Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Asqia tertangkap


__ADS_3

Ferdian terkekeh melihat sikap istrinya, apalagi dengan kedua pipinya memerah. Ferdi senang meledek Erina.


Saat itu terdengar suara seorang bersholawat dari toa musholah, menunjukan waktu subuh sebentar lagi.


Erina berjalan menuju depan cermin, menyisir rambutnya yang sepundak.


"Mas, lebih baik kamu bersih-bersih dan ke musholah. Waktu subuh sebentar lagi. Daripada kamu bicara terus, dan mengarah ke sana. Risih aku mendengarnya," nada bicara Erina terdengar jutek.


Erina bukannya kesal, melainkan malu. Jika suaminya terus menggodanya dan membicarakan tentang kejadian semalam, apalagi sampai mengatakan dirinya mengeluarkan suaranya yang semalam. Sungguh sangat-sangat malu.


Ferdian pun terkekeh melihat wajah istri bersemu merah.


"Iya se*si nya Mas," Ferdian masih betah menggodanya istrinya.


Saking gemasnya, Erina ingin sekali memukul suami menggunakan sisir yang saat ini dia pegang. Ferdian sedikit bergidik ngeri melihat ekspresi istrinya. ia pun berlari dan masuk kedalam kamar mandinya, sambil tertawa.


"Erina-Erina kamu itu semakin lama, semakin menggemaskan. Aku jadi suka menggoda kamu, dengan raut wajah kamu yang seperti itu. Dari SMA, sampai sekarang, aku baru tau kamu itu mempunyai sisi lucu yang membuat aku makin gemas dan cinta sama kamu. Pantas saja Damar yang dulu liar, bisa luluh sama kamu. Ternyata kamu mempunyai sisi yang unik, dan itu kamu rahasiakan di balik pendiam nya kamu," ucap Ferdian seorang diri saat mengingat tentang istrinya.


Siang harinya, Ferdian mendapati panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal.


"Hallo, siapa ini?"


"Ooh ... Ridwan, ada apa Wan?"


"Begitu ya, syukurlah kalau sudah di temukan. Baik kalau begitu saya ucapkan terimakasih. Nanti saya beri tau Joddy untuk urusan pembayaran. Oke, sama-sama, yoo ...."


Panggilan berakhir, saat itu juga Erina datang dengan membawa Yuna dalam kamar. Ferdian tak mengetahui kedatangannya.


"Akhirnya kamu di temukan juga Qia. Setidaknya aku merasa lega dengan kamu berada di dalam sel,"


Erina mendengar suaminya bicara tentang adiknya yang tertangkap. Ia segera meletakkan baby Yuna di tempat tidurnya, lalu menghampiri suaminya.


"Apa adikku sudah tertangkap?" tanya Erina, Ferdian terkejut mendengarnya.


Ferdian bingung ingin mengatakan apa, karena ia tau pasti istrinya akan sedih saat mendengarnya.


"Iya sayang, tadi orang suruhannya Joddy menghubungi ku. Katanya Qia sudah tertangkap, dan sekarang berada di penjara," jelas Ferdian.

__ADS_1


Mata Erina mengembun, mendengar kebenaran kalau Asqia sudah berhasil di tangkap polisi. Ada rasa tak tega di benaknya, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.


Ferdian segera membawa istrinya ke dalam pelukannya.


"Sayang, kamu yang sabar ya. Ini adalah hukuman untuk adikmu, karena dia sudah bekerja sama dengan mereka. Dia memang adik kamu, tapi hukum harus tetap berjalan." Erina hanya bisa mengangguk.


Sore harinya, Ferdian dan Erina pergi ke kantor polisi, untuk menemui Asqia. Kini mereka sudah berhadapan dengan Qia, yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya saja. Ia tak berani menatap wajah kakaknya.


"Dek, kenapa kamu melakukan itu ke kami? Apa salah kami sama kamu Qia! Kamu bekerja sama dengan Bu Nurma dan Melody, yang jelas-jelas mereka telah menyakiti kakak!" ucap Erin dengan penuh penekanan, di samping itu ada Ferdian yang menguatkan istrinya bicara.


Qia masih diam tak menjawab, tapi Erina dapat melihat ada wajah penyesalan pada adiknya itu.


"Meskipun kita tak seibu, tapi kamu sudah kakak anggap seperti adik sendiri. Kakak sayang sama kamu dek, bahkan kakak rela celaka demi kamu. Pasti kamu ingat kan? Saat kamu hampir tertabrak, kakak mendorong kamu dan akhirnya apa? Semuanya itu aku lakukan karena kamu adikku!"


Flashback


Beberapa tahun lalu, saat Erina dan Asqia masih duduk di bangku SD. Mereka hendak pulang sekolah, saat itu Qia marah dengan kakaknya yang tidak membolehkan adiknya jajan sembarangan.


Saat itu Asqia kesal dan marah, ia pun berjalan lebih dulu, sedangkan Erina di belakangnya. Namun saat hendak menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah mobil box melaju dengan kecepatan tinggi.


Saat itu juga Erina yang melihat kalau adiknya hampir tertabrak, segera mendorong Asqia, sampai ke pinggir jalan.


Asqia hanya bisa menatap Kakak dengan lemas, dan hanya bisa menangis karena merasa bersalah. Dari saat itu, Erina koma, sampai satu bulan lamanya, dan kakinya mengalami luka yang cukup parah.


Flashback of


Hiks ... hiks ... hiks ...


Asqia menangis, menyesali perbuatannya itu. Lalu ia berlutut di kaki Erina.


"Maafkan aku kak, aku selalu berbuat salah ke kakak. Aku pantas mendapatkan hukuman seperti ini, aku salah kak. Aku menyesal sudah membantu mereka semua. Tapi aku lakukan itu karena terpaksa kak, aku tidak berbohong."


Erina tak sanggup melihat adiknya berlutut di hadapannya sampai mencium kakinya.


"Mereka semua membohongi ku, mereka hanya memanfaatkan ku untuk mencelakai kakak. Aku melakukan itu, karena ...."


Hiks ... hiks ... hiks

__ADS_1


Asqia tak melanjutkan perkataannya, Erina merasa ada sesuatu yang di rahasiakan adiknya.


"Karena apa Qia, apa yang kamu sembunyikan dari kakak?" Tanya Erina dengan memaksa adiknya agar bicara, karena dia tau adiknya seperti apa.


Akhirnya Qia menceritakan kejadian yang membuat dirinya terpaksa bekerja sama dengan Niko, Bu Nurma dan Melody untuk melakukan kejahatan.


Flashback


Saat kejadian di rumah Erina, sebenarnya Qia sudah bekerjasama dengan Melody dan Bu Nurma. Karena rupanya, Niko kekasihnya Qia, dia adalah sepupu dengan Melody.


Niko di suruh Melody untuk membuat rumah tangga Erina hancur, dengan cara Qia menggoda Ferdian. Namun karena gagal ia menggoda Ferdi. Akhirnya Asqia pun di usir, oleh ibunya. Ia pun ikut dengan kekasihnya, untuk tinggal bersamanya.


Bukan hanya itu, Niko juga sudah merenggut kesucian Qia sampai, sampai hamil dua bulan.


Niko berjanji akan bertanggung jawab asal tetap tinggal bersamanya dan membantunya.


Namun ternyata Qia di manfaatkan oleh mereka, untuk mencari tau kelemahan Erina.


Qia memberi tau, kalau Kakaknya tidak bisa mendengar kabar seseorang yang di sayang mengalami sesuatu. Ia akan mudah panik, apalagi mereka tau kalau Erina sedang hamil besar. Itu di jadikan kesempatan oleh mereka.


Di tambah lagi, ia tau kalau ibunya sedang menemani Kakaknya, karena Ferdian sedang keluar kota. Niko yang mencari tau plat nomor kendaraan Ferdi, menyabotase mobilnya agar mereka celaka.


Karena misinya sudah selesai, Qia meminta agar Niko bertanggung jawab. Namun apalah daya, ia tak mau, menikahinya.


Dua hari kemudian, Niko membawa Qia ke suatu tempat. Bahkan ia sendiri tak tau tempat apa, karena tempat itu sangat gelap.


Namun saat itu juga Asqia tau kalau dirinya ingin di lenyapkan oleh kekasihnya. Niko hendak membunuhnya, agar ia tidak harus bertanggung jawab atas kehamilan kekasihnya.


Dengan jahatnya Niko membawa Qia ke sebuah bukit, dengan senyuman menyeringai ia mendorong tubuh kekasihnya ke bawah. Hingga ia terjatuh, ke jurang, namun tak terlalu curam.


Qia di tolong oleh seorang nenek bernama nenek-nenek Asenih, dan di bawa ke rumah gubuk yang kecil. Asqia sempat tak sadarkan diri hingga tiga bulan lamanya. Yang paling menyakitkan, kalau dirinya sudah kehilangan janinnya.


Selama di rumah nenek Asenih, dan cucunya bernama Azriel. Qia selalu meratapi kesalahannya, yang telah di perbuat selama ini. Sampai tiga bulan lamanya ia dirawat di sana, sampai pulih.


Dua hari kemudian Asqia berniat ingin kembali pulang, dan di antar oleh Azriel untuk kembali ke rumah ibunya.


Namun saat di perjalanan, mereka di halangi oleh seseorang yang menyebutkan kalau mereka suruhannya Ferdian. Lalu Asqia pun di bawa oleh mereka semua.

__ADS_1


Flashback of


Bersambung ....


__ADS_2