Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Nenekku 1


__ADS_3

Erina segera menghapus air matanya, dengan posisi masih membelakangi suaminya.


Ferdian tau kalau istrinya itu sangat sensitif sekali tentang masa lalu. Dirinya sadar kalau belum menjelaskan siapa orang yang di maksud olehnya.


"Sayang kamu salah paham. Aku bisa jelaskan siapa orang yang ku maksud." Ferdian kini sudah menatap wajah istrinya.


Erina masih enggan menjawab ucapan suaminya. "Sayang." Ferdian menggenggam tangan istrinya.


"Lihat mata aku, apa ada kebohongan?Orang yang aku maksud itu, nenekku. Kamu tau aku seperti apa, mana bisa aku memikirkan gadis lain selain kamu. Sedangkan di sini ada buah cinta kita." Sambil menyentuh perut istrinyanya yang membuncit.


"Kamu gak berbohong kan Mas?" Ferdian menggelengkan kepalanya.


"Aku gak bohong sama kamu sayang." Ferdian membawa istrinya kedalam pelukannya. "Maaf ya! Aku sudah membuat kamu sedih." Sambil membelai lembut rambut Erina.


Erina mengangguk. "Kamu tau kan Mas, aku pernah merasakan di khianati dan di sakiti oleh masa lalu ku yang kelam.Jadi aku merasa sensitif banget jika mendengar berbau tentang ..." Erin tak melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Aku mengerti, mangkanya aku akan berusaha menjaga perasaan kamu. Karena untuk mendapatkan kamu saja, sangat sulit. Mana bisa aku mencampakan kamu, jahat banget aku sebagai laki-laki. Sedangkan aku sudah di amanatkan sama ayah kamu, untuk menjaga kamu."


"Sekarang kita masuk yuk! Udara semakin dingin, dan rawan untuk ibu hamil keluar di malam hari seperti ini!" Ajak Ferdian, dan Erina mengangguk.


Pintu balkon ditutup, lalu Ferdian menggenggam tangan istrinya, dan membawanya ke tempat tidur.


Erina bersandar di dada bidang suaminya yang bidang. Sedangkan Ferdian membelai rambut panjang istrinya yang indah. Apalagi aroma dari rambutnya, Ferdi sangat menyukainya.


"Kamu mau tau gak? Nenekku itu adalah wanita pertama yang selalu menyayangi aku. Yang aku pikir, istri ayahku itu, ibu kandung ku?Ternyata dia ibu sambung ku," Ferdian tersenyum getir saat mengingat dirinya dulu.


Erina menatap wajah suaminya, dimana suaminya menunjukan senyuman kecil.


"Kamu tau, kisah hidupku dulu itu terbilang sedih. Bahkan rasanya ingin ku tutup kisah masalalu aku yang getir itu,"


Ferdian menceritakan kisah masa lalunya.

__ADS_1


Flashback.


Saat Ferdian duduk di sekolah dasar, kelas enam. Hidup nya tak sebahagia seperti anak lainnya. Dia mengetahui kalau istri ayahnya itu bukan ibu kandungnya, karena dari perlakuannya kepada Ferdi sangatlah berbeda.


Ibu sambungnya yang bernama Lena, dia begitu jahat dengan Ferdian. Setiap uang jajan yang di berikan oleh ayah selalu di ambil olehnya. Bukan hanya itu, jika ingin makan, Ferdi harus membantu pekerjaan rumah.


Sampai duduk di bangku SMP, Ferdian diam-diam bekerja berjualan koran, untuk membeli buku dan keperluan lainnya di sekolah.


Ferdi terpaksa melakukan itu, karena setiap kali meminta uang untuk membeli sesuatu ibunya tak pernah memberikannya. Bukan uang yang di dapat tapi dirinya hanya mendapatkan makian dari ibu sambungnya.


Ferdian tak dapat pembelaan dari ayahnya, justru laki-laki itu ikut memarahinya. Malang sekali nasibnya, yang di singkirkan dengan keluarganya.


Satu-satunya yang peduli dengannya adalah neneknya, wanita yang di makan usia. Beliau begitu peduli dengannya, diam-diam neneknya selalu memberikan uang jajan untuk Ferdi. Semuanya itu tanpa sepengetahuan ayah dan ibu sambungnya.


Hingga sampai SMA, Ferdian pun mengambil kerja paruh waktu. Semuanya di lakukan karena untuk biaya ujian yang tak sedikit.

__ADS_1


Apalagi ayahnya yang sudah mulai sakit-sakitan. Rumah yang semula besar, kini sudah di jual, dan mereka menempati rumah yang kecil.


__ADS_2