
Noval yang mengantar, merasa tak tega melihat kakaknya sedang meringis kesakitan. Ia jadi kepikiran istrinya, yang sekarang usia kandungannya sudah enam bulan.
Kini Asqia sedang di tangani oleh bidan, yang mengurus persalinan nya. Azriel pun juga menemani istrinya di dalam, dengan dengkul yang sudah gemetar ia tetap menemani proses kelahiran bayinya.
"Aaaarrrggghhh ... Huuuffhh ... Huff!"
Asqia mengejan, seperti yang di arahkan ibu bidannya.
"Sekali lagi ya bunda sayang!
Dikit lagi baby nya akan keluar !" kata dokter.
Asqia mengangguk, mendengarkan apa yang Bu bidan jelaskan. Azriel yang setia menemani istrinya, Menggenggam erat tangan Qia.
"Yang kuat ya sayang. Aku yakin kamu bisa, dikit lagi baby kita lahir." Bisik Azriel sambil membelai kepala sang istri, lalu di kecup bibirnya.
Membuat bidan dan suster yang membantu persalinan, melihat pemandangan yang saat ini ada di depannya.
"Ayo ibu, saya hitung sampai tiga, siap-siap ya!" arahan dari ibu bidannya. "Satu, dua, tiga ...!"
"Eeemmppp ... ibuu ...."
Ucap Asqia, berteriak memanggil ibunya, dan mencengkeram erat tangan Azriel. Sampai sang suami merasakan sakit, saat kuku-kuku sang istri menusuk kulitnya.
Ooooeeekk ... oooeeekk ...
Terdengar suara bayi menangis, Qia dan Azriel tersenyum bahagia. Asqia menangis saat mendengar suara tangisan anaknya.
Asqia menangis, saat mendengar suara tangisan bayinya. Azriel terharu, saat pertama kalinya, ia merasakan getaran hebat seperti ini, saat melihat anaknya berjenis kelamin laki-laki.
Kini Azriel keluar dari ruangan Qia berada, dan di luar ternyata sudah ada, Erina, Ferdian, dan Bu Hesti.
"Zriel bagaimana keadaan Qia? Tadi ibu mendengar suara tangisan bayi,"
"Iya Bu. Alhamdulillah Qia sudah melahirkan, dan anak kami, jagoan," jawab Azriel dengan rasa bahagia.
"Selamat ya Zriel akhirnya kamu sekarang jadi seorang ayah." Kata Ferdian bersalaman dengan adik iparnya.
Azriel membalas uluran tangan, dan bersalaman dengan kakak iparnya, yang tak lain bos di tempat kerjanya.
"Terima kasih Mas, aku saat ini sangat bahagia karena aku dan Qia menjadi orang tua," jawab Azriel.
__ADS_1
Keesokan harinya, Asqia sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Kini di rumah Bu Hesti ramai dengan anak menantu dan cucunya.
Apalagi dengan adanya anak laki-laki Qia, yang di berikan nama Baby Adam Aziel. Membuat suasana menjadi rame.
Tiga bulan kemudian.
Kini Noval sedang menjadi peran penting untuk menjadi suami siaga. Yang dimana sang istri sudah mendekati hari persalinan.
Ia seperti ayahnya yang setia menemani sang istri. Benar saja, di saat Noval sedang menemani istrinya dan mengusap pinggang Hasna, yang sejak tadi merasa mulas.
"Kita ke rumah sakit ya sayang!" ajak Noval.
"Iya Mas, " jawab Hasna yang terlihat matanya berembun.
"Ya sudah ayo kita kerumah sakit. Aku khawatir banget sama kamu. Sebentar aku ambil tas perlengkapan dulu," Hasna mengangguk.
Kini Noval membantu memapah istrinya untuk berjalan, dan memanggil ibunya.
Bu Hesti keluar kamar dan melihat putranya sedang membawa tas di pundaknya.
"Ada apa Val?" tanya Bu Hesti.
"Bu, istri ku bilang perutnya sakit sejak tadi. Aku ingin membawa Hasna ke rumah sakit,"
Kini Noval dan Bu Hesti sedang membawa Hasna ke rumah sakit.
Noval sendiri kini sedang menemani istrinya di dalam ruang persalinan. Terlihat wajahnya sangat cemas dan khawatir, saat melihat sang istri yang sedang berjuang hidup dan mati, untuk anak mereka.
Noval menggenggam tangan istrinya, dan membisikan ayat-ayat Allah. Membuat Hasna merasa tenang saat mendengarnya.
"Eeeeemmmmn.... Allahu Akbar!" teriak Hasna saat mengejan, dan tak lamanya terdengar suara tangisan bayi.
Noval mengecup kening Hasna, saat istrinya berhasil berjuang untuk melahirkan buah cintanya dengan selamat.
"Selamat ya sayang, kamu wanita hebat ku. Terima kasih kamu sudah berjuang untuk melahirkan anak kita." Di kecupnya kembali kening Hasna.
Bulir bening keluar dari pelupuk matanya, dan Noval pun segera menghapusnya.
"Dia cantik seperti kamu, kita kasih nama Nura Hanifah ya. Yang artinya, cahaya yang di percaya . Jadi anak kita adalah cahaya yang di percaya Allah yang di titipkan kepada kita." Hasna mengangguk mendengar nama yang suaminya berikan.
"Iya Mas, aku setuju. Nama yang cantik dan bagus artinya ,"
__ADS_1
Noval pun tersenyum mendengar jawaban sang istri yang setuju anaknya di beri nama itu.
Kini rumah Bu Hesti seperti ada cahaya pelangi menerangi rumahnya. Terdengar suara bayi yang membuat suasana mejadi ramai.
Semua keluarga kembali berkumpul, untuk melihat baby Nura, yang terlihat lucu dan menggemaskan.
Noval pun merasa bahagia, kini keluarganya lengkap dengan adanya baby Nura di tengah-tengah mereka.
Bu Hesti sangat bahagia melihat kini anak-anaknya sudah memiliki kebahagiaan masing-masing.
Begitu juga dengan Noval, meskipun ia sudah memiliki istri dan seorang anak. Tapi perhatiannya kepada sang ibu, tak pernah berkurang. Kini di hatinya, ada tiga wanita yang sangatlah penting baginya. Maka tidak ada yang di kurangi kasih sayangnya untuk mereka.
Hasna pun sebagai seorang istri dan menantu di rumah itu. Ia juga menganggap Bu Hesti seperti ibu kandungnya sendiri. Ia juga tak keberatan jika suaminya memberikan perhatiannya untuk sang ibu.
Asqia yang kini juga sudah bahagia mendapatkan peran sebagai seorang ibu, dan menjadi istri dari seorang pria yang begitu sabar dan penyayang seperti Azriel. Membuat kehidupannya kini menjadi pribadi yang baik.
Kinan dan Joddy.
Mereka pasangan suami-istri yang paling memahami. Apalagi dengan sikap Kinan yang terkadang sedikit manja kepadanya, membuat Joddy merasa harus menjadi pria yang sabar jika berada di tengah-tengah anak dan istrinya.
Lain dengan mereka, kehidupan keluarga Erina di penuhi kebahagiaan yang lebih. Keinginan Ferdian yang ingin memiliki anak, kini terkabul.
Di saat Yuna berusia dua tahun, keinginan Ferdian terkabul. Ternyata sang istri sedang mengandung anak ke tiganya. Erina pusing mendengar rengekan sang suami yang ingin memiliki anak kembali.
Kini Ferdian dan Erina dikarunia tiga anak-anak yang sangat lucu-lucu dan menggemaskan. Apalagi dengan anak ketiga mereka dengan berjenis kelamin laki-laki, membuat Ferdi semakin menyayangi sang istri.
Zio yang kini sudah berusia hampir enam tahun. Semakin terlihat pintar karena dirinya sudah memiliki dua adik yang harus ia jaga. Anak itu tidak rewel atau mengganggu adik-adiknya di saat mengajak adiknya bermain.
Kini lengkap lah sudah kebahagiaan mereka, yang di penuhi dengan malaikat kecil yang sangat lucu-lucu.
...TAMAT...
Assalamu'alaikum.... Hai hai semuanya. Aku ucapkan banyak terimakasih kepada kalian yang sudah setia membaca Cinta untuk Erina sampai tamat.
Tanpa kalian karyaku tidak ada apa-apa nya. Sebenarnya sedih sih, jika cerita ini tamat. Tapi aku tidak ingin kalian bosan, membaca cerita nya yang akan bertele-tele nantinya. Mangkanya aku tamatin deh. Maaf ya !
Jangan lupa aku juga masih punya karya terbaru yang gak kalah bagus ceritanya, seperti Erina.
Langsung lanjut cuss aja yuk ke sini 👇!
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti banget bagi aku !!