Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
jangan memikirkan


__ADS_3

Kini Gina dan kedua mertuanya sudah berada di kota xx di sebuah kontrakan yang dekat dengan klinik milik dokter Umair yang akan menangani Gina .


Dan Gina juga sudah memberi tahu kepada ke dua orang tuanya dan dia meminta doa atas semua kelancaran yang akan dia lalu nanti ,dengan berat hati kedua orangtuanya hanya bisa menyetujui apa lagi orang tua Fandi yang menemani nya setidaknya mereka bisa tenang dan jika ada waktu luang mereka akan mengunjungi Gina .


" Sayang " Gina menatap sang suami dengan tersenyum .


" Kakak butuh sesuatu " Fandi menggeleng ,lalu memeluk Gina dengan erat sejak tadi dia banyak terdiam memikirkan Gina " Berjanjilah untuk sembuh " Gina mengelus lengan suami nya dengan pelan " Aku akan berusaha sebisa mungkin " Jawab Gina lembut .


" Pokonya harus " Gina hanya mengaguk " minta doanya " Fandi mengaguk menyembunyikan wajahnya di belakang Gina .


" Maaf ..."


" Jangan lagi mengungkitnya kak, aku tidak ingin mengingat hal itu lagi " Fandi mengaguk.


" Kakak kenapa " tanya Gina saat Fandi kembali terdiam .


" Hanya ingin memeluk mu,karena besok aku akan kembali berkerja ,maaf aku tidak bisa menemani mu " Ujar Fandi mengeratkan pelukannya.


" Jika Kaka ikut menemani ku lalu siapa yang akan membayar tagihan pembayaran ? Masa ayah sama ibu malu kak " Canda Gina membuat Fandi tersenyum.


" Gina " Panggil Fandi lembut .


" Jangan memikirkan apa pun,jika nanti setelah ini kita tidak di beri momongan jangan di pikirkan ada Anak Didin dan Gio yang akan menemani kita aku yakin mereka tidak akan keberatan untuk itu " Ujar Fandi pelan .


" iya , jika intan melarang ku akan ku buat anaknya Beta tinggal dengan kita " Ucap Gina menatap lurus kedepan .


" Mungkin Intan sudah tahu tentang keadaan mu sekarang ,tidak mungkin kan Aris hanya diam " Gina menghela nafas panjang " Kakak sih pakai acara kasih tau Aris " Ucap Gina kesal .


Fandi membalikkan badannya Gina hingga kini keduanya berhadapan .


" Kenapa tidak meminta izin dulu jika mendaftar Hm " Tanya Fandi mengakat tangan nya di depan dadanya .


" Kan kakak sibuk " Cicit Gina menatap Fandi lalu menunduk .


" Sibuk apa " Tanya Fandi kesal .


" Itu sibuk yang itu " Jawab Gina lirih .


" Lihat aku Gina " Gina menggeleng " Gina " Gina mengakat kepala nya pelan menatap Fandi .


" Sibuk apa " Tanya Ulang .


" Yang itu hamil Hhhmmmppp " Fandi langsung membungkam mulut Gina dengan kasar hingga membuat Gina kaget .


Tapi itu hanya sementara setelah nya dia membalas ciuman Fandi bahkan dia mengalungkan kedua tangan di leher Fandi dan duduk di pangkuan pria itu .


" Mau main sebelum berpisah " Fandi menggeleng mengatur napasnya melekuk Gina " Aku ....tidak ...mau kamu sakit lagi " Jawabnya terbata menahan hasratnya uang yang sudah di ujung batasnya .


" Tidak sakit ,mau " Fandi tetap menggeleng " Tapi dia sudah bangun " Fandi memejamkan matanya saat bokong Gina bergerak pelan di atas senjata api nya .

__ADS_1


" Yakin ,Cup " Gina mencium kuping Fandi Bahkan menjilat nya dengan lembut membuat darah pria itu mendidih .


" Sa....yang " Geram Fandi memejamkan matanya tetap mempertahankan posisinya .


Gina menjilat leher Fandi dengan pelan sambil menggoyangkan bokongnya maju mundur cantik².


" Ssssttt...... Aaarrgghhhh " Geram Fandi mengepalkan kedua tangannya menahan gairahnya .


Bugh


" Aku tidak peduli kamu sakit atau tidak " Gina hanya tersenyum lalu melebar kan kedua kakinya sehingga memperlihatkan lahan yang hanya di tutupi kain tipis karena Gina memakai dress selutut .


" Shhhiiiit " Umpat Fandi lalu kembali ******* benda kenyal yang sudah menjadi candu nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Sayang ,bujuku mana " Pekik Gio berdiri di pintu kamar mandi .


" Aku sudah ambilkan mas ,coba lihat di ruangan ganti " Gio langsung ke ruangan ganti tanpa menjawab ucapan Istri nya .


" Ayah mu selalu membuat ibu kesal ,setelah mendapat kan maunya ibu di tinggal begitu saja " Ucap Dila memejamkan matanya merasakan kenikmatan berendam air hangat setelah melayani suami maniaknya itu.


" Yank jangan lama² ,aku ke bawah dulu " Dila menghembuskan nafasnya " Iya " Jawab Dila .


" Apa dia tidak bisa membuat ku nyaman sedikit " Gerutunya kesal lalu kembali memejamkan matanya.


" lagi di kamar mandi berendam " Jawab Gio .


" Gimana dengan istri nya Fandi " Tanya ibu .


" Mereka sudah ke kota xx Bu,selama Tante sama Om anak menemani nya karena Fandi harus berkerja " Jawab Gio .


" Semoga Gina baik² saja dan bisa sehat kembali " Ucap ibu tulus .


" Iya Bu, semoga setelah ini tidak ada lagi hambatan untuk mereka " Jawab Gio


Beberapa menit kemudian Dila ikut bergabung bersama mereka di ruangan tamu .


" Mas " Gio menatap Dila " Iya " Jawab Fandi .


" Mas bisa masak " Gio menggeleng bingung " kenapa memang nya " Tanya Gio .


" Kayanya enak deh makan asinan buah " Ujar Dila .


" Buat apa makan buah yang di asinin tidak sekalian makan ikan asin "Tanya Gio bingung .


" Asinan buah itu kaya gini mas ' Dila memperlihatkan ponselnya pada Gio .


__ADS_1


" Jangan nanti kamu sakit perut, lihat saja model nya seperti itu " Tolak Gio tegas .


" Kan nanti bisa di kurangin cabainya Mas " Ucap Dila .


" Aku bilang tidak tetap tidak " Ucap Gio menatap tajam sang istri .


" Mungkin itu kenginginan bayi kalian nak, ibu juga dulu sering makan itu saat mengandung mu rasanya segar koh ,kurangin saja cabainya seperti kata Dila " Ucap Ibu mengakat suara menenangkan suami istri yang berdebat itu .


" Tapi Bu ...."


" Kata orang tua dulu jika keinginan anak dalam kandungan tidak di ikuti nanti lahiran akan ileran terus " Timpal Ayah tenang, Gio langsung menatap perut Dila .


" Masih dalam perut saja banyak mintanya , lagian ini sudah lewat masa ngidam " Ucap Gio .


" mengidam itu tidak harus awal trimester mas ,bisa saja ke dua dan ketiga juga " Jawab Dila kesal .


" Baiklah, hanya kamu yang mengerti karena kamu dokter " Dila hanya menatap sinis sang suami .


" Iya sudah ayo " Ujar Fandi membantu Dila berdiri .


" Tapi awas jika kamu tidak makan ,aku sudah cape² masak air cabai baru kamu protes " Ujar Gio serius .


" Mau ibu bantu nak " Tawar ibu .


" Ibu temani ayah saja ,nanti kami gabung lagi kalau sudah selesai " Jawab Gio .


" kalau butuh papa panggil ibu saja " Ujar ibu .


" Iya Bu " Jawab Keduanya lalu meninggal ruangan tamu ke arah dapur .


" Buahnya terserah kan " Dila mengaguk tersenyum memeluk lengan suaminya " Makasih ,i Love you " Gio langsung mengentikan langkahnya menatap Dila dengan wajah kaget dan syok .


" Kamu ..... bilang ...apa tadi " Tanya Gio terbata .


" I love you, CUP " Dila mencium bibir Gio sambil tersenyum tapi saat akan melepaskan nya Gio menahan tengkuk Dila memperdalam ciuman nya membuat Dila melototkan matanya panik dan memukul dada Gio .


' I love you too " Jawab Gio tersenyum sambil mengelus bekas salivanya , Dila menatap sekeliling nya lalu menunduk saat sadar ada pelayan di dekat mereka " Mereka tidak akan banyak bicara " Gio memeluk Dila " Ayo kita masak asinan buat anak kita " Lanjutnya ,Dila hanya mengaguk menunduk malu membuat Gio tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2