
Setelah makan siang, dan minum obat, Erina pun tertidur. Saat di lihat istrinyanya tertidur, Ferdian menghubungi seseorang.
"Segera cari tau, siapa dalang dari kejadian yang membuat istriku seperti ini!" ucap Ferdian memerintahkan seseorang di balik telponnya.
Sambil mengepalkan tangannya Ferdian menahan rasa geramnya.
Sore harinya, Noval dan Bu Hesti datang dengan membawa Zio. Erina yang kebetulan sedang memberikan Asi kepada putrinya yang diberi nama Yuna Kirania.
"Bubu ...."
Terdengar suara ceria, dari depan pintu. Saat di lihat ternyata anak kecil laki-laki, dengan tersenyum manis menatap Erina dan Ferdian.
"Hei jagoan ayah." Sapa Ferdian menghampiri Zio.
Dengan rasa senang melihat jagoan kecil, yang sangat ia rindukan. Ferdian segera menggendong Zio, lalu memeluknya.
"Uuuhh ... Yayah kangen Nak sama kamu." Ferdian mencium pipi Zio dengan gemas.
"Zio juga kangen Yayah, yang lama puyang!" jawab anak itu dengan cemberut.
"Hahaha Yayah kerja sayang, mangkanya baru pulang. Sini lihat dede bayi yuk! Adik kamu sangat lucu seperti kamu,"
"Dede bayi, adik Zio?" tanyanya.
Erina mendengar suara Zio langsung tersenyum. Anak itu tercengang melihat bubu nya terlihat pucat, dengan tangan yang terpasang infus.
"Yayah, Zio mau sayang bubu!" pinta anak kecil itu.
Ferdian mengerti maksud dari Zio, yang tak tega melihat wajah ibunya yang pucat. Ferdi pun mengangguk, lalu mendekatkan putranya ke wajah ibunya.
Cup!
"Cepat sembuh Bubu, Zio sayang bubu dan dedek,"
__ADS_1
Ucapan Zio, yang terdengar lucu, namun masih belum begitu jelas. Membuat Erina dan lainnya tersenyum mendengarnya.
"Terimakasih jagoan, dan anak pintar. Bubu juga sayang Zio." Erina mencium balik putra kecilnya.
Zio melihat adik bayinya yang tertidur di samping ibunya, ia pun tersenyum. Dirinya merasa sekarang ia sudah menjadi seorang kakak.
"Yayah,"
"Hem ... kenapa Nak?"
"Ini adik Zio?"
"Iya sayang, ini adik Zio. Lucu ya?" ucap Ferdian dan di angguki oleh putranya.
"Dede nya lucu Yah. Kapan dedenya pulang ke lumah Yah?" tanya Zio.
"Dede nya akan pulang, bareng Bubu sayang. Tapi bubu nya belum sehat, kamu yang sabar ya, untuk berkumpul dengan bubu dan adik?"
"Iya Yah," jawab Zio.
Tidak lamanya, Joddy datang bersama Kinan, yang duduk di kursi roda.
"Kakak,"
"Kinan, kamu kok kesini bukannya kamu harus istirahat."
"Aku khawatir dengan kakak, aku juga ingin lihat keponakan ku yang lucu-lucu," jelas Kinan.
"Yasudah, tapi kamu harus jaga kesehatan. Apalagi kamu sekarang sedang hamil," ucap Erina, karena Ferdian sudah menceritakan tentang kehamilan adiknya itu.
"iya kak." jawab Kinan.
Kini di ruangan Erina, Kinan, Zio dan Bu Hesti, sedang di dalam kamar tempat Erina. Sedangkan Ferdian, Joddy dan Noval. Mereka sedang berada di luar ruangan.
__ADS_1
Noval memberikan handphone milik Erina.
"Ini ka Ferdi, handphone milik kakak."
"Terimakasih Val." Saat handphone milik istrinya berada di tangannya.
Ferdian mengotak atik handphone tersebut, yang di mana terlihat panggilan masuk dari nomor yang tak di kenal. Joddy menghubungi nomor seseorang, dengan raut wajah serius.
Tidak lamanya, ada seorang laki-laki menggunakan jaket hitam dan topi berwarna biru, menghampiri Ferdian, Joddy dan Noval.
"Sekarang kamu cari tau nomor ini. Ingat saya ingin kamu bisa menemukan orang itu secepatnya!"
"Siap Pak, saya akan menemukan orang yang anda maksud,"
Orang itu seorang hacker terhebat, ia mencari tau di alat alat berlayar pipih. Tidak membutuhkan waktu lama, pria itu berhasil menemukan nomor yang sudah menghubungi Erina.
"Sudah berhasil pak,"
"Bagus, jadi siapa orang yang sengaja menghubungi Erina. Dia sengaja ingin membuat istri dan anak saya hampir tak selamat!"
Orang itu memberi tau, hasilnya. Ferdian dan Joddy terkejut saat melihat siapa dalangnya.
"Brengs*k! Gue udah duga, pasti dia yang melakukan itu!" Ucap Ferdian dengan emosi, terlihat sangat marah.
Noval yang penasaran juga terkejut. "Astaga orang itu belum ada kapoknya,"
"Joddy, sekarang tugas kamu urus dia. Jebloskan dia ke dalam penjara, saya tidak ingin dia berkeliaran di sekitar sini. Saya tidak ingin keluarga saya kembali terancam lagi!"
"Siap Fer, jangan khawatir. Urusan ini, biar gue yang urus. Sekarang elo fokus untuk kesehatan Erina,"
Ferdian pun mengangguk, setelah itu ia kembali masuk keruang istrinya. Bahkan raut wajah yang awalnya terlihat memerah karena marah, seketika berubah saat melihat keluarganya. Ferdi menunjukkan wajah hangat, dan senyuman yang membuat anak dan istrinya nyaman.
Sedangkan Joddy Noval dan hacker itu pergi meninggalkan rumah sakit. Mereka mengurus, untuk penangkapan seseorang yang sudah menghubungi Erina, sampai menyebabkan seperti ini.
__ADS_1
Bersambung ...