumah tempat kalian nanti ah salah atau anda hanya akan jadi sebagian penghuni ..... Hhhmmmppp " Gina melotot kan matanya tajam menatap pria yang kini sedang mencium nya di tempat umum .


Sedangkan Dila hanya tersenyum kecut , Gio menghampiri Dila lalu membawa wanita itu pergi .


Gio menghubungi Fandi saat Dila mengirimkan pesan kalau sudah menuju tempat mereka bertemu .


Bugh


Bugh


" I love you " Bisik Fandi ,Gina menunduk malu karena penghujung sudah menatap ke meja mereka .


" Ayo " Fandi langsung membawa Gina ke luar dari tempat itu ,tanpa menolak Gina langsung berdiri sambil menunduk menyembunyikan wajahnya di lengan Fandi .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Menangis lah " Gio memeluk tubuh Dila yang sudah bergetar sambil mengusap punggung wanita itu .


" Sakit " Gio hanya terdiam .


" Kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu hebat " Ujar Gio mengelus punggung Dila .


Sebelum menemui Gina hubungan Dila dan Fandi sudah berkahir karena dia sudah menghadap pada kedua orang tua mereka dan itu di ketahui Gio, itulah kenapa Dila sedikit terlambat karena dia harus berbicara terlebih dahulu pada orang tua Fandi dan juga orang tuanya setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya mereka hanya bisa mengiyakan saja .


Sekalipun berat tapi tapi Dila bisa menjelaskan dengan baik bahwa dia tidak ingin menjalani semuanya karena terpaksa dia tidak ingin tersiksa atau menyesal nantinya .

__ADS_1


Dila memeluk erat tubuh Gio membenamkan wajahnya di dada Gio .


" Bawa aku pergi " Gio mengaguk,lalu melerai pelukannya merapikan rambut Dila .


" Siap " Dila mengaguk, Gio membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.


Sedangkan di mobil lain Fandi terus tertawa karena kini tengah mengamuk .


" Maaf sayang ,aku sudah tidak tahan " Gina menatap sengit ke arah Fandi .


" Apa Om tidak punya malu, Ah pasti dokter itu menganggap ku murahan , cih " Gina mengacak rambutnya kasar .


" Bukannya kita sudah melakukan hal yang sekedar ciuman " Goda Fandi .


" Om bisa diam tidak " Bentak Gina kesal .


" Kita ketemu ibu sama ayah ,tadi mereka mengirim kan pesan " Gina Langsung menatap Fandi " Aku tidak mau " Tolak Gina tegas .


" Bukannya kamu ingin meminta restu pada nya " Gina menggeleng " Aku tidak mau ,jika Om berani aku akan melompat " Fandi hanya menaikan bahunya acuh lalu menjalankan mobilnya .


" Ke kost yuk atau hotel atau apartemen Om " Ucap Gina berharap Fandi mau .


" Nanti setelah ini " Jawab Fandi fokus pada kedepan .


" Nanti aku yang memulai ,Om bisa melakukan nya sekarang Aku tidak akan menolak kita ke apartemen iya " Fandi menggeleng " Setelah dari ketemu ayah sama ibu " Ucap Fandi tegas .


" Om " Rengek manja Gina .


" Diamlah " Lidah Gina berdecak kesal lalu duduk di diam karena kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2