Cinta Sepihak

Cinta Sepihak
Ikut ke restoran


__ADS_3

Pagi ini intan ikut Didin ke restoran seperti ucapan mereka semalam,intan akan memulai dari hal yang kecil dan saat anaknya nanti lahir dia bisa menceritakan pada nya .


Bahkan dia membawa bekal dari rumah, sepanjang perjalanan intan selalu tersenyum sambil menatap ke luar bahkan sampai di restoran begitu juga .


" Selamat pagi Nona bos " Sapa Zul .


" Pagi Kakak Zul " Balas intan lalu mengikuti langkah Didin masuk dalam ruangannya .


" Kalau bosan nanti ke luar saja, atau ingin makan yang lain bilang saja nanti Zul ke dapur " Ucap Didin .


" Iya kak " Jawab Intan Tersenyum,tidak berselang lama Zul masuk sambil membawa kopi dan juga minuman untuk intan .


" Kopi lagi " Didin mengaguk " Kaka Zul di ganti air mineral saja " Didin langsung menatap intan protes .


" Tapi ...."


" tidak papa Kaka Zul ,tadi kakak Didin sudah minum kopi di rumah " Zul menatap Didin yang masih intan .


" Kalau kakak tidak berani biar intan saja ...."


" Saya saja nona bos " Ucap Zul cepat ,dia tidak ingin mengambil resiko jika istri bosnya kenapa² saat di dapur nanti .


Lalu dia mengambil kembali gelas kopi yang belum di sentuh sama sekali .


" Apa kamu mengatur kebiasaan ku " Tanya Didin datar .


" Hanya untuk dua bulan ,setelah itu kakak bisa meminum sepuasnya " Jawab Intan tenang .


Didin menghela napas Panjang lalu membuka laptopnya,intan mendekat ke arah mejanya membuka bekal buah untuk Didin .


" Apa " Tanya nya kesal " Intan mau suapi kakak " Ucapnya Tersenyum .


Hap .


" Puas " intan mengaguk lalu tanpa permisi dia duduk di pangkuan Didin ,membuat sang empedu kaget melotot kan matanya tapi dia langsung memeluk pinggang intan karena kaget dan intan jatuh .


" Makasih 'Ujar nya lalu kembali menyuapi Didin dengan buah .


" Apa kau sengaja " Intan menggeleng " Aku hanya ingin membuat cerita yang nantinya akan aku ceritakan pada anakku jika dia sudah lahir " Jawabnya sambil tersenyum .


Didin menatap lekat wajah intan ,yang sepertinya wanita itu sudah membulat kan niatnya untuk berpisah dengan nya .


" Intan ' Intan menatap Didin tersenyum " Apa kamu yakin ingin berpisah " Intan mengaguk " Aku harus yakin kak, sekalipun tidak ingin !! Tapi aku tidak ingin egois mementingkan perasaan ku tanpa memikirkan perasaan kakak " Ucap intan tenang .

__ADS_1


" Kalau kakak ingin bertemu dengannya nanti ,silahkan aku tidak akan menghalangi itu karena bagiamana pun kakak ayah nya , sekalipun ....'


" Jangan katakan itu " potong Didin cepat ' Aku akan melakukan selama dua bulan ini " Intan mengaguk Tersenyum kecut .


" Makasih " Jawab intan,lalu kembali menyuapi Didin .


Ceklek .


" Waow pemandangan yang sangat merusak mata " Didin menahan pinggang intan saat akan berdiri lalu menggeleng " Kenapa ke sini " Tanya Didin dingin lalu bersandar di pundak intan yang menghadap ke depan .


" Aku akan menikah " Ucap Fandi to the poin.


" Iya aku sudah tahu, lalu " Tanya Didin lagi " Buah nya " Intan mengambil buah kembali menyuapi Didin .


" Lakukan itu setelah aku ke luar bajingan " Umpat Fandi kesal sedang kan Gio hanya diam saja .


" Dia istri ku, apa masalahmu " Lidah Fandi berdecak tapi dia senang melihat Didin bersikap baik pada intan .


" Aku akan menikah bulan depan ,tapi wanita nya bukan Dila " Didin mengeritkan keningnya bingung " Lalu disapa " Tanya Didin .


Fandi menarik bibirnya lebar lalu merapikan jasnya " Tentu dengan Gina " Jawabnya bangga .


Ceklek


" Kamu tidak salah Zul " Tegur Fandi .


" Tidak Tuan " Fandi menatap Didin saat Zul sudah ke luar dari ruangan Didin " Lupakan, Lalu Dila " Tanya Didin yang masih penasaran .


" Dia yang mengakhirinya dia sendiri yang menghadapi kedua orang tua kami, aku saja kaget !! Apa aku harus berterima kasih padanya " Tanya Fandi .


" Sepertinya iya ,karena dia aku bisa bersama Gina !! Bagaimana pun aku merasa bersalah padanya " Lanjutnya .


" Apa sebelumnya nya kamu bertemu dengan nya " Fandi menggeleng " Bahkan kami bertemu jika itu permintaan kedua orang tua kami contohnya makan malam " Jawab Fandi .


" Aneh " Didin menatap Gio " Ada apa dengan nya " Fandi menaikan bahunya " Sejak tadi dia sudah seperti ini " Jawab Fandi .


" Kenapa hanya aku " Tanya Didin .


" Masih kenyang " Jawab intan .


" Kalau begitu tutup kembali aku juga kenyang dari tadi kamu menyuapi ku terus " Intan menutup Kembali kotak bekal itu lalu memberikan air pada Didin .


" Makasih " Intan hanya mengaguk saja .

__ADS_1


" Gio " Gio menatap Didin " Apa " Tanya nya dengan datar .


" Ada masalah " Gio menggeleng " Kami mengenal mu Gio,jadi jangan pernah berbohong dengan kami " Gio menghela napas panjang .


" Belum saat nya " Jawab Gio .


" Apa kekasihmu selingkuh atau dia hamil "


bugh


" Awww sakit , aku hanya bertanya bego " Umpat Fandi kesal saat kakinya di tendang keras .


" pikiranmu terlalu jauh, selingkuh pun aku tidak terlalu peduli " Jawab Gio kesal .


" Kan siapa tahu " Jawab Fandi sambil mengelus kakinya .


Tok ...tok ...


' Masuk " Ucap Didin


ceklek


Intan langsung berdiri saat melihat seseorang yang masuk dengan pakaian koki nya .


" Tunggu di sini iya " Intan mengaguk lalu duduk di kursi kerjaan Didin .


CUP


Intan Tersenyum saat Didin memberikan ciuman di kening, lalu Didin mengambil laptopnya .


" Duduk chef " ucapnya sambil berjalan ke arah sofa .


" Iya bos " Jawab chef lalu duduk di sofa .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Didin dan Intan menjadi Novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote

__ADS_1


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2