Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Session berikutnya


__ADS_3

Saat Kinan bosen ia pun menghubungi kakaknya. Namun saat panggilan nya di angkat ternyata suara keponakannya yang bicara.


"Hallo. Ini Zio, ini apa?" tanya anak kecil itu.


"Hallo ganteng, ini Onty. Kamu lagi apa sayang, Onty kangen nih sama Zio. Kamu kangen gak dengan Onty?" suara Kinan terdengar sangat senang, saat keponakannya yang mengangkat panggilan telepon nya.


"Iyo tangen Onty. Ain sini Onty! Iyo, bubu, Yayah, semuanya mau alan-alan," adu Zio, alhasil Kinan mendengarnya tercengang.


"Zio mau jalan-jalan, nenek dan oom ikut dong sayang?" tanya Kinan dari balik telpon dengan rasa kepo.


"Iya, nenek, oom ikut juga," jawab nya.


Erina yang baru keluar dari dalam tandas, melihat putranya sedang bicara di handphone nya langsung mendekatinya.


"Kamu bicara dengan siapa sayang?"


"Onty, " jawabnya.


Erina pun tertegun mendengarnya. "Onty Kinan Telpon sayang?" tanya kembali. "Coba bubu lihat!"


Zio pun memberikan handphonenya kepada ibunya. Lalu ia kembali melanjutkan mainnya.


Benar saja, saat di lihat, nama Kinan terpampang di layar kaca.


"Hallo Dek, kamu telpon kakak, atau Zio?" tanya Erina.


"Aku kak, aku bete di sini. Di dalam terus, kak Joddy gak bolehkan aku keluar sedikit. Aku di kurung di dalam kamar terus!" adu Kinan dengan merengek. Erina terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


Joddy yang kebetulan baru keluar kamar mandi dengan rambut basahnya, terkejut saat mendengar istrinya bicara seperti itu.


"Kakak, kata Zio kalian mau jalan-jalan ya? Iih ... jahat banget gak ajak aku!" protes Kinan, seperti anak kecil. "Aku ikut dong kak!" rengek nya.


Erina yang mendengarnya terkekeh. Sedangkan Joddy yang berada di samping Kinan hanya membelalakkan matanya, melihat istrinya merengek kepada kakaknya, seperti anak kecil.


Tidak lamanya, Ferdian masuk ke kamar. Dirinya habis dari halaman memberi tau Jordan dan Riko. Kalau mereka harus ikut menemani keluarga nya jalan-jalan.


Ferdian pun duduk di samping istrinya.


"Siapa?" tanya Ferdian dengan suara pelan.


"Kinan, dia tau kalau kita ingin jalan-jalan,"


"Tau dari mana dia?" tanya Ferdian kembali.


"Kinan, kalau kakak sih boleh aja. Tapi bagaimana dengan suami kamu, ingat sekarang kmu sudah menikah. Kamu harus dapat izin dari Joddy dulu karena dia suami kamu!"


"Iya kak aku tau. Yasudah aku tutup ya, aku izin dengan suamiku,"


Panggilan telpon pun terputus.Benar saja, Kinan merengek kepada Joddy untuk ikut bersama keluarganya, apalagi dengan menunjukan wajah memohon.


"Ayo dong sayang. Kita ikut mereka jalan-jalan ya? rengek Kinan.


"Tapi Kinan sayang, kita ini pengantin baru. Masa udah ikut dengan mereka. Kamu gak kasian dengan suamimu ini?" tanya Joddy dengan wajah memelas.


"Terus aku harus ngapain lagi. Aku udah dua kali keramas loh. Kamu udah dapat tiga kali pertandingan, masa masih kurang. Yang ada urat kaki ku renggang dan sakit semuanya, karena kebuka terus karena kamu!" dumel Kinan.

__ADS_1


Joddy tercengang mendengarnya, rasanya ingin sekali dirinya tertawa saat istrinya bicara seperti itu.


"Kalau kita di sini terus. Bisa-bisa aku dua kali di urut, dalam seminggu!" omel Kinan.


Hati Joddy tergelitik mendengar istrinya terus ngedumel, karena protes. Merasa gemas, akhirnya Joddy mengecup bibir istrinya.


"Udah ngomelnya hemm?" tanya nya, sedangkan Kinan hanya cemberut.


"Yasudah, aku gak bisa menolak kamu yang terus merengek seperti ini," jawabnya, membuat Kinan tercengang dan tersenyum.


"Maksudnya?" tanya Kinan, dengan senyum manisnya ke arah Joddy.


"Yasudah kita ikut mereka. Aku siap-siap dulu. Kamu hubungi kakak kamu, kalau kita akan ke sana." Jawab Joddy dan Kinan mengangguk.


"Tapi beneran sayang, kita akan ikut ke sana dengan mereka?" tanya Kinan sekali lagi.


"Iya Kinan istriku. Mana bisa aku menolak kamu, apalagi kamu udah kasih aku tiga kali pertandingan." Jawab Joddy dengan mendekati istrinya.


"Tapi pertandingan kita belum selesai loh. Masih ada sessions berikut nya!" Kinan mengangguk dan tersenyum malu.


Cup!


Joddy mengecup bibir istrinya kembali.


"Yasudah telpon ka Erina sana? Aku siap-siap dulu. Jika posisi kita seperti ini, yang ada kita tidak akan kemana-mana!"


Dengan cepat Kinan mengambil handphonenya dan segera menghubungi kakaknya. Kalau mereka berdua akan ikut jalan-jalan dengan keluarga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2