Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Berobat


__ADS_3

" Keluarkan apa yang ingin kamu ke luarkan " Tanya Dila lembut ,kini di ruangan itu hanya ada mereka karena Gio sudah membawa Fandi pergi entah ke mana .


Gina menatap Dila dengan mata yang berair " Aku ingin pergi " Jawabmya lirih .


" Boleh, tapi dengan satu syarat " Jawab Dila .


" Kamu harus berobat terlebih dahulu,apa kamu akan menyerah begitu saja di saat sebagian orang mengharap kan kamu sehat " Gina menggeleng pelan " Ok , bagaimana kalau aku meminta tolong Fandi menghubungi orang tuamu dan mengatakan semua apa yang terjadi antara kamu dan Fandi begitu juga tentang penyakit mu " Gina langsung menunduk meremas kedua tangan nya .


" Aku mohon jangan " Ucap Gina serak .


" Kenapa ?? Bukankah nantinya juga mereka tahu kalau kamu mati karena penyakit ini dan saat itu juga mereka tahu kalau Fandi menikah dengan wanita lain ,apa kamu bisa bayangkan bagaimana perasaan orang tuamu " Ucap Dila.


Biarlah dia di katakan kasar atau apa lah itu asal Gina mau berobat hanya itu tujuan nya sekarang , dia juga paham kenapa Fandi menampar Gina mungkin itu bentuk teguran agar dia menurut sekalipun terbilang kasar .


" Banyak hal yang belum kamu ketahui Gin ,dan itu kenapa aku ingin kamu sembuh dan saat waktu nya tiba aku ingin kamu tidak menyesal " Ujar Dila .


" Apa maksud dokter " Tanya Gina menetap Dila .


" Lupakan ,yang terpenting sekarang kita berobat " Gina masih terdiam " Baiklah aku akan meminta Fandi men....."


" jangan " Potong Gina cepat " Baik aku akan berobat tapi jangan mengatakan apa pun pada orang tuaku ,intan atau Aris " Ujar Gina memelas .


"Deal " Jawab Dila tersenyum .


Tidak berselang lama Gio dan Fandi masuk kembali dalam ruangan itu .


" Besok aku akan ke sini lagi bersama dokter ,mungkin kita langsung ke klinik nya di kota xx aku akan menemanimu " Ujar Dila lembut .


" Apa kita menginap " Tanya Gina pelan .


" Kita usahakan tidak , karena jaraknya tidak terlalu jauh bukan " Gina menanggung " Terimakasih maaf sudah merepotkan " Ucap Gina .


" Berterimakasih sama suami mu ,Aku hanya melakukan tugasku sebagai dokter sekalipun ke luar jalur " Jawab Dila tersenyum .


" Kalau begitu kami pamit ,karena harus ke rumah orang tua Dila " Ujar Gio .


" Apa tidak bisa makan siang di sini saja " Tanya Fandi menatap kedua manusia itu .

__ADS_1


" Nanti lain kali saja ,karena kami sudah di tunggu dari tadi " Ucap Dila .


" Baiklah, salam buat mereka " Dila hanya mengaguk tersenyum lalu menatap Gina " aku pulang ' Pamitnya pada Gina .


" Iya Dok , hati² " Jawab Gina , Gio menatap Fandi lalu memukul pelan pundaknya.


" Makasih " Gio hanya mengangguk sebagai jawaban lalu ke luar dari rumah Fandi sambil merangkul pinggang Dila dengan mesra .


" Mau ke mana " Tanya Fandi menahan tangan Gina " Minum " Jawab Gina melepaskan tangan Fandi, tapi Fandi kembali memegang nya " Kita perlu bicara " Ujar Fandi membawa Gina ke kamar .


" Minumlah , bukannya di situ juga ada air " Ujar Fandi saat sudah berada di kamar , Gina tidak menjawab dia langsung mengambil gelas yang masih ada airnya .


Setelah Gina minum Fandi membawa Gina ke balkon ,lalu mendudukkan Gina di pangkuan nya menyembunyikan wajahnya di belakang Gina sambil mengelus perut wanita itu .


" Maaf " Ucap Fandi lirih .


" Aku tidak bermaksud menyakiti mu ,aku minta maaf !! Aku mencintaimu " Fandi mengeratkan pelukannya " Maaf karena permintaan ku membuatmu terluka ,aku minta maaf !! Jangan lagi mengatakan ingin meninggalkan aku , aku tidak bisa Gina "Fandi menhentikan ucapannya saat merasakan tubuh Gina bergetar menahan tangisannya .


" Aku akan menceraikan nya ,mengambil semua yang sudah aku berikan padanya ,tapi aku mohon kali ini menurut ,jika nanti kita Tidak bisa punya anak tidak papa ,asal kamu sehat berada di samping ku aku tidak masalah ,aku butuh kamu " Lanjutnya dengan serak .


" Maaf , Aku tidak ...."


Dengan pelan Fandi mengangkat wajah Gina hingga keduanya saling menatap.


" Maaf ,mungkin kata itu tidak pantas aku ucapkan karena sudah terlalu banyak menyakiti mu bahkan membuat luka yang belum tentu aku bisa sembuhkan ,tapi aku mohon beri aku satu kesempatan " Ujar Fandi mengelus pipi Gina yang tadi dia sentuh .


Cup


Fandi mencium pipi Gina lalu kembali menatap Gina dengan sorot mata menyesal .


" Maaf , CUP " Ucap Fandi,lalu mencium bibir Gina dengan lembut .


" Tadi aku mengeluarkan di dalam aku takut dia tumbuh ,apa tidak papa kamu minum obat kontrasepsi " Gina masih terdiam menatap Fandi .


" Dila bilang tidak papa, karena masih awal kalau kamu hamil nanti setelah lahiran baru ambil tindakan tapi selama hamil kamu harus di dampingi dokter terus dalam arti harus kontrol biar bisa di lihat perkembangan nya ,kalau kankernya semakin tumbuh berarti kita harus menggugurkan nya " Lanjutnya sambil merapikan rambut Gina yang menutupi wajahnya .


" Menurut mu gimana " Tanya Fandi lembut menatap bola mata Gina .

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan anak yang di kandung nya " Tanya Gina tanpa berniat menjawab pertanyaan Fandi.


" Itu akan menjadi urusan nya, aku akan menarik apartemen dan semua apa yang aku berikan dan Janji kan karena hanya aku yang bisa membatalkan nya " Jawab Fandi.


" Mau ikut " Gina menggeleng " Ikut iya ,biar kamu tahu kalau aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya, Gio juga akan ikut jadi saksi " Gina menatap Fandi, dia tahu jika pria itu serius dengan ucapan nya .


" Kenapa Hm " Gina menggeleng pelan " Mau pakai obat atau mau lanjut kan " Tanya Fandi lagi .


" Apa kakak masih mencintaiku " Fandi mengaguk dengan cepat " I loved you yesterday, now and forever " Jawab Fandi .


" Apa kakak tidak pernah tidur atau menyentuh nya lebih jauh " Fandi mengaguk serius " Kamu bisa tanya sama bibi yang bersama nya, aku selalu tidur di kamar terpisah dengan nya " Jawab Fandi serius.


" Aku ragu " Jawab Gina jujur memeluk Fandi menyembunyikan wajahnya di bidang dada Fandi .


"it's ok, tidak papa kamu hanya perlu waktu dan aku akan membuktikan jika aku serius dengan ucapan ku " Ucap Fandi mengelus kepala Gina dengan pelan .


" Apa tadi kamu kesakitan " Gina mengaguk " sedikit perih " Jawabnya .


" Maaf, aku tidak bisa menahan diri, CUP " Gina memejamkan matanya kuat, merasakan kehangatan dan kelembutan yang dulu pernah dia rasakan .


Tanpa ragu Gina semakin menguatnya pelukannya ,jujur dia merindukan momen di mana dia begitu manja pada Fandi, dan pria itu selalu mengikuti apa pun yang dia lakukan .


Dan sekarang dia kembali melakukan nya ,apa nanti akan kembali terulang apa ini akan berkahir ,Gina memejamkan matanya kuat saat tangan besar Fandi mengelus pipinya dengan lembut .


CUP


Fandi kembali mencium kening Gina dengan lembut dan membalas pelukan Gina .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote

__ADS_1


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2