
Pagi ini intan ikut Didin ke restoran seperti ucapan mereka semalam,intan akan memulai dari hal yang kecil dan saat anaknya nanti lahir dia bisa menceritakan pada nya .
Bahkan dia membawa bekal dari rumah, sepanjang perjalanan intan selalu tersenyum sambil menatap ke luar bahkan sampai di restoran begitu juga .
" Selamat pagi Nona bos " Sapa Zul .
" Pagi Kakak Zul " Balas intan lalu mengikuti langkah Didin masuk dalam ruangannya .
" Kalau bosan nanti ke luar saja, atau ingin makan yang lain bilang saja nanti Zul ke dapur " Ucap Didin .
" Iya kak " Jawab Intan Tersenyum,tidak berselang lama Zul masuk sambil membawa kopi dan juga minuman untuk intan .
" Kopi lagi " Didin mengaguk " Kaka Zul di ganti air mineral saja " Didin langsung menatap intan protes .
" Tapi ...."
" tidak papa Kaka Zul ,tadi kakak Didin sudah minum kopi di rumah " Zul menatap Didin yang masih intan .
" Kalau kakak tidak berani biar intan saja ...."
" Saya saja nona bos " Ucap Zul cepat ,dia tidak ingin mengambil resiko jika istri bosnya kenapa² saat di dapur nanti .
Lalu dia mengambil kembali gelas kopi yang belum di sentuh sama sekali .
" Apa kamu mengatur kebiasaan ku " Tanya Didin datar .
" Hanya untuk dua bulan ,setelah itu kakak bisa meminum sepuasnya " Jawab Intan tenang .
Didin menghela napas Panjang lalu membuka laptopnya,intan mendekat ke arah mejanya membuka bekal buah untuk Didin .
" Apa " Tanya nya kesal " Intan mau suapi kakak " Ucapnya Tersenyum .
Hap .
" Puas " intan mengaguk lalu tanpa permisi dia duduk di pangkuan Didin ,membuat sang empedu kaget melotot kan matanya tapi dia langsung memeluk pinggang intan karena kaget dan intan jatuh .
" Makasih 'Ujar nya lalu kembali menyuapi Didin dengan buah .
" Apa kau sengaja " Intan menggeleng " Aku hanya ingin membuat cerita yang nantinya akan aku ceritakan pada anakku jika dia sudah lahir " Jawabnya sambil tersenyum .
Didin menatap lekat wajah intan ,yang sepertinya wanita itu sudah membulat kan niatnya untuk berpisah dengan nya .
" Intan ' Intan menatap Didin tersenyum " Apa kamu yakin ingin berpisah " Intan mengaguk " Aku harus yakin kak, sekalipun tidak ingin !! Tapi aku tidak ingin egois mementingkan perasaan ku tanpa memikirkan perasaan kakak " Ucap intan tenang .
__ADS_1
" Kalau kakak ingin bertemu dengannya nanti ,silahkan aku tidak akan menghalangi itu karena bagiamana pun kakak ayah nya , sekalipun ....'
" Jangan katakan itu " potong Didin cepat ' Aku akan melakukan selama dua bulan ini " Intan mengaguk Tersenyum kecut .
" Makasih " Jawab intan,lalu kembali menyuapi Didin .
Ceklek .
" Waow pemandangan yang sangat merusak mata " Didin menahan pinggang intan saat akan berdiri lalu menggeleng " Kenapa ke sini " Tanya Didin dingin lalu bersandar di pundak intan yang menghadap ke depan .
" Aku akan menikah " Ucap Fandi to the poin.
" Iya aku sudah tahu, lalu " Tanya Didin lagi " Buah nya " Intan mengambil buah kembali menyuapi Didin .
" Lakukan itu setelah aku ke luar bajingan " Umpat Fandi kesal sedang kan Gio hanya diam saja .
" Dia istri ku, apa masalahmu " Lidah Fandi berdecak tapi dia senang melihat Didin bersikap baik pada intan .
" Aku akan menikah bulan depan ,tapi wanita nya bukan Dila " Didin mengeritkan keningnya bingung " Lalu disapa " Tanya Didin .
Fandi menarik bibirnya lebar lalu merapikan jasnya " Tentu dengan Gina " Jawabnya bangga .
Ceklek
" Kamu tidak salah Zul " Tegur Fandi .
" Tidak Tuan " Fandi menatap Didin saat Zul sudah ke luar dari ruangan Didin " Lupakan, Lalu Dila " Tanya Didin yang masih penasaran .
" Dia yang mengakhirinya dia sendiri yang menghadapi kedua orang tua kami, aku saja kaget !! Apa aku harus berterima kasih padanya " Tanya Fandi .
" Sepertinya iya ,karena dia aku bisa bersama Gina !! Bagaimana pun aku merasa bersalah padanya " Lanjutnya .
" Apa sebelumnya nya kamu bertemu dengan nya " Fandi menggeleng " Bahkan kami bertemu jika itu permintaan kedua orang tua kami contohnya makan malam " Jawab Fandi .
" Aneh " Didin menatap Gio " Ada apa dengan nya " Fandi menaikan bahunya " Sejak tadi dia sudah seperti ini " Jawab Fandi .
" Kenapa hanya aku " Tanya Didin .
" Masih kenyang " Jawab intan .
" Kalau begitu tutup kembali aku juga kenyang dari tadi kamu menyuapi ku terus " Intan menutup Kembali kotak bekal itu lalu memberikan air pada Didin .
" Makasih " Intan hanya mengaguk saja .
__ADS_1
" Gio " Gio menatap Didin " Apa " Tanya nya dengan datar .
" Ada masalah " Gio menggeleng " Kami mengenal mu Gio,jadi jangan pernah berbohong dengan kami " Gio menghela napas panjang .
" Belum saat nya " Jawab Gio .
" Apa kekasihmu selingkuh atau dia hamil "
bugh
" Awww sakit , aku hanya bertanya bego " Umpat Fandi kesal saat kakinya di tendang keras .
" pikiranmu terlalu jauh, selingkuh pun aku tidak terlalu peduli " Jawab Gio kesal .
" Kan siapa tahu " Jawab Fandi sambil mengelus kakinya .
Tok ...tok ...
' Masuk " Ucap Didin
ceklek
Intan langsung berdiri saat melihat seseorang yang masuk dengan pakaian koki nya .
" Tunggu di sini iya " Intan mengaguk lalu duduk di kursi kerjaan Didin .
CUP
Intan Tersenyum saat Didin memberikan ciuman di kening, lalu Didin mengambil laptopnya .
" Duduk chef " ucapnya sambil berjalan ke arah sofa .
" Iya bos " Jawab chef lalu duduk di sofa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
__ADS_1
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟