Cinta Untuk Erina

Cinta Untuk Erina
Merindukan suaminya


__ADS_3

Sedangkan Joddy Noval dan hacker itu pergi meninggalkan rumah sakit. Mereka mengurus, untuk penangkapan seseorang yang sudah menghubungi Erina, sampai menyebabkan seperti ini.


Pukul 20.00 Ferdian baru saja datang dari rumah. Dirinya habis mengantarkan ibu mertuanya, dan Zio untuk pulang. Sekalian ia mengganti pakaian, dan membawa salinan untuk istrinya.


Ferdian masuk ke ruangan tempat Erina di rawat. Yang di mana, Ferdi melihat istrinya sedang tertidur pulas. Sedangkan baby Yuna masih berada di ruangan khusus bayi, karena kondisi ibunya masih belum pulih.


Ferdian pun duduk di sofa, sambil menghubungi seseorang.


"Urus, semuanya. Saya tidak ingin ia berkeliaran bebas, mendekati keluarga saya!"


"Jebloskan dia ke penjara!"


Tanpa Ferdian sadari, Erina mendengar dan melihat suaminya bicara, di telpon.


Mas Ferdian kenapa? Kok terlihat sangat marah, sebenarnya apa yang sudah terjadi?


Ferdian, belum sadar jika istrinya memperhatikan dia. Namun karena rasa haus, dan tidak ingin merepotkan atau mengganggu suaminya yang sedang telponan. Akhirnya Erina, berusaha untuk meraih minum meja sampingnya.


Erina berusaha keras untuk mengubah posisinya untuk miring, karena setiap kali bagian tubuhnya di gerakkan, rasa nyeri pun juga datang.

__ADS_1


Ferdian yang sekilas melihat istrinya sedang berusaha meraih sesuatu, segera memutuskan panggilan telpon.


"Nanti saya hubungi lagi,"


Panggilan pun terputus, alat gawai nya di tinggal begitu aja. Lalu segera menghampiri istrinya.


"Sayang. Kamu mau ambil apa Hem? Kan bisa panggil aku, kenapa ngambil sendiri sih?" Tanya Ferdian, yang menahan tangan istrinya untuk tidak menyentuh apapun.


"Kamu mau Minum?" tanyanya lagi, dan Erina mengangguk.


Ferdian pun membantu untuk minum, setelah itu, gelasnya di letakkan kembali ke atas meja.


"Lain kali, jika ingin sesuatu bilang kalau kamu kesulitan. Jangan diam aja seperti tadi, kamu berusaha ingin mengambil sendiri. Padahal ada suami kamu, meskipun aku gak ada, kamu bisa minta tolong dengan perawat untuk minta bantuan. Lihat di atas, ada pisau, bekas buah.Jika kena tangan kamu bagaimana?" tanpa sadar, Ferdian bicara dengan nada marah.


"Maaf, aku selalu membuat kamu khawatir." jawab Erina, dengan menggigit bibirnya sendiri. Menahan agar air matanya tidak keluar, dan setelah itu ia menoleh ke arah lain.


Ferdian tersadar, kalau dirinya sudah membuat istrinya sedih. Sampai tak menatapnya, dan justru menatap arah lain.


Ferdian pun nampak tak tega dan merasa bersalah saat melihat istrinya.

__ADS_1


"Ya ampun sayang. Maaf ya, aku gak bermaksud membentak kamu." Sambil menyentuh tangan Erina.


"Gak papa Mas, aku sadar aku selalu membuat kamu khawatir. Sekarang aku mau istirahat, aku ingin kembali pulang ke rumah secepatnya." jawab Erina yang masih enggan menatap suaminya.


Ferdian pun mengerti, kalau Erina saat ini sedang merajuk. Ferdi pun diam, pasrah melihat istrinya seperti itu.


"Yasudah sekarang kamu istirahat, agar kamu bisa segera pulang dan berkumpul dengan anak-anak. Aku juga rindu dengan adanya kamu di rumah," ucap Ferdian.


Ferdian menarik selimutnya, ke tubuh Erina.


"Sekarang kamu istirahat ya! Aku temani kamu di sini. Selamat malam sayang."


"Malam Mas," jawab Erina dengan pelan, namun terdengar oleh Ferdi.


Ferdian pun tersenyum dan pasrah, saat melihat istrinya mendiami dirinya.


CUP ....


Ferdian mengecup kening istrinya, Erina pun memejamkan merasakan suaminya mencium keningnya dengan begitu hangat.

__ADS_1


Sudah lama Erina merindukan suaminya, apalagi saat ingin bermanja-manja dengan laki-laki yang ia kenal sosok suami dan ayah yang baik.


Bersambung ...


__ADS_2