Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Kedatangan pengantin baru


__ADS_3

Kini semua keluarga datang ke rumah sakit. Bahkan, bunda dan pak Hamzah juga ikut menjenguk Kinan dan bayi nya.


Lima hati kemudian Kinan sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Namun karena Erina meminta agar adiknya sementara untuk tinggal bersama mereka, agar ada yang membantunya.


Joddy pun mengizinkan, karena jika istrinya di rumah pasti akan merasa kesepian. Apalagi kondisi Kinan yang masih masa penyembuhan dan belum terbiasa mengurus baby seorang diri.


Kini rumah Erina, terlihat ramai karena keluarganya semuanya berkumpul di sana. Zio merasa senang karena di rumahnya ada nenek, kakek tante dan om nya semuanya berkumpul.


Bayi laki-laki yang di beri nama Kenzo Al Latif. Membuat Kinan dan Joddy terlihat bahagia dengan kehadiran putra mereka.


Hingga Dua bulan kemudian Noval dan keluarga berniat ingin datang ke rumah keluarga Hasna, yang tak lain wanita yang di cintai oleh Putra satu-satunya Bu Hesti.


Terlihat Rona wajah bahagia pada kedua calon pengantin. Berniat keluarga akan mengadakan pernikahan mereka satu bulan kemudian.


Satu bulan kemudian.


Persiapan pernikahan semua sudah siap, seluruh anak dan menantu Bu Hesti juga sudah berkumpul di rumah mereka.


Bu Hesti sendiri merasa bahagia saat rumahnya kumpul dengan anak cucu dan menantunya. Apalagi semuanya terlihat akrab satu sama lain, sengaja mereka mengambil cuti panjang agar bisa berkumpul dengan saudara di rumah orang tuanya.


Asqia, Kinan dan Erina sedang asyik berbincang dengan Bu Hesti. Sedangkan Ferdian, Joddy, Azriel dan Noval semua berkumpul, sambil menjaga tiga anak kecil yang kini berada di tengah-tengah mereka.


Azriel yang melihat tingkah lucu dari Zio dan adiknya Yuna. Karena sejak tadi bocah perempuan yang berusia 10 bulan, terlihat semakin aktif. Sangat lengket dengannya, dan itu membuatnya ingin sekali segera memiliki momongan.


Sebenarnya Azriel sangat ingin memiliki anak, namun ia tak ingin memaksa istrinya untuk segera hamil. Apalagi ia mengingat Qia yang pernah kehilangan bayinya saat terjatuh dari jurang. Ia takut jika rasa trauma masih di rasakan olehnya.


Dua hari kemudian adalah hari yang di nantikan Noval untuk meminang Hasna wanita yang ia cintai. Yang di mana saat ini mereka berdua sudah sah menjadi pasangan suami-istri.


Noval terlihat bahagia saat duduk bersanding di pelaminan dengan Hasna, wanita yang tak lain teman sekolahnya.


Bu Hesti terharu menyaksikan pernikahan putranya.


'Yah, apa kamu lihat putra kita duduk bahagia dengan wanita yang mencintainya. Aku rasanya waktu cepat berlalu, tak terasa saat ini kamu sudah pergi meninggalkan aku cukup lama. Tidak ada kamu di sini, aku kehilangan teman berbagi cerita, kalau biasanya Noval yang menjadi pengganti kamu. Kini aku harus siap kehilangan momen bersama dengannya.'


Bu Hesti menghapus air di sudut matanya. Erina dan Kinan tau, saat ini apa yang di rasakan ibunya. Mereka berdua menggenggam tangan wanita yang selalu mengurus mereka sejak kecil.


Malam harinya.

__ADS_1


Bu Hesti beserta anak cucu dan menantunya, sudah kembali ke rumah. Karena acara pernikahan sudah selesai.


Noval pun untuk sementara waktu, tinggal di rumah orang tua Hasna. Untuk sekalian berkemas, karena ia akan memboyong istrinya untuk tinggal bersamanya.


Dua hari kemudian.


Hari ini, para keluarga sedang menunggu kedatangan Noval untuk pulang ke rumah, dengan membawa istrinya. Terlihat wajah bahagia pada Bu Hesti yang tak sabar menanti kedatangan putranya.


Saat Erina dan Bu Hesti sedang menata makanan di atas meja. Asqia pun datang, dengan di belakang, di ikuti Azriel.


"Qia, kita ke rumah sakit ya! Kamu pucat banget!" kata Azriel dengan mengajak istrinya.


"Apaan si Mas aku baik-baik aja," jawab Qia.


Erina dan Bu Hesti, melihat perdebatan kecil antara Asqia dan Azriel.


"Ada apa sih ini?" tanya Bu Hesti.


"Ini Bu, Asqia sakit. Aku minta dia untuk ke dokter agar tau dia sakit apa?" jawab Azriel.


"Qia, apa yang Azriel katakan benar. Wajah kamu pucat, lebih baik dengarkan apa yang suami kamu katakan!" nasihat Bu Hesti.


"Qia ...."


Bu Hesti Erina dan Azriel terkejut saat tubuh Asqia hampir terjatuh.


Azriel yang memang tau istrinya lemah menahan tubuhnya yang hampir terjatuh, dan tertahan olehnya.


Tanpa pikir panjang, Azriel segera menggendongnya dan membawa Asqia ke dokter dengan di antar Joddy.


Sedangkan Ferdian membantu menjaga anak-anak di saat sang istri sibuk menyiapkan makanan untuk kedatangan Noval dan istrinya.


Tiga puluh menit kemudian.


Terdengar sura deru mesin mobil di depan rumah. Saat Bu Hesti lihat, ternyata sebuah taksi berhenti di halaman.


Bu Hesti dan yang lainnya tersenyum saat yang keluar dari mobil ternyata Noval dan Hasna. Dua orang yang sejak tadi di nantikan. Sepasang pengantin baru itu datang dengan senyuman kebahagiaan, saat melihat seluruh keluarga menyambutnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum ..." ucap Noval dan Hasna dengan senyuman.


"Waalaikumsallam, akhirnya datang juga." Bu Hesti menghampiri anak dan menantunya.


Tak lupa Noval dan Hasna mencium tangan ibu. Noval di pelukannya karena sang ibu Dangan merindukan putranya.


Bu Hesti juga memeluk Hasna, seorang gadis yang ia inginkan untuk di jadikan menantunya.


"Cantiknya menantu ibu. Selamat datang di rumah ini ya nak,"


"Iya ibu, terimakasih atas sambutan ibu dan yang lain," Jawab Hasna. Lalu menatap ke arah Erina.


"Kak Erina," Sapa Hasna, melihat kakak iparnya.


"Iya Hasna, ya ampun kakak senang akhirnya kamu yang jadi istri adikku." Erina memeluk adik iparnya.


Hasna juga bersalaman dengan Ferdian, dan juga Kinan. Ia merasa senang bisa masuk di keluarga yang selalu baik kepadanya.


"Sekarang kita masuk ya! Ibu dan kakak kamu sudah masak, makanan spesial buat kamu dan Noval." Sambil menyentuh lengan Hasna.


"Ooh ya.. Ya ampun Terima kasih ya Bu, Kak Erin,"


"Sama-sama, lagian kita gak pernah makan bersama. Jadi sekalian deh kakak dan ibu masak banyak," jawab Erina seraya tersenyum.


Bu Hesti menggandeng tangan menantunya, sedangkan Noval di acuhkan.


"Ya ampun kejamnya ibu ku. Mentang-mentang menantu barunya datang. Putranya sendiri tersingkirkan!" Noval berlaga kesal.


Bu Hesti dan Hasna tersenyum melihat ekspresi Noval.


"Dari pada iseng, mendingan aku bawa gadis cantik ini saja lah." Sambil menggoda baby Yuna, yang berada di gendongan Erina.


"Cantiknya om, tiga hari gak ketemu kamu rasanya kangen banget." Noval mencium pipi bayi mungil yang sedang terkekeh geli.


Semuanya tertawa melihat baby Yuna tertawa. Sedangkan Erina menggandeng lengan suaminya, yang sejak tadi dengan sabar mengurus dua anaknya. Di saat dirinya sibuk membantu sang ibu berkutat di dapur.


Saat seluruh keluarga duduk di ruang tamu. Erina masih setia di samping suaminya, tangan Ferdian pun semakin enggan melepaskan tangan istrinya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2